3 TIPS SIMPLE MENGHINDARI INVESTASI BODONG

Tujuan orang berinvestasi dengan cara menanamkan uang atau modal kepada suatu perusahaan atau project perorangan adalah untuk memperoleh keuntungan, tapi jangan sampai terkecoh. Faktanya banyak loh, investasi bodong. Berikut ini cara menghindarinya.

Jika kamu sudah merasa cukup akan pendapatan yang diperoleh untuk kebutuhan sehari-hari, maka planning selanjutnya pasti ingin berinvestasi. Dengan tujuan kamu akan mendapatkan cuan yang lebih di luar dari pendapatan saat ini.

Prinsipnya, berinvestasi merupakan kegiatan management financial yang sangat baik dan patut untuk dilakukan siapapun demi mencapai financial freedom.

Secara makna berinvestasi adalah kegiatan menanamkan modal dan biasanya berupa uang kepada suatu perusahaan atau project perorangan. Sedangkan bentuk investasi itu sangatlah bermacam-macam.

Mulai dari saham, obligasi, reksadana, emas serta surat-surat berharga lainnya. Selain itu bentuk investasi juga ada yang seperti ikut menanamkan uangnya kepada usaha teman yang baru merintis.

Inti utama dalam setiap aktivitas investasi adalah untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari atas modal yang telah ditanamkan.

BACA JUGA: 4 ALASAN MENGAPA SILICON VALLEY BANK COLLAPSE HINGGA NASIB RIBUAN STARTUP DI UJUNG TANDUK

Selain itu dalam pendekatan ilmu ekonomi tujuan orang berinvestasi yaitu menambah aset kekayaan, mempersiapkan financial freedom di masa mendatang, memupuk kebiasaan hidup hemat, sebagai cadangan untuk dana darurat dan tujuan lainnya sesuai dengan kebutuhan individu masing-masing.

Karena secara aktivitas dan tujuannya terdapat penanaman modal berupa uang dan keuntungan yang diperoleh di kemudian hari. Akan tetapi konsep investasi tersebut sering disalahgunakan.

Contohnya banyak beredar praktik investasi bodong, entah dalam bentuk aplikasi maupun secara konvensional. Misalnya mengajak join bisnis atau dengan sistem arisan yang pada akhirnya si penyelenggara kabur.

Untuk itu supaya kamu terhindar dari praktik investasi bodong, kudu cermat dan waspada ketika akan berinvestasi. Nah, berikut ini akan saya bagikan tips berinvestasi supaya terhindar dari investasi bodong.

Pertama, Jangan Mudah Tergiur Sama Keuntungan Besar yang Dijanjikan

Patut dipahami bersama, bahwa yang namanya bisnis pasti ada resikonya. Untuk itu jika kamu menemukan pihak yang mengajak berinvestasi dan keuntungan yang ditawarkan kiranya tak masuk akal, saran saya segeralah ditolak.

Sebagai contoh, sekelas bank saja yang berada dalam naungan OJK dan LPS dalam memberikan suku bunga deposito nasabahnya maksimal di angka 7% setiap tahunnya dari total dana nasabah yang tersimpan di bank.

Jadi jika kamu menemukan suatu perusahaan yang menawarkan suku bunga lebih dari 7% atau keuntungan investasi yang hitungannya lebih dari 7% dari modal yang ditanamkan, saran saya kamu kudu waspada dan curiga pren, karena rawan akan investasi bodong.

Kedua, Kenali dan Tracking Legalitas Usahanya

Selanjutnya kamu juga harus mawas diri untuk mengenal dan meriset terlebih dahulu perusahaan mana yang akan kamu tanami modal, cari legalitas usaha, bagaimana laporan keuangannya dan prospek bisnisnya ke depan.

Poin ini sangat penting untuk kamu lakukan, dengan tujuan meminimalisir resiko bisnis serta berpotensi bahwa perusahaan tersebut bodong. Karena jika perusahaan itu bodong, otomatis duit investasimu juga rawan disalahgunakan.

BACA JUGA: 5 TIPS SIMPLE HINDARI PENIPUAN ONLINE

Mencari legalitas di sini juga berfungsi menjamin uang kamu loh, pren. Contohnya kamu berinvestasi melalui aplikasi investasi, maka kamu harus tahu apakah perusahaan si penyelenggara tersebut di bawah pengawasan OJK dan LPS atau tidak. Jika tidak lebih baik jangan berinvestasi di situ, cari yang lain saja.

Ketiga, Biasakan Membuat Perjanjian Penanaman Modal

Jika kamu akan berinvestasi kepada kerabat kamu sendiri. Misalkan temanmu akan membuka usaha dan butuh modal. Maka saran saya, kamu kudu membuat perjanjian penanaman modal dan hilangkanlah pemikiran bahwa membuat perjanjian itu ribet.

Justru keribetan itu sangat penting. Kecuali kamu pengen modal yang ditanamkan hilang, jika investasi hanya bermodalkan lisan dan kepercayaan saja.

Adanya perjanjian ini sebagai rule of game, yang mengatur tentang hak dan kewajiban sejauh mana dalam proses investasi tersebut akan disepakati bersama dan bermuatan hukum mengingat kedua belah pihak.

Tiga poin simpel ini menurut saya wajib kamu tanamkan sebelum berinvestasi, daripada ujung-ujungnya kamu membuat laporan pidana Pasal 372 Jo. Pasal 378 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan karena kamu merasa dibohongi dalam berinvestasi. Mending ribet di awal, yakan.

Mohsen Klasik
Mohsen Klasik
El Presidente

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id