MENGENAL KASTA DALAM DUNIA START-UP

Hello bor! Gimana kabarnya? 

Btw, gw lagi seneng banget dah, gara-gara viral kasus Bu Wati yang diusir akibat nggosip-in si babi ngepet, sekarang udah gak ada tetangga yang berani nuduh gw jadi babi ngepet lagi. Meskipun gw terkesan santai dan kayak pengangguran, tapi gw kan kerja, berusaha merintis bisnis start-up kecil-kecilan. 

Gw juga terus mengejar mimpi untuk punya start-up dengan kasta tertinggi. Kalian udah pada tau belum kalo start-up itu ada level-levelnya. Jadi, tolak ukur pengkategorian level pada start-up itu dilihat dari nilai valuasinya. 

Valuasi adalah nilai ekonomi dari sebuah bisnis start-up. Angka valuasi ini biasanya dijadikan acuan untuk mengukur seberapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan dan seberapa besar dana investasinya.

Setau gw sih, untuk terus naik ke level yang lebih tinggi, start-up pasti butuh investasi alias penanaman modal. Semakin besar perusahaannya, ya semakin besar juga modalnya. Kalo untuk perusahaan di Indonesia, maka semua proses suntik menyuntik modal ini akan tunduk sama UU N0. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan udah diupdate juga dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan nilai valuasinya ada beberapa kasta dalam start-up, ini dia urutannya.

Cockroach

Dalam Bahasa Indonesia artinya kecoa. Start-up level kecoa ini biasanya baru dirintis atau udah lama dirintis tapi tak kunjung mendapat pendanaan. Nah, biasanya sih, investornya ogah buat inject modal karena investor merasa start-up ini gak punya goals bisnis yang jelas. Yah, namanya juga newbe, wajar lah ya kalau investornya males. Start-up ini bernilai valuasi kurang dari USD 10jt atau 14m (miliar). 

Ciri-ciri Startup Kecoa 

Berantakan dari segi keuangan, hanya sedikit yang menggunakan produknya. Masih meraba dan beradaptasi dengan lingkungan pasar yang dinamis, mempunyai team dengan mata panda, komuk yang tidak glowing dan seperti menyimpan cadangan minyak bumi di wajahnya. Kalo di Jogja biasa kamu temui si perintis ini di warmindo setiap pagi hari sekitar pukul 07.00 wib dan jangan kaget kalau penampilanya seperti orang yang usai berkendara menerabas angin topan. Itu dikarenakan pulang lembur begadang dan belum tidur. Semangat pasukan kecoa terutama bagian bisnis dan technya! Ilove u! Kita seperjuangan, karena bisnis start-up baru di level ini, hahaha. 

Start-up level kecoa untuk maju dan berkembang pasti butuh banget suntikan dana dari investor. Selain punya goal dan bisnis plan yang bagus, untuk meyakinkan investor start-up level ini juga harus punya legalitas yang jelas.  

Pony

Level ini disimbolkan sebagai kuda poni mungil, baru kelihatan di permukaan, lagi berkembang pesat dan lagi lucu-lucunya. Tapi jangan salah, ini level yang paling ganas. Di level ini start-up benar-benar sudah memasuki iklim pasar yang cenderung dinamis dan tidak stabil. Perusahaan level ini memiliki nilai valuasi perusahaan USD 10jt hingga USD100jt. Biasanya sih, habis dapet inject invest entah dari venture capital atau angel investor. Saran aja, kalo ada rencana masuk ke level ini, bereskan dulu semua hal yang berkaitan dengan legalitas, jangan sampai sudah dapat investasi eh,diakuixiexie alias diambil alih begitu bisnis start-up mu. 

Ciri-Ciri Start-up Pony

Biasanya sedang buka lowongan pekerjaan dan berburu sumber daya yang mumpuni di lini bidangnya. Walau perintisnya kalau malam terlihat kucel, tapi kalo siang sudah agak glow up. Berupaya memeras otak mengerahkan strategi menyempurnakan produk dan meyakinkan investor biar mau inject invest lebih lagi, demi naiknya valuasi perusahaan. Ya pada level ini, paling gak kalo lemburan udah bareng sama team yang kumplit dan bisa minum kopi aesthetic buat temen lembur.

Centaurs

Level ini disimbolkan mirip zodiac Sagitarius, manusia body goals yang udel ke bawah setengah kuda. Di level ini nilai valuasinya semakin anjay, USD 100jt atau IDR 1,4T (triliun). Uhuk uhuk! Anjir, batuk gw. 

Yah, start-up ini udah sustainable, dianggap cantik dan sexy bagi investor besar untuk inject invest. Semakin banyak modalnya maka nilai valuasinya semakin naik. 

Satu step lagi menuju unicorn, mangstap. 

Ciri-ciri Startup Centaurs

Udah punya produk yang stabil dan ekosistem user yang mulai stabil, kalo pada level ini udah selektif banget milih investornya, perintisnya pun udah musti glowing. Jadi, jangan tanya naik kendaraan apa.

Unicorn

Ini dia Unicorn!! Level dimana start-up mu udah glowing abes, uda punya ekosistem yang stabil, user dan customer tetap produk yang baik dan model bisnis yang siap bersaing. FYI, nilai valuasinya udah tembus USD 1 miliar kira-kira setara 14T (Trliliun) 

Uwaa….! 

Ciri-ciri Startup Unicorn

Tentunya sudah punya model bisnis yang aman dan stabil, keuangan perusahaan yang sehat, pengguna produk yang banyak, tapi jangan salah level ini banyak banget masalahnya. Semakin besar suatu ekosistem semakin banyak pula masalah yang timbul. Brave yourself!

Decacorn

Decacorn sih, level yang udah kelas berat. Saking beratnya di level ini sebagian besar perusahaan malah semakin sulit mendapatkan investor. Ya terang aja nilai valuasinya udah sampai USD 10 miliar ya sekitar 140T (triliun). Hadeh, belum kebayang.

Ciri-ciri Startup Decacorn

Yang pasti bukan cuma bisnis yang bagus, tapi juga punya teknologi yang mutakhir, yang bikin kita selalu bertanya “Ngapain lagi sih, Elon Musk nih?” ya, Elon Musk yang punya Space X dan Tesla, Tony Stark di real life. 

Hektacorn

Daaan, level paling tinggi adalah hektacorn. Tentu saja perusahaan ini udah kelas dunia. Bahkan kita setiap harinya mengunakan prodaknya kayak Mbah Google, Apple, Microsoft dan Facebook, yang kira-kira nilai valuasi sebesar USD 100 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun.

Ciri-ciri Startup Hektacorn

Punya penghasilan perusahaan hampir atau setara dengan penghasilan satu negara, setiap hari kita pakai platform itu. Contohnya, ya kayak platform dukun paling sakti sedunia, si Mbah Google, yang kalo ditanya apa aja tau jawabanya. Bahkan kamu tanya jodoh pun mungkin ada. 

Itu bor level-level start-up, buat lo semua yang baru berencana ngebangun start-up gue saranin mulailah dari fokus menyelesaikan masalah terlebih dahulu, baru ngoprek model bisnisnya. Terus, buat eloooh perintis start-up yang udah punya model bisnis dan mau scale-up perusahaan lo, gw saranin beresin dulu tuh, masalah legalitas yang acak kadut mulai dari pendirian badan hukum yang bisa kamu baca artikelnya di sini “Badan Hukum Atau Badan Usaha, Pilih Mana?” Plus tete-k bengek tentang hukum bisnis. Gw saranin banget, baiknya perusahaan lo didampingin oleh legal yang sudah ahli dibidangnya. Biar apa? Ya, biar lu gak ditipu sama impostor ya Bolot! 

Pundi Pangestu 
Pengen makan batagor bareng John Ive dan Elon Musk. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik Hukum
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!