Heil, jomblo. Lamo indah basuo. Gimana, masih pada berkutat sama masalah cinta? Seputaran chat nggak dibales atau sosmed diblok sama gebetan? Ealah, tolol kok, berkepanjangan.
Jangan khawatir bin gundah gulana, sini abang kasih bahan pikiran. Kenalin nih, sama Kanda Super Teddy, pria unggulan berbintang Aries dari Manado. Beliau lahir nggak sembarang lahir kayak kamu, beliau ini punya akar kuat di keluarga militer. Gimana enggak, bapaknya purnawirawan dengan pangkat terakhir kolonel dan ibunya mantan anggota Kowad korps ajudan jendral berpangkat terakhir mayor. Gile kan, mblo. Bobot bibit bebetnya kuwalitet oenggoelan. Ladies, silakan tentukan pilihanmu.
Jadi jangan heran kalok karir militer Super Teddy ini cemerlang bin memukau Bapak Mantan Danjen, bayangin sejak lulus dari Akmil tahun 2011 beliau langsung jadi Danton di Kopassus. Ini juga karir langsung terakhir beliau di pasukan, karena sejak 2014-2019 beliau langsung berkarir sebagai asisten ajudan Presiden Jokowi hingga karena kejeniusannya di tahun yang sama beliau diterima di US Army Infantry School dan lulus tahun 2020 sebagai International Honor Graduate dan meraih Ranger Tab dari Ranger School. Di tahun itupun beliau pulang ke Indonesia dengan pangkat Kapten dan langsung jadi ajudan Bapak Menhan.
Kalo kamu belum kagum juga, sini abang sentil telakmu jelasin soal ranger tab. Jadi ranger tab itu tab yang bukan sembarang tab, tapi sebuah tab/lencana kualifikasi militer bergengsi dari Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) yang diberikan kepada prajurit yang berhasil menyelesaikan kursus kepemimpinan dan taktik “Ranger School.” Bahkan almarhum Douglas MacArthur pun mungkin bakalan salim sungkem sama Super Teddy ini.
BACA JUGA: PAKAI UANG PRIBADI UNTUK PERJALANAN DINAS PRESIDEN: APA MASALAHNYA?
Jadi sekarang siapa sih, yang nggak kenal sama Super Teddy ini? Berawal dari ajudan setia yang selalu sigap mengawal ke mana pun sang jenderal pergi, kini ia melompat-lompat masuk ke jantung birokrasi tertinggi di negeri ini. Semakin ngewri, karena sejak ditunjuk menjadi Sekretaris Kabinet (Seskab), sepak terjangnya memberantas kejahatan selalu menjadi pusat perhatian. Namun sayang seribu sayang, belakangan ini perannya dirasa jauh melampaui tugas administratif biasa, hingga lahirlah “Super Teddy” ini.
Belakangan, berembus kabar kurang sedap dari koridor istana. Dilansir dari bbc.com sejumlah elite politik dan pejabat tinggi mulai mengeluhkan ketatnya birokrasi untuk bisa menemui Presiden Prabowo Subianto. Kabarnya, lalu lintas akses protokoler ini disaring dan diatur dengan sangat ketat oleh sang Seskab. Efeknya, jalur komunikasi ke presiden menjadi sangat terpusat pada satu pintu. Udah kek, perumahan mahal aja ya, satu pintu.
Terkait gosip menteri-menteri (termasuk yang senior seperti Erick Thohir atau Gus Ipul) harus menghadap Seskab untuk melaporkan pekerjaan atau minta izin bertemu Presiden, kita harus melihatnya dari dua sisi yah mlo yaitu Tugas Pokok Fungsi (Tupoksi) dan Dinamika Politik.
Secara Fungsi (Fasilitator) Seskab itu tugas utamanya adalah mengelola persidangan kabinet, mengoordinasikan substansi kebijakan, dan memfasilitasi administrasi kabinet sehari-hari untuk Presiden. Jadi, kalau menteri mau koordinasi soal agenda rapat kabinet, substansi Perpres/PP yang mau ditandatangani Presiden, atau menjadwalkan paparan resmi, secara alur kerja memang harus lewat Seskab. Ini bukan soal “minta izin atasan”, melainkan manajemen pintu (gatekeeping) birokrasi agar jadwal Presiden tidak semrawut.
BACA JUGA: REVISI UU TNI, REFORMASI ATAU KEMBALI KE ZAMAN ORDE BARU?
Tapi mblo, secara realitas politik, karena Seskab dipegang oleh Teddy Indra Wijaya yang merupakan orang kepercayaan terdekat Presiden Prabowo sejak lama (eks ajudan), pengaruh personal (informal power) beliau memang sangat kuat. Di sinilah letak biasnya. Publik melihat menteri yang berkoordinasi dengan Seskab seperti sedang “menghadap” atasan, padahal secara administratif itu adalah jalur birokrasi formal untuk menyaring laporan sebelum sampai ke meja Presiden.
Nah terus statement minta izin tuh gimana?
Basicly mblo, menteri tidak berada di bawah perintah Seskab. Namun, untuk urusan manajemen pelaporan, pengaturan jadwal sidang kabinet, dan penyaringan dokumen yang akan masuk ke Presiden, menteri wajib melewati jalur Sekretariat Kabinet. Adanya faktor kedekatan personal Seskab dengan Presiden membuat hubungan kerja yang sifatnya teknis-birokratis ini terlihat di mata publik seperti hubungan “atasan-bawahan”.
Kondisi ini membuat Super Teddy menjadi terlihat semakin luar biasa besar. Seorang sekretaris yang sejatinya bertugas mengurus administrasi rapat kabinet, kini seolah-olah memiliki kekuatan untuk menyaring siapa saja yang boleh dan tidak boleh berbicara dengan presiden. Ketika seorang perwira militer aktif memegang kendali atas arus informasi strategis sipil, wajar jika publik mulai bertanya-tanya: apakah ini masih sesuai aturan? Woiyoooo, Super Teddy beyond the law.
Sementaon itu Sang Heroic Lex Luthor berpura-pura tuli, gelombang protes dan kritik dari para ahli hukum, pengamat politik, hingga masyarakat sipil sudah berulang kali disuarakan pun tak didengarkan. Mereka memperingatkan risiko rusaknya tatanan demokrasi jika hak istimewa seperti ini terus dibiarkan. Wis lah aturen dewe Pak, terserah panjenengan mawon!
BACA JUGA: MENTERI YANG MERANGKAP JABATAN SEBAGAI KETUM ORGANISASI, BOLEH GA?
Karena sejauh ini, Lex Luthor nya terkesan menutup mata dan telinga terhadap segala kritik tersebut. Alih-alih mengevaluasi, dukungan terhadap sang Super Teddy justru tampak makin kokoh. Sikap mengabaikan protes publik ini memicu kekhawatiran baru: apakah hukum di negeri ini bisa dengan mudah ditekuk dan disesuaikan demi kenyamanan serta kedekatan personal semata? Wajar to kalo pertamax naek jadi 17 ribu Mblo.
Jadi gini lo, mblo. Sebuah pemerintahan yang sehat membutuhkan sistem yang berjalan berdasarkan aturan main yang adil, bukan berdasarkan kekuatan figur perorangan atau kekarepane mbahmu. Julukan “Super Teddy” mungkin terdengar keren bagi para pendukungnya. Namun bagi masa depan hukum dan tata negara kita, hadirnya sosok yang terlalu kuat dan menabrak batasan aturan adalah sebuah alarm peringatan yang tidak boleh kita abaikan. Mbahmu Koprol Mblo!
Kamu boleh sedih kalo sosmedmu diblok sama gebetanmu, chat wa hanya dibaca tanpa dibalas. Tapi hal-hal kayak gini janganlah kau abaikan mblo, karena ini bahaya latent yang mengancam masa depanmu dalam berbangsa dan bernegara. Dunya ini isinya ngak cuma kisah asmara wae mblo.
AUTHOR NOTE :
Wis embuhlah Pak, aturen dewe wae negorone. Aku tak melu aturan Gusti Allah SWT Ingkang Murbeng Dumadi wae.


