KENALAN SAMA PROGRAM JAMINAN KEHILANGAN PEKERJAAN

To be honest, aku bingung dengan situasi dan kondisi negara ini. Wageelaaa, siiih. Kurang nasionalis apa coba aku tuh, kayak gini kok bisa nggak jadi pe en es ya? Nasib, oh nasib. 

Padahal aku tu, pengen lho jadi pe en es. Bisa main zuma di kantor, tiap menjelang siang pesen es kofemix daaaan jelas nasib kehidupannya. Wkwkwk.

Nggak kayak karyawan, freelancer atau buruh, kek aku gini yang burnout terus. Dan nasibnyaaa …. Ahh, yasudahlah. 

Kemarin aku sempet nulis tentang “BALADA JAMINAN HARI TUA, PEMERINTAH GIMANA?.” Yang intinya sih, ngomongin drama Permenaker Nomor 2 tahun 2022.

Nah, ternyata dramanya masih berlanjut bos! Ini pemerintah ada masalah apa sih, sama rakyatnya? TBL TBL TBL. Tega Bangeeett Lo!

Ya, jadi permenaker Nomor 2 tahun 2022 itu lagi direvisi sama Bu Ida. Bu Ida bilang kalau sekarang aturan tentang JHT itu pakai aturan yang lama. Lhah bu, ya tanpa ibu bilang gitu juga aturan yang ibu revisi itu memang belum berlaku. Wong peraturan yang ibu bikin itu bilang, kalau pada saat peraturan menteri ini mulai berlaku (Permenaker Nomor 2 tahun 2022), maka Permenaker Nomor 19 tahun 2015 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 

BACA JUGA: PAWN, MENGENAL JAMINAN PERORANGAN

Nah, permenaker Nomor 2 tahun 2022 ini mulai berlaku setelah tiga bulan terhitung sejak tanggal diundangkan. Sedangkan tanggal diundangkannya itu tertanggal 4 Februari 2022, jadi aturan yang baru berlaku mulai 4 Mei 2022. Iya, kan? 

Jadi ketika Bu Ida bilang “Pencairan JHT menggunakan aturan lama, karena aturan yang baru masih tahap revisi” itu ibarat kamu mau nikah sama pacar barumu, tapi kamu malah fwb-an sama mantanmu. Percayalah, itu sakitnya sampe kek mau meninggoy lho. 

Hadeew, sebenernya ini jaminan untuk siapa sih? Rakyat atau pejabat? 

Tapi aku yakin sih, kalau ini semua dilakukan pemerintah demi melindungi pekerja atau buruh. Ya, buktinya aja selain JHT, pemerintah juga punya program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Mantep tenan to?  *Bismillah komisaris* *Pe en es juga ga papa*

Nah, JKP ini tuh, memang program baru dari pemerintah. Yaa, sejak UU Ciptaker, meskipun UU-nya penuh huru hara tapi bisa melahirkan program jaminan sosial, buktinya ada JKP. 

Nah, JKP ini diatur  melalui PP Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan. 

Memangnya dapet apa aja dari JKP? Jadi nantinya pekerja atau buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja mendapatkan jaminan sosial berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja dan pelatihan kerja. 

Dan JKP ini diberikan kepada pekerja, baik yang hubungan kerja berdasarkan perjanjian waktu kerja tidak tertentu maupun berdasarkan perjanjian waktu kerja tertentu. 

Jadi udah jelas ya, JKP ini untuk pekerja yang statusnya gimana. Tapi inget, JKP ini dikecualikan untuk pekerja yang mengalami PHK dengan alasan mengundurkan diri, cacat total tetap, pensiun dan meninggal dunia

Nah, untuk manfaat uang tunai itu diberikan setiap bulan paling banyak enam bulan. Mmmmhh,  kalau ada paling banyak berarti ada paling sedikit dong ya? 

BACA JUGA: PHK DI ERA PANDEMI DAN MASALAH HUKUMNYA

Tapi diaturannya cuma bilang paling banyak, berarti kalau dikasihnya dua bulan aja juga bisa dong ya, meskipun syaratnya terpenuhi? Kan yang penting nggak lebih dari enam bulan. Ya, nggak sih? 

Eh, eh, tapi inget ya, meskipun hak pekerja atau buruh, manfaat JKP bisa hilang karena tidak mengajukan permohonan klaim manfaat JKP selama tiga bulan sejak PHK, sudah mendapatkan pekerjaan baru serta meninggal dunia. 

Kalau untuk tata cara pemberian manfaat JKP sih, setauku memang belum ada aturannya. 

Ya, menurutku bener sih, kalau belum ada aturannya. Karena kan JKP ini muncul dari UU Ciptaker, sedangkan  Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 jelas telah melarang pemerintah mengeluarkan peraturan pelaksana baru dan mengeluarkan kebijakan strategis serta berdampak luas berdasarkan UU Ciptaker. 

Jadi ya, pemerintah memang nggak boleh nih, mengeluarkan aturan jika ada kaitannya dengan UU Ciptaker.

Lah, terus gimana dong, kalau nggak ada aturan pelaksananya? Ya, harusnya sih, ditunda dulu programnya sesuai dengan putusan MK. 

Eh, tapi kok program JKP ini udah rilis ya? Aneh nggak sih? Wong tata cara pemberian manfaat JKP aja belum ada kok. 

Hadew, nggak habis thinking deh. Yaa, namanya juga pemerintah, mengeluarkan jaminan yang nggak menjamin itu udah biasa kali ya.

Ashfa Azkia
Ashfa Azkia
Si Bunga Desa & Pengangguran Profesional

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id