3 HAL YANG HARUS KAMU PERHATIKAN KETIKA MENJADI LEGISLATIVE DRAFTER!

0
Ada yang punya pengalaman di bidang legal drafting?

PERNAH DENGAR DEATH ROW PHENOMENON?

0
Udah pernah dengar Death Row Phenomenon? 

SEJARAH KONGHUCU JADI AGAMA DI INDONESIA

0
Everything has beauty, but not everyone sees it

BEGINI ATURAN PENJUALAN OBAT IMPORT!

Hay, hay, sahabat klikhukum.id, apa kabar? Ehmmm, gimana-gimana, udah mulai kerja lagi kan. Bisnis jualan online juga dah mulai ramai lagi. Ehm, btw pernah nggak sih, kalian berfikir kenapa ya para penjual obat-obatan China atau obat-obatan dari Madinah yang dijual di Indonesia tuh, murah-murah banget sampe kadang nggak masuk akal di otak kita. 

Pasti kalian banyak yang bertanya-tanya, kenapa mereka bisa jual tuh, obat-obatan murah bener. Ehm, yang pasti sih, kebanyakan dari mereka kulak dagangannya ngimpor dari luar negeri. Mereka gak harus terbang ke sana buat kulakan, jadi ya pasti lebih hemat ongkos bebs. Apalagi kalo obat-obatannya dari China, kualitasnya bagus dan harganya juga miring pake banget. 

Selain obat China, obat-obatan dari Madinah juga cukup terkenal di Indonesia, selain itu harganya juga lebih miring daripada obat-obat di Apotik pada umumnya. Biasanya obat buat lansia-lansia yang suka banget konsumsi suplemen untuk badan. Hohoo, atau juga bisa nih, obat asam urat yang dari Madinah yang khasiatnya nyata buat aku. 

Oh iya, kalo aku sering liat beberapa temenku yang jualan olshop, tiap kali dia ngimpor obat-obatan gitu banyak banget ampek berdus-dus. Sampe rasa envy dalam hati ini selalu bergejolak tiap barang dagangannya datang. Bukan apa-apa sih, cuman envy karena untungnya pasti juga nggak nanggung-nanggung. 

Btw, importir atau orang yang melakukan kegiatan impor gitu tuh, sebenarnya ada aturannya loh. Gak bisa seenaknya aja impat-impir. Nah, kali ini mending kita bahas tipis-tipis tentang aturan impor obat-obatan yuks. 

Jadi dalam UU No. 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dijelaskan bahwa perdagangan adalah tatanan kegiatan yang terkait dengan transaksi barang dan/atau jasa di dalam negeri dan melampaui batas wilayah negara dengan tujuan pengalihan hak atas barang dan/atau jasa untuk memperoleh imbalan atau kompensasi. 

Beda lagi nih, dengan perdagangan luar negeri, karena dalam UU tersebut dijelaskan bahwa perdagangan luar negeri adalah perdagangan yang mencakup kegiatan ekspor dan/atau impor atas barang dan/atau perdagangan jasa yang melampaui batas wilayah negara.

Jadi kalo menurut UU, importir adalah orang perseorangan atau lembaga atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun  bukan badan hukum yang melakukan impor. 

Sebagai importir, perusahaan atau orang yang melakukan impor harus memenuhi syarat-syarat tertentu, karena nggak sembarangan bisa dengan mudah membawa barang-barang yang mengandung unsur kesehatan  dari luar negeri  dalam jumlah banyak.

Nah, dalam Pasal 32 UU Perdagangan disebutkan aturan-aturan yang wajib dipahami para importir sebelum melakukan impor, yaitu:

  • Produsen atau Importir yang memperdagangkan barang yang terkait dengan keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup wajib:
  • mendaftarkan barang yang diperdagangkan kepada menteri; dan
  • mencantumkan nomor tanda pendaftaran pada barang dan/atau kemasannya. 
  • Kewajiban mendaftarkan barang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dilakukan oleh produsen atau Importir sebelum barang beredar di pasar.
  • Kewajiban pendaftaran barang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a dikecualikan terhadap barang yang telah diatur pendaftarannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Kriteria atas keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dapat ditetapkan berdasarkan SNI atau standar lain yang diakui yang belum diberlakukan secara wajib.
  • Barang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) ditetapkan dengan peraturan presiden.
  • Dalam hal barang sebagaimana dimaksud pada Ayat (5) telah diberlakukan SNI secara wajib, barang dimaksud harus memenuhi ketentuan pemberlakuan SNI secara wajib. 

Nah, kalo importir nggak taat sama Pasal 32 Ayat (1), maka bakalan kena sanksi  karena dalam Pasal 33 Ayat (1), disebutkan bahwa: 

  1. Produsen atau importir yang tidak memenuhi ketentuan pendaftaran barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Ayat (1), wajib menghentikan kegiatan perdagangan barang dan menarik barang dari: 
  2. distributor;
  3. agen;
  4. grosir;
  5. pengecer; dan /atau
  6. konsumen. 

Sanksi yang dia dapet gak nanggung-nanggung lho. Dan sanksi tersebut diatur dalam Pasal 109 UU Perdagangan yang bunyinya, “Produsen atau Importir yang memperdagangkan barang terkait dengan keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup yang tidak didaftarkan kepada menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Ayat (1) huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).”

Jadi gitu tuh guys, aturan-aturan yang harus dipahami kalo mau ambil barang obat-obatan dari luar negeri untuk dijual lagi. Jadi gak boleh asal dagang barang imporan ya guys. 

Yaudah, gitu dulu deh, pembahasan kita kali ini. Semoga bisa jadi selingan buat temen-temen yang masih berbisnis obat-obatan impor. Okay, see u yaaaa. 

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id