9 TIPS MENDIRIKAN START-UP ALA KLIKHUKUM.ID

Sekitar tahun 2015-an, aku pengen banget mendirikan start-up sendiri. Sayangnya aku belum ngerti harus mulai dari mana. Lalu, seorang Lawyer (si Bos) memberi informasi tentang kompetisi mendirikan start-up melalui event, kita sebut saja “Pencarian bakat start-up.” Waktu itu sih, pesertanya gak begitu banyak. Sejak saat itulah petualangan dimulai. 

Merasakan suka duka membangun start-up bermodalkan laptop kentang, semangat Mandalorian, renjana, heavy metal dan ide-ide yang sudah divalidasi, hingga menjadikannya sebuah blueprint bisnis. Namun selain itu semua, ternyata masih ada faktor penting yang harus aku punya, yaitu ‘dana!’

Dari mana sih, perintis start-up mendapatkan pendanaan? Ya dari investor lah. Untuk mendapatkan investor maka kita perlu melakukan pitchingPitching itu udah kayak kegiatan yang suci, presentasi dihadapan para investor. Ya,karena aku minim pengalaman, sudah pasti tidak berjalan mulus.

Nah, dari berbagai pengalamanku, kali ini aku mau berbagi tips untuk memulai start-up. Pliis, banget jauhkan imajinasi kalian dari serial drakor Start-Up! Drakor yang lumayan menyebalkan dan jauh dari realita, masak pelaku start-up ganteng-ganteng dan cantik-cantik (iri). Buktinya di antara team Klikhukum.id gak ada yang ganteng apalagi cantik (kecuali bu dirutnya). Yang ada cuma muka-muka pucat, lelah dan lusuh, kerutan serta mata panda karena kebanyakan lembur, soto, gorengan, kopi dan nikotin (jadi curhat). 

Biar gak kepanjangan, yuks ah, langsung aja kita bahas sembilan tips mendirikan start-up ala Klikhukum.id.

Bermental Baja

Kalo mau mendirikan start-up, maka kalian wajib banget punya mental interpreneurship. Selain itu kalian juga kudu bermental baja, pantang menyerah dan putus asa. Hindari mental tempe, seperti slogan Klikhukum.id, “Kami disiksa bukan ditempa.” 

Hunting Problem 

Buka mata kalian selebar samudra. Lihat masalah yang terjadi di sekitar kalian, sejatinya start-up itu adalah perusahaan yang fokus terhadap penyelesaian masalah yang terjadi di sekitar kita. Contohnya gini, ada suatu problem dimana hukum itu dianggap formal, kaku, susah dimengerti dan rumit (kayak situs tetangga sebelah) sehingga masyarakat awam jarang yang melek hukum. Nah, makanya Klikhukum.id hadir sebagai media informasi hukum yang dikemas dengan bahasa sederhana biar warganet lebih mudah untuk memahami. 

The Solve

Banyak start-up gagal karena gak bisa menyelesaikan masalah sampai ke akar-akarnya. Akhirnya produk gak mateng alias ngambang, ujungnya produk tak kunjung profit. Bakar duit mulu sampai investor marah-marah minta jatah. Upayakan kata “Why” seperti menjadi komponen di otak kalian, gini contohnya.

Kita lihat masalah Pimred Klikhukum.id (panggil Pak El) kenapa masih aja jomblo.  

  1. Kenapa Pak El jomblo? 
  2. Karena tidak punya pacar.
  3. Kenapa tidak punya pacar? 
  4. Karena gak pernah kenalan sama cewek.
  5. Kenapa gak pernah kenalan?
  6. Karena jarang main.
  7. Kenapa Pak El jarang main? 
  8. Karena Pak El sibuk bekerja.
  9. Kenapa Pak El sibuk bekerja?
  10. Karena Pak El cinta dengan pekerjaannya.
  11. Kenapa Pak El sampai cinta dengan pekerjaan? 
  12. Karena awalnya sebagai pelampiasan/upaya melupakan si dia pasca ditinggal rabi.

Nah, dari mengumpulkan beberapa “Why” tersebut, maka bisa diambil kesimpulan mengapa Pak El jomblo? Jawabannya karena Pak El belum move on

Banyak perintis start-up yang gak menyelesaikan masalahnya hingga ke akar. Dari contoh di atas, kebanyakan start-up gagal karena hanya fokus menyelesaikan masalah “Pak El sibuk bekerja,” padahal harusnya fokus pada upaya “Pak El belum move on.” Maka dari itu buatlah produk yang bisa bikin si Pak El ini cepat move on dari mantannya. 

Build the Team

Kumpulkan orang-orang dengan gairah dan minat yang sama. Kalau tujuannya “Create Start-up,” ya kalian harus mengumpulkan orang-orang dengan basic kemampuan yang berbeda tetapi harus dengan passion ‘membangun start-up’ yang sama. Usahakan membuat team yang solid ya guys. 

Validasi Ide

Validasi ide kamu, presentasikan ide kamu pada team yang sudah kamu bentuk. Kembangkan ide hingga menjadi ide bersama. Dengarkan dengan baik usulan dan masukan dari semua anggota team, karena kamu itu founder start-up, bukan diktator. 

Design Thinking

Dari sebuah ide yang sudah tervalidasi maka kalian harus mapping produk kalian hingga menjadi suatu prothotypedan pitch deck yang siap pitching di hari besar nan suci (bertemu investor). Ini yang harus kalian lakukan pada bab ini, Mapping, Sketch, Story Board, Protothype dan Testing. Panjang nih, kapan-kapan aja kita bahas lebih dalem masalah design thinking

Tentukan Badan Hukum Perusahaan. 

Hal ini sama pentingnya, jadi jangan dilupain apalagi disepelein. Tentukan badan hukum untuk start-up kalian, bisa CV atau PT. Lengkapnya bisa kalian baca “BADAN HUKUM ATAU BADAN USAHA.” 

Dengan membentuk badan hukum, start-up kalian akan dilindungi oleh hukum. Fungsi dari membuat badan hukum adalah untuk mengikat anggota team satu sama lain dalam menjalankan bisnis.

Daftarkan Hak Cipta

Hmmm, jangan sampai ide dan blueprintmu dibajak ya bor. Hak cipta/HKI perlu banget. Kamu bisa tanya makhluk yang paham hak cipta yang nulis artikel ini nih, “WAKTUNYA PROGRAMMER MELEK HAK CIPTA.”

Cari Investor

Wuah, ini sih, penting banget buat keberlangsungan start-up kalian. Kamu bisa pilih skema investasi sesuai keinginan kamu.  

1. Angel Impostor Investor

Ya, dari namanya juga udah keliatan Angel banget, tapi wujudnya manusia ya bor. Mereka pemburu startup-startup yang baru tumbuh, yang membutuhkan pendanaan. Biasanya nih, mereka berinvestasi dengan cara membeli beberapa persen saham dari start-up kalian, lalu mereka akan menjualnya di kemudian hari jika valuasi perusahaan kalian sudah meningkat. 

2. VC atau Ventura Capital 

Ini sih, bentuknya perusahaan pengelola pendanaan. Kalian bisa hubungi VC untuk kepentingan perusahaan kalian. 

Sekedar saran, sebelum menyepakati pendanaannya sebaiknya kalian didampingi oleh pengacara specialis corporate, karena mereka akan membantu kalian dari sisi legalitas. Jangan sampai nih, perusahaan kalian kena tipu karena gak paham dengan hukum. 

Ya udah itu dulu ya bor, kapan-kapan kita sambung lagi. Pesan aku untuk para builder start-up, pokoknya selalu semangat dan jangan lupa siapkan tabungan kalian selama bakar diri (belum bisa bakar duit, ya bakar diri dulu lah) karena start-up gak ‘ujug-ujug’ menuai profit. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik Hukum
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!