SEKILAS

Hari ini (16 Maret 2020) genap 2 tahun rumah hukum berdiri. Rumah Hukum sendiri merupakan sebuah entitas keluarga yang punya banyak produk, salah satunya adalah Klikhukum.id. Klikhukum.id adalah tempat di mana kalian-kalian bisa mendapatkan pencerahan hukum dengan gembira, tentu saja sesuai slogan kami yaitu “Satu Klik Melek Hukum”. Slogan tersebut dicetuskan oleh Raden Widhie-Kage, di kala rapat B.O.D. di salah satu warung internet besar di seputaran Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Rumah Hukum sebagai “ibu” memiliki semacam konsensus yang berisi, “Rumah Hukum adalah sebuah kolektif yang egaliter dalam membangun harapan dan cita-cita. Oleh sebab itu segala macam aktivitas, penggunaan, dan pemanfaatan segala macam sarana serta prasarana dalam kolektif Rumah Hukum, harus dilakukan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya dengan bijaksana. Kesadaran dan tanggung jawab, mutlak diperlukan dalam aktivitas dilingkungan Rumah Hukum. –Atas nama Kolektif Rumah Hukum.-“. 

Konsensus tersebut menggambarkan bahwa Rumah Hukum bukan saja sebagai entitas kantor pengacara konvensional, tapi lebih kepada keluarga, di mana satu anggota dengan anggota lain terikat bukan melalui hubungan darah, tetapi terikat dalam suatu ikatan keluarga. Sesuai dengan UU Perkawinan dan KHI, bahwasannya tujuan sebuah keluarga adalah untuk membentuk suatu ikatan lahir batin yang harmonis dan sakinah mawaddah warahmah, bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Rumah Hukum lahir dan berawal dari sebuah ide sederhana, yaitu bagaimana memutarbalikkan kenyataan dan memutus mitos tentang hukum yang dulu dikenal berwajah garang, kaku, rempong dan mahal (yaiyalah mahal, kalo mau murah beli tiket naik MRT aja sana), menjadi hukum yang easy reading dan easy going. Ngebahas hukum yang berat menjadi receh, biar gerombolan ber-IQ dangkal un-educated pun mampu memahaminya. Karena hukum adalah hak semua orang. Mau bodoh bin miskin, bin hobi mabuk, dan zina sekalipun, berhak melek hukum toh.

Semula dikeeper-i oleh 2 onggok manusia bernama Nanda-Kage dan Novi-Kage, ide yang terbersit di tengah hiruk pikuknya acara ulang tahun salah satu rekan sejawatnya. Awalnya mereka tergelitik ketika melihat, bagaimana para rekan sejawat tergopoh-gopoh berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup pengacara yang sudah kadung terkenal hedon dan penuh intrik. Bertujuan menistakan semua omong kosong, tai kucing tentang hal berat dunia hukum dan kepengacaraan, menjadikan hukum sebagai “sesuatu” yang mudah diterima semua lapisan masyarakat. Mungkin kalo diibaratkan film, kayak film e Yoko dengan golok pembunuh naganya yang mengobrak-abrik aliran sesat dalam rimba persilatan.

Layaknya main futsal yang gak bisa kalo cuma berdua (maen suit aja ndes kalo cuma berdua). Maka 2 onggok manusia tadi menghubungi kolega masing-masing yang kiranya berkompeten. Untuk menghadapi Modaro Uchiha, maka terbentuklah persatuan 5 kage. 

Yuk, kenalin kelima kage sebagai founding father Rumah Hukum. 

Pertama adalah Nanda-kage, dengan penguasaan ninjutsu bidang hukum telekomunikasi dan Judicial Review baik di MA maupun MK. 

Selanjutnya Sang Sannin Saru Daru-Kage dengan rambut gondrong dan tatonya yang menguasai jurus ninjutsu hukum yang berkaitan dengan WNA serta anggota klan aktivis 98. 

Ketiga adalah Novi-Kage yang terkenal dengan sepak terjangnya dalam hukum bisnis, perbankan dan perlindungan perempuan, bersama suaminya Raden Widhie-Kage yang menciptakan jutssu unik dalam pidana pencucian uang, narkoba dan perlindungan anak. 

Terakhir adalah Pundi-Kage yang tidak menguasai ninjutsu di bidang hukum, tetapi mahir dalam taijutsu dalam hal teknologi komunikasi. Bertugas menjadi benteng pertahanan dalam serangan genjutsu-cyber dan segalanya. 

Gimana ndes, udah kayak Masashi Kishimoto belon?

Setelah Rumah Hukum terbentuk, kemudian 5 Kage ini memikirkan, “Trus, iki meh ngopo yo ndes?” Lalu, ini mau bagaimana ya ndes?” Melalui tangan-tangan hangat 5 Kage inilah, pada 21 April 2018, lahirlah anak pertama yang berusaha eksis bernama Klikhukum.id. Klikhukum.id ini adalah sebuah media dengan platform digital yang tampaknya berhasil membahas hukum yang tadinya dikenal sebagai sesuatu hal yang garang, kaku dan rigid, menjadi bacaan seru dan menyenangkan.

Sangar lo ndes, dalam 1 tahun pertamanya, Klikhukum.id telah memiliki pembaca bulanan sebanyak 267 juta jiwa. Yoi ndes 267 juta, kamu gak salah liat kok. Angka tersebut penulis cantumkan bukan tanpa alasan, disesuaikan dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia di tahun 2019, hahahahaha. Follower dalam media sosial Instagram sebanyak 7 juta akun fake, Facebook memiliki pengikut sebanyak 67 juta, Twitter sebanyak 79 juta dan Youtube channel sebesar 30 juta. Sangar to ndes, ngalah-ngalahin Mas Atta Halilintar ato Mbak Ria Ricis, hahahahaha. Tapi bo’ong ndes.

Nama Klikhukum sendiri diperoleh melalui ilham yang didapat Kepala Suku Mas Puthut EA, lewat mimpinya setelah bertapa 7 tahun 10 bulan 8 hari di kawah Gunung Merapi. Eh, btw ada yang kenal Mas Puthut EA gak to?  Kalo gak kenal kan percuma diceritain di sini, apa dihapus aja ya? Gagal pansos ikih ndes. Hahahaha, sungkem Mas Puthut EA, aku bocahmu.

Once upon a time, terjadi pertemuan 5 Kage dengan Kepala Suku Mojok, tiada laen dan tiada bukan yaitu Mas Puthut EA di Basecampnya Mojok. Dari namanya udah ketauan toh, Basecamp ini punya siapa? Yang jelas bukan punyanya Nia Ramadhani ndes. Sang Kepala Suku memberikan wejangan yang sangat dalam berupa, “Gawe jeneng kui rasah angel-angel (bikin nama itu gak usah susah-susah), cukup maksimal 2 kata, yang simpel dan menyenangkan, jangan kaku-kaku, kalo bisa ada unsur teknologinya”. Akhirnya, tercetuslah nama klikhukum.id itu, dari bibir sang Kepala Suku Puthut EA.

Setelah beres masalah nama beserta tetek bengek lainnya, maka pada 24 Agustus 2018, Klikhukum.id secara resmi mengudara di jagad maya, dengan artikel pertama yang ditulis oleh Novi-Kage sendiri dengan judul “KDRT, Pilih Cerai ato Bertahan”. Artikel tersebut sukses mendobrak kebuntuan dalam dunia hukum. Yah, bolehlah disebut sebagai progresif, karena berhasil memutus mitos yang menyatakan bahwa hukum itu kaku, galak dan susah dipahami. Klikhukum.id berhasil menjadi pelopor dalam mengungkapkan sisi  lain dari hukum, yaitu membahas hukum secara menyenangkan dan riang gembira. Hingga saat ini sudah ribuan artikel mengudara, dengan ratusan juta pembaca dari seluruh pelosok gadget.

Dari 5 Kage ini, kemudian anggota keluarga Rumah Hukum dan anak mbarepnya Klikhukum.id, berkembang pesat sampai dengan sekarang ini ndes. Saat ini Rumah Hukum memiliki total 18 shinobi, yang setiap saat siap bertempur memberantas angkara murka, amarma’ruf nahi munkar di dunia dan akherat. 

Selain 5 Kage di atas, anggota keluarga yang lain adalah sebagai berikut:

Galuh Abryanto, seorang shinobi yang di dunia bawah tanah terkenal dengan nama alias “MoanSnake”, ahli di bidang kesenian. Segala hal yang berkaitan dengan seni ditangani oleh Mas Antok ini, dari ilustrasi di Klikhukum.id sampai dengan design men-design appareal semua anggota keluarga Rumah Hukum.

Achmad Muhsin, seorang ninja yang menempuh jalan kesendirian. Mengabdikan hidupnya terhadap jalan yang berat dan panjang di dunia keperawanan, eh kepengacaraan Indonesia. Selain pengacara, beliau juga sebagai anggota SAR DIY. Dan ini nih yang menarik, dia ini quietly deadly (diam-diam mematikan, hahaha), namanya tercetak dalam Guinness Book of Records sebagai 5 orang yang tercatat berani melakukan kegiatan penyelamatan di dalam kawah aktif gunung berapi. Selain itu, dia juga bertindak sebagai pemimpin redaksi di klikhukum.id. Syangar to? Boleh kepoin akun sosmednya loh para ladies yang budiman.

Pratama Nugraha Purwiyatna, seorang ahli taijutsu teknologi yang bahu-membahu dengan Pundi-Kage menangkal segala genjutsu-cyber dan melakukan pengembangan teknologi, hingga Klikhukum.id masih bisa eksis sampai dengan saat ini. Dia juga menjabat sebagai asdos di salah satu sekolah ninja teknologi di kota ini.

Jatya Anuraga, yang terkenal dengan nama anonym Foxtrot sebagai alter-egonya. Pengacara yang seringkali sepi menangani perkara, sehingga terkena bujuk rayu untuk menulis artikel setiap hari Sabtu dengan tagline #sabtubersamafoxtrot. Seorang pribadi yang menarik lagi baik hati, suka membantu sesama tetapi tetap mencintai keindahan wanita, penggemar benda tajam sehingga mulutnya tajam terhadap rekan sejawat yang kira-kira memiliki wajah ece-able. Menerima jasa pembuatan pisau handmade dan pengasahan pisau.

Yanto Nurdiyanto, shinobi yang berasal dari negara pencipta empal gentong. Ahli dalam ninjutsu hukum perbankan, menggemari jual beli asset terutama asset lelang yang murah dan meriah. Hobi merokok yang pake baterai dan cairan tertentu.

Erika Wulandari, shinobi perempuan yang sedang berusaha menaklukkan pendidikan ninja lanjut di sekolah ninja plat merah di kota ini. Bercita-cita menegakkan hukum di bidang perusahaan dan bisnis, serta menjadi bunga kantor alias jadi rebutan para shinobi jomblo di kantor.

Dian Humaira, shinobi wanita tukang hapus kata dan kalimat yang tidak pada tempatnya. Yoi, Mbak Dian ini penyunting di Klikhukum.id. Mbak, bisa minta tolong hapuskan kenangan tentang mantan gak mbak? Kenangan ini menyiksaku, akankah ini selamanya, ataukah hanya sementara. Karena telah kuberi segalanya, cinta yang tanpa akhir, yang hanya tercipta untuknya. (Mbrebes mili ndes)

Mahendra Wirasakti, seorang genin anyaran yang baru selesai sekolah ninja hukum milik negara. Keberadaan dan kemampuannya selalu mister ius yang dengan mudah dapat dilihat dari muka dan tingkah polahnya. Suka tiba-tiba ketawa dan nyanyi gak jelas ketika menjalankan misi. Tetapi jangan remehkan muka datarnya karena bahkan sekelas Kage Negara Api pun dibuat bertekuk lutut dihadapannya. Dia adalah musuh abadi kegelapan nyata dunia fana.

Yoan Putra Nata, shinobi ber-IQ tinggi yang banting piring menjadi pengusaha. Jadi pengusaha adalah jalan ninjanya. Horaaa umuuummm! Semua-semua diusahakan oleh dia, bahkan rela memperjual belikan kakak kandungnya sendiri.

Terakhir adalah sebuah team khusus di Rumah Hukum, yang terkenal dengan nama team shinobi-predator. Semacam pasukan elit ujung tombak Rumah Hukum, yang selalu berani mati tapi takut akan kelaparan.

Beranggotakan Meizal “Wawan” Darmawan seorang shinobi dari klan Darmawan yang terkenal dengan jurus genjutsu malas, tapi mampu menyelesaikan segala rintangan. Mantan anggota sebuah organisasi hukum yang tereliminasi karena ketidakmampuan organisasi tersebut mencuci otaknya. 

Dedy “Kobis” Tri Wijayanto, shinobi dengan jurus rahasia andalan, yang mampu menggerakkan hati wanita-wanita berparas cantik agar segera memberikan nomor telponnya. Bekas caleg gagal yang kemudian dibuang oleh majikan terdahulunya, lalu diselamatkan dari genangan dosa oleh Raden Widhie-Kage dan istrinya Novi-Kage di suatu sore yang syahdu. 

Anggota terakhir team shinobi-predator adalah Ibnoe Hajar dengan ninjutsu setipe dengan sharingannya Hatake Kakashi, mampu menghipnotis musuh-musuhnya agar jatuh iba padanya untuk kemudian dimusnahkan. Dahulu adalah pendiri sebuah organisasi pembela hak-hak anak, yang terdepak karena perebutan kekuasaan, kemudian diangkat murid oleh Novi-Kage. 

Shinobi-predator, identik dengan yel-yel teriakan sebelum membantai musuhnya dalam peperangan, yaitu “Pantang pulang sebelum kenyang!!!”

Rumah Hukum memang terdiri dari berbagai macam anggota dan latar belakang, tetapi tetap solid satu tujuan dalam melaksanakan hukum dompet.

Gimana, penasaran dengan paras rupawan para anggota keluarga Rumah Hukum? Pintu Rumah Hukum terbuka lebar bagi kalian-kalian yang beritikad baik, serta berkemauan keras untuk belajar 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Kalo lewat pintu kaca didorong, lalu ada suara selamat datang, selamat berbelanjaaaaa.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!