KISAH DARI MAHASISWA FH UII

5 menit

Nyambungin tulisannya bidadari Klikhukum.id Mbaknya Erika Wulan merindu, Foxtrot juga gak mau kalah donk. Kali ini giliran Fakultan Hukum Universitas Islam Indonesia ( FH UII) unjuk gigi.

Sebagai kampus hukum tertua di Indonesia, orang-orang pasti kenal donk sama FH UII?

Banyak lulusannya yang jadi praktisi hukum di Indonesia? So pasti, kalo itu gak usah dijelasin lagi gaes.

Tempat lahirnya Himpunan Mahasiswa Islam? Yuhuuu, bener banget.

Sampek sini paham to? Yaudah kalo uda paham, maka Foxtrot gak perlu ngejelasin panjang lebar.

Haaaaa, gak dink.

Kampus UII khususnya FH terkenal seantero jagat persilatan hukum Indonesia, sebagai Kampus perjuangan yang telah ngelahirin pejuang-pejuang hukum sejak jaman dahulu kala. Kampus yang punya visi rahmatan lil alamin, dan berslogan berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Liat aja dari visi dan slogannya, islami banget to ndes. Gak heran kalo lulusan FH UII selalu teruji keilmuan dan keimanannya. Haaa, bukan sombong nih ndes, tapi kenyataan.

FH UII mengalir dalam nadi dan darah Foxtrot, karena alm ramanda Foxtrot juga lulusan FH UII. Jadi wajar donk kalo bangganya gak ketulungan ndes. Masuk FH UII memang uda jadi cita-cita sejak jaman Foxtrot menempuh pendidikan resmi pertama di Tamak Nak-Kanak, jadi bukan karena gak ketrima di PTN sebelah lo ya.

BACA JUGA: KISAH DARI MAHASISWA FH UMY

Ngomongin FH UII gak bisa terlepas dari sejarah berdirinya bangsa Indonesia ini. Dikutip dalam lama web uii.ac.id, UII didirikan di Jakarta pada 8 Juli 1945 yang awalnya bernama Sekolah Tinggi Islam (STI). STI lahir untuk menjadi bukti adanya kesadaran berpendidikan pada masyarakat pribumi, ketika saat itu pendidikan tinggi hanya milik Belanda saja. Progresif sekaleeeee bukan?

STI didirikan oleh tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia saat itu, yaitu Prof. Dr. Kusumaadmadja, S.H., Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir, Prof. Notosusanto, S.H., Prof. Mr. RHA, Kasmat Bahuwinangun, Prof. H. Kasman Singodimedjo, S.H., Prof. Kertonegoro, S.H., Prof. Moeljatno, S.H., Prof. Dr. M. Sardjito, Prof. Sunaryo Kolopaking, Prof. Dr. Slamet Imam Santoso, BKRT. Hertog Djojonegoro, Prof. Dr. Pudjo Subroto, Dr. Abutari, KHA. Musaddad, KHA. Fatuchrrachman Kafrawi, KHR. Muhammad Adnan, Dr. Moh. Hatta, Muhammad Natsir dan lain-lain. Banyak tho ndes pendirinya.

Ketika ibukota Indonesia pindah ke Yogyakarta, STI pun ikut hijrah ke Yogyakarta dan diresmikan oleh Presiden pertama Soekarno pada tanggal 27 Rajab 1365 H atau bertepatan dengan tanggal 10 April 1946 bertempat di Ndalem Pangulon Yogyakarta (unisys.uii.ac.id) dan berubah nama menjadi Universitas Islam Indonesia pada tahun 1947.

Pada tahun 1948, UII punya 4 fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Agama. Khusus untuk FH UII sudah mulai kegiatan belajar mengajar pada tahun itu, dengan dekan pertama adalah Prof. Dr. Mr. Kusumaatmadja. Selain menjabat sebagai dekan FH UII, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung pertama kali dan salah satu anggota BPUPKI.

FH UII pada awalnya memulai perkuliahan dengan berpindah-pindah tempat, mulai dari Ndalem Pangulon, Pendopo Dalem Purboyo di Ngasem, numpang di bangunan Masjid Syuhada, lalu punya gedung sendiri di Cik Di Tiro sampai dengan momentumnya pada tahun 1974 menempati bangunan milik sendiri sebagai ikon kampus perjuangan di jalan Taman Siswa no 158 Yogyakarta. Nah, rencananya nih, nanti di tahun 2021 akan berpindah ke bangunan megah berarsitektur mirip Mahkamah Konstitusi, yaitu Gedung Muhamad Yamin di Kampus UII Terpadu, di Kaliurang atas sana.

Khususon gedung kampus Taman Siswa (Tamsis) punya cerita sendiri di benak Foxtrot. Mau gak mau pasti melekat, lha wong Foxtrot kuliahnya aja 6 tahun ogg. Maklum mahasiswa kesayangan para dosen, makanya mereka eman mau ngelulusin Foxtrot. Lagian beliau-beliau kayanya ga tega karena IPK-nya Foxtrot rendah, bhahahahahaha.

Tapi serius, kampus Tamsis ini memmorable banget ndes. Di sini nama-nama besar dunia hukum Indonesia dilahirkan. Beberapa nama yang turut serta mengharumkan dunia hukum Indonesia seperti ketua IKA UII dan juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Mahfud MD, mantan Hakim Agung Bapak Artidjo Alkostar yang terkenal sebagai tukang jagalnya koruptor, Bapak Abdul Haris Semendawai mantan Ketua LPSK, Bapak Busyro Muqodas mantan Ketua KPK, Pak Dosen yang mantan aktivis Suparman Marzuki yang pernah menjabat Ketua KY, Bapak Ifdhal Kasim dan Bu Siti Noor Laila yang sama-sama pernah jadi Ketua Komnas HAM, Mas Irsyad Thamrin Dosen dan Pengacara terkenal yang jadi Ketua DPC Peradi Kota Yogyakarta, serta ribuan Pengacara, Jaksa, Hakim, terkenal lain lulusan FH UII, dan tentu saja nama-nama lain yang akan berkibar di dunia hukum Indonesia ke depannya. Foxtrot termasuk yang terakhir ndes, gak usah protes.

Oiya, dua founding father klikhukum.id juga lulusan FH UII lho, Kang Pradnanda Berbudi dan Mas R. Widhie Arie Sulistyo. Lalu Pimred-nya juga jebolan FH UII lo, the one and only, the magnificient one K.H. Gus Ahmad Muhsin.

Begitu kamu menjejakkan kakimu di kampus FH UII, pola pikirmu akan dijungkir-balikkan, tanpa sadar kamu akan diarahkan kepada dunia nyata praktisi hukum Indonesia. Bagaimana hukum secara nyata ditegakkan di Indonesia beserta tips dan triknya, hehehehehe.

FH UII juga digawangi oleh dosen-dosen yang sangat mumpuni di bidangnya. Misalnya ada Prof. Ridwan Khairandi, Prof. Ni’matul Huda, Prof. Sefriani, Prof. Rusli Muhammad, alm Bapak Mahsun Tabroni (Pak Boni), Bapak Endro Kumoro dan alm Bapak Abdul Kholiq (Pak Kholiq). Tiga nama terakhir sangat berjasa buat Foxtrot.

BACA JUGA: KISAH DARI MAHASISWA FH UGM

Alm Pak Boni saat itu adalah dosen pengampu hukum perdata dan hukum acara perdata, dengan gaya dan fisiknya yang khas, beliau bisa transfer knowledge dengan cara yang mengasyikan.

Beda cerita sama Pak Endro Kumoro, beliau dosen spesialis hukum adat yang punya prinsip nilai A untuk Tuhan, nilai B untuk Nabi, dan nilai C untuk mahasiswa yang tingkat IQ berbintang papan atas, nilai sisanya bisa kalian tebak sendiri lah yah gaes. Penuturan Kanda Widhie kepada Foxtrot, ternyata nilai-nilai yang ditanamkan oleh beliau sangat berguna untuk mahasiswa yang kelak berprofesi sebagai advokat. Jadi logika keilmuan kalian bener-bener diuji. Kita kudu paham materi kuliah sampai ke akar-akarnya. Kece gak tuh.

Alm Pak Kholiq adalah dosen pembimbing skripsi Foxtrot, bayangin gimana pusing dan sabarnya beliau membimbing Foxtrot ngerjain tugas akhir perkuliahan.

Untuk yang suka berkegiatan minat dan bakat jangan khawatir, tenangno pikirmu. Di FH UII tersedia bwuanyak UKM-nya, ada Komunitas Peradilan Semu, Forum Kajian Penulisan Hukum, UKM Musik TM 158, Sanggar Terpidana, Tarung Drajat dan lain sebagainya.

Jadi buat adek-adek yang lagi bingung nyari kampus yang tepat, kalo kamu memang tertarik di dunia hukum, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia ini adalah kampus yang sangat tepat buatmu. Di sini kamu akan ditempa menjadi ahli di bidang hukum dengan pola pikir yang progresif. Bahwa hukum sebagai produk politik haruslah mempunyai 3 tujuan, yaitu keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.

So, sampai jumpa di dunia nyata penegakan hukum Indonesia.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!