KETIKA INDOMARET JADI TANDA HILAL NEW NORMAL

4 menit

Di tengah ramenya perdebatan soal new normal, masyarakat gak sadar kalo ternyata toko-toko sepeda hampir di semua kota besar laris manis tanjung kimpul. Toko-toko sepeda kelabakan melayani pesanan konsumen dari negara yang katanya mayoritas masyarakatnya kelas menengah ke bawah, tapi mampu beli sepeda baru harga puluhan juta. Toko sepeda meraup untung besar di tengah pandemi ini, ya wajar aja kalo Emperor Jrinx bilang pandemi ini adalah sebuah konspirasi.

Wajar juga kalo banyak temen-temen (temennya Foxtrot khususnya) yang pada bingung soal new normal versi pemerintah Indonesia ini. La wong, sejak awal semuanya ambigu dan multi tafsir og ndes. Bayangin wae, sejak awal mula corona yang bukan merk beer ini mulai eksis di negara lain, pemerintahan Indonesia masih tenang-tenang aja tuh. Bahkan cenderung nyepelein. Ada yang bilang kalo Indonesia negara tropis, jadi corona gak bakal awet di sini, ada juga sebuah teori yang menyebutkan karena sering makan nasi kucing maka rakyat Indonesia kebal corona. Mereka gak mikir apa ya, kalo masyarakat kita sering makan nasi kucing, trus kucingnya makan apa? Gimana dengan nasi-nasi lainnya?

Bahkan ada juga yang nyangkutin corona, yang notabene dimulai dari Wuhan sana, disamakan dengan produk bikinan China yang katanya gak awet. Nah to, terbantahkan sekarang kalo ada produk buatan China yang sangat sangat sangat awet, seawet ingatanmu mantab-mantab pertama kali sama mantan.

Pemerintah Indonesia gegap gempita kelabakan nanggepin corona yang ternyata bergerak secara senyap dan tepat sasaran ke jantung ibukota pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercintah ini, DKI Jakarta. Yah, walaupun pada masa injury time disalip sama ibukota Provinsi Jawa Timur yaitu Surabaya yang ternyata alon-alon waton kelakon, sabar dan berdedikasi buat nyalip DKI Jakarta sebagai pemegang puncak klasemen sementara untuk penyebaran corona virus diseasse-19 di Indonesia.

BACA JUGA: NEW NORMAL, HIDUP ‘GAYA’ BARU

Awalnya pemerintah mengeluarkan gagasan soal lockdown, di Indonesia disebut sebagai karantina kesehatan dan diatur dalam UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, yang pada intinya ngatur soal karantina wilayah. Suatu wilayah yang dikarantina, warganya diwajibkan mematuhi semua protokol karantina wilayah termasuk larangan keluar rumah. Jadi konsepnya karena warga gak boleh keluar rumah termasuk untuk cari makan, maka semua kebutuhan hidup ditanggung sama negara. Kan warga udah patuh menjalankan kewajibannya, gantian negara memenuhi hak warga masyarakatnya.

Tapi lagi dan lagi, karena pemerintah emoh kasih makan warganya lalu dibuatlah Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 yang berisi tentang penetapan keadaan kedaruratan bidang kesehatan yang terus diikutin sama Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 yang mengatur mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Gini kalo dibuat ilustrasinya, “Hei, kalian para warga masyarakat yang wilayahnya terdampak corona, kalian gak boleh keluar rumah, gak boleh ke mana-mana demi kesehatan … awas ya jangan keluar rumah!” tapi ada sambungannya ndes, “E tapi, urusan makan, beli sabun, beli air minum kemasan, beli rokok, kalian pikir sendiri ya gimana caranya. Kami sibuk nih!”

Setelah pusing liat keluhan warga, plus pusing liat perekonomian yang nyungsep, akhirnya pemerintah mencanangkan konsep new normal. Apakah memang bener-bener sesuatu yang baru, ato hanya hal lama direpackage ato bahkan mungkin gak ada yang baru sama sekali? Berkaca dari aturan soal new normal, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi, sepertinya pemerintah hendak sedikit mengesampingkan efek corona dari sisi kesehatan dan lebih menitik-beratkan penanganan dampak dari sisi ekonomi. Tujuannya tentu saja agar roda perekonomian masyarakat mampu bergerak lagi, sehingga sisi industri dan retail kembali terpacu ikut berputar, yang ujung-ujungnya negara terhindar dari krisis lanjutan dari badai pandemik global corona ini.

BACA JUGA: MENYAMBUT NEW NORMAL DI SEKOLAH

Yah, memang mbulet sih ndes, Foxtrot aja bingung apalagi kalian yang IQnya gak seberapa itu. Karena semua ada sangkut pautnya sama hak asasi manusia, hak dasar yang melekat sejak manusia itu lahir dari percampuran air mani bapakmu dan sel telur ibumu yang hasilnya adalah kamu gak ganteng babar blas. Hak dasar ini melekat dan gak bisa dilepasin sampai akhir hayat dikandung badan, kayak meterai yang udah ditempelin pake idhumu yang mambu itu ke kertas. Kan kalo dilepas lagi bakalan rusak itu meterainya ndes. Coba aja.

Dalam hal ini dua hak asasi manusia saling dibenturkan, berupa hak untuk hidup sehat dibenturkan sama hak dalam bidang ekonomi. Semuanya sama pentingnya, coba bayangin kamu sehat tapi gak bisa makan karena gak punya duit buat beli bahan makanan? Ato dibalik, kamu bisa cari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi kamunya jatuh sakit. Gak enak to?

Dalam khazanah ilmu sosial ada namanya teori Social Equilibrium yang artinya adalah sebuah proses yang terjadi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dalam upaya membentuk harmoni dan mencapai keselarasan interaksi sosial dalam suatu tatanan-masyarakat yang heterogen. Cepat ato lambat, dengan ato tanpa negara hadir, masyarakat Indonesia pasti suatu saat akan mencapai keseimbangannya sendiri sebagai respon dari ketidak-seimbangan yang terjadi karena pandemi ini. Karena kami adalah masyarakat yang mandiri, bakoh kayak cor-coran.

Daripada mbulet bingung mikirin apa itu new normal, padahal tagihan bulan ini belum dibayar, sebentar lagi wayahe anak-anak masuk kuliah, cicilan motor ditolak relaksasinya sama leasing, daripada tambah mumet, stres lalu ngendhat (gantung diri) mendingan kita sama-sama ngeliatin indomaret dan kawan-kawan yang ternyata udah mulai buka lagi seperti biasa.

Lebih gampang berpatokan sama jaringan toko waralaba indomaret buat jadi hilal datangnya new normal. Gak perlu repot belajar dan nguasain ilmu hisab dan rukyat buat ngeliat hilal yang satu ini. Begitu toko semacam ini udah pada buka dengan normal, orang-orang udah mulai sepedaan sambil masang foto di instastory berarti NEW NORMAL HAS BEGUN.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!