STRATEGI DEBAT YANG DIGUNAKAN CAPRES CAWAPRES 2024

Menangkan hati atau hanya naikkan nama? Yuk, intip strategi debat capres cawapres 2024 yang bisa kita gunakan buat menghadapi pertanyaan receh.

Pertarungan debat capres cawapres 2024 yang difasilitasi KPU sudah dilangsungkan sebanyak empat dari lima kali debat sebagaimana diatur dalam Pasal 50 Ayat (1) Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum, telah mencuri perhatian. Tapi apakah strategi yang digunakan hanya untuk meraih popularitas sebentar atau benar-benar bisa memenangkan hati rakyat? Entahlah.

Yang jelas strategi yang dilakukan capres dan cawapres akan menambah vibes ‘bertarung’ di setiap sesi debat. Di mana strategi tersebut nggak cuma menguji kepiawaian pasangan calon, tetapi juga memberikan inspirasi bagi kita dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari tetangga yang lebih kejam dari raja fir’aun.

Nih, ada beberapa strategi debat yang bisa kita gunakan buat menjawab pertanyaan recehan dari tetangga. Yuk, simak!

1. Jawab Dengan Menggunakan Istilah Asing dan Singkatan

Yap, kita bisa tiru strategi Mas Gibran. Di mana sejak debat kedua sudah membuat kehebohan dunia perpolitikan Indonesia. Mas Gibran menggunakan strategi dengan penggunaan istilah-istilah asing dan singkatan dalam debatnya. 

Alhasil strategi ini berhasil membuat kikuk lawan debatnya. Misal, Cak Imin yang sempat mencicipi istilah SGIE. Begitu juga Prof Mahfud yang juga mencicipi istilah green flation

BACA JUGA: TIPS BIAR GA BOSEN DAN NGANTUK PAS NONTON DEBAT CAPRES CAWAPRES

Yang jelas keawaman istilah-istilah asing dan singkatan tertentu akan membuat lawan berdebat berpikir sejenak. 

Nah, strategi ini bisa kamu gunakan ketika ditanya sama tante-tante komplek, “Kapan kawin? Kasihan sendirian ke mana-mana.” Sudah jawab aja, “Tante tahu single fisabilillah kan? Nah, saya mau seperti itu Tante,  hehehe.

2. Tunjukin Fakta dan Data

Kalau ini valid no debat! Setiap argumen pasti didukung dengan fakta dan data. 

Contohnya, Anies dan Ganjar menyajikan program-program yang telah mereka lakukan dengan dukungan data. 

Kamu juga bisa kok, menggunakan strategi ini ketika ditanya “Kapan kawin? Lama amat kawinnya, ntar ketuaan loh.” 

Nah, kamu bisa jawab, “Yang cepat tidak menjamin tepat. Survei menunjukkan, ketidaksiapan dalam pernikahan dapat memicu KDRT hingga perceraian.”

3. Memancing Emosi Lawan

Debat bukan hanya soal fakta dan data, tapi juga mengolah emosi. Kalau pertanyaan bikin sakit hati, pertahankan kelembutan. Kamu bisa mengelola rasa biar emosimu nggak meledak atau bahkan memancing emosi lawan, kamu bisa memancing emosi lawan dengan pertanyaan kritis namun jangan sentuh hal personal. Selalu ingat, harus ekstra sabar dalam menghadapinya. Nggak papa didebat habis-habisan, tapi tetap santai dan chill aja, gaes.”

BACA JUGA: WUJUDKAN POLITIK ASIK UNTUK GENERASI MUDA

4. Mengusung Gagasan Unik

Gagasan unik adalah gagasan yang selalu diingat. Ini adalah strategi dengan pendekatan kreatif, karena akan membuat lawan terkejut dan mungkin lupa pertanyaannya.

Seperti Cak Imin yang memperkenalkan ‘slepet’ sebuah istilah yang mencuri perhatian dan mudah diingat di berbagai kalangan.

Nah, kamu bisa mencontoh strategi yang satu ini loh, gaes. Misalnya ada yang bilang “Kamu jomblo, cari pacar gih. Sayang banget loh, masa muda kok, gitu-gitu aja.” Nah, jawab aja gini, “Eitts, aku sedang mengampanyekan #stayhalalbrother.”

Oke, itulah empat strategi debat capres cawapres 2024  untuk menjawab pertanyaan receh dari mulut tetangga. Jangan sampai ketinggalan tren debat yang sedang hits ini ya, tenang masih ada satu kali debat lagi. Kita lihat strategi apa yang bisa ditiru.

Kira-kira strategi apa ya, yang bakal digunakan pada debat selanjutnya? Yuk, bagikan pandanganmu di kolom komentar! Siapa tahu strategimu justru yang akan menjadi tren selanjutnya. 

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id