KAMU MAU NYALEG? INI LOH 4 HAL YANG DIBUTUHKAN MASYARAKAT INDONESIA

Hello, precious people!

Sudah masuk tahun politik nih. Banyak banget bendera partai politik di mana-mana! Sampai di depan warteg kosan gua pun, ada bendera banteng. Hehehe. Sudah banyak juga tuh, muka calon anggota legislatif alias caleg yang lebarnya 4×2 meter di jalan raya.

Ya, nggak heran sih, soalnya 2024 kita bakal ngadain pemilihan umum (pemilu). Bukan hanya memilih presiden dan wakil presiden, tapi juga memilih anggota DPR, DPD dan DPRD.

Emang Pemilu itu apa sih?

Fyi, pemilu diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.  Dalam Pasal 1 angka 1 UU Pemilu, dikatakan, “Pemilihan umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih dewan perwakilan rakyat, anggota dewan perwakilan daerah, presiden serta wakil presiden dan untuk memilih anggota dewan perwakilan rakyat daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.”

Intinya pemilu itu sarana untuk memilih ya, gais.

BACA JUGA: 5 STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK ALDI TAHER DALAM MEMBANGUN DUKUNGAN PUBLIK

Secara teknis, pemilu diadakan setiap lima tahun sekali, yang diselenggarakan oleh KPU, sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 167 Ayat (1), Ayat (2) dan Ayat (3) UU Pemilu:

(1)”Pemilu dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali

(2)Hari, tanggal dan waktu pemungutan suara pemilu ditetapkan dengan keputusan KPU

(3)Pemungutan suara dilaksanakan secara serentak pada hari libur atau hari yang diliburkan secara nasional.”

Nah, kamu yang mau ikutan event gacha lima tahunan sekali ini alias mau nyaleg, ya jadilah caleg yang dibutuhkan masyarakat. Biar kepilih jadi anggota legislatif, pak, bu. Nih ya, kami dari masyarakat membutuhkan caleg seperti ini.

  1. Yang nggak mau maling.

Bagi para caleg, kalau sudah jadi wakil kami, jangan pernah latah ngambil duit rakyat. Ntar kek, si onoh yang bilang korupsi nggak papa kalau sedikit. Pakailah otak dan hati kalian. Itu duit sokongan rakyat buat bangun negara. Eh, malah ditilep. Kurang kah gajimu? Kalau mau balik modal, jangan ambil uang rakyat dengan cara maling.

Terlepas apa kepercayaanmu, semuanya nggak dibawa mati dan pasti dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, pak, bu.

  1. Yang ngerti kerjaan.

Maaf pak, bu. Percuma kami milih kalian kalau nggak ngerti kerjaan. Saya yakin kok, para caleg adalah orang yang pernah sekolah (semoga pernah berfikiran sehat juga). Sakit hati kami pak, bu, jika kalian sudah duduk di Senayan tapi ngang-ngong planga-plongo main candy crush.

Bukan hanya bikin rancangan undang-undang sampai sah jadi undang-undang loh, kerjaan kalian juga bakal ngurusin yang namanya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). 

Jangan sampai ngawur alokasi dananya, apalagi hanya beli interior yang sifatnya tersier dan nggak mendesak di gedung kalian. Maksimalkanlah anggaran tersebut bagi kebutuhan primer rakyat yang kalian wakilkan.

BACA JUGA: JANGAN BAPER DENGAN GOLPUT

  1. Yang kerjanya bener.

Kalau sudah ngerti apa yang dikerjain, kami harap kerjanya yang bener. Beneran diselesaikan apa yang sudah menjadi tugas dan kewajiban kalian di sana, bukan malah main game. Kami nggak menuntut kalian agar jadi nabi atau malaikat yang sempurna tanpa cela. Namun cukup bersungguh-sungguh dan jujur dalam bekerja.

  1. Yang memprioritaskan kebutuhan masyarakat.

Kalau lo sudah jadi wakil kami di sana, tolong dahulukan kepentingan negara di atas kepentingan backingan, yang support dana kampanye dan kelompok dari golongan kalian. Undang-undang yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat banyak tolong dicepetin, pak, buk. Undang-undang tindak pidana pelecehan seksual kemarin lama banget disahkan dan diundangkannya. 

Kami berharap bukan hanya undang-undang yang ‘cuan‘ saja yang gercep banget masuk Prolegnas Prioritas. 

Nah, itulah kriteria harapan dari masyarakat kecil seperti saya. Siapapun kalian, tolonglah amanah, jangan maling dan oleng kalau bekerja. Apalagi turu ya, pak, bu. Semoga lolos dan sukses bagi kalian yang mau mengabdi kepada negara dan mewakili kami di Senayan.

Bismillah dikasih bantuan. Cuakkss.

Well that’s all from me, see you in the next article!

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id