5 KEJAHATAN DALAM SQUID GAME

Squid Game adalah salah satu serial Korea yang lagi populer diperbincangkan. Squid Game sukses menjadi serial Korea yang paling banyak ditonton di Netflix. Gak cuma populer untuk saat ini, Chief Content Officer (COO) Netflix Ted Sarandos mengatakan Squid Game berpotensi menjadi serial terpopuler sepanjang masa di Netflix.

Untuk serial Squid Game ini, sutradara Hwang Dong Hyuk mengadaptasi sejumlah permainan anak-anak yang populer di Korea. Mulai dari Red Light Green Light, Sugar Honeycumbs, Tug of War, Marbles, Glass Stepping Stone dan Squid Game.

Squid Game merupakan serial yang relatif singkat, karena cuma ada sembilan episode aja. Sembilan episode yang kejam, aneh, nyebelin, tapi tetap menarik buat ditonton. Squid Game menampilkan kompetisi misterius, dimana ratusan orang yang terlilit hutang melakukan permainan anak-anak dengan mempertaruhkan nyawa. Mereka memperebutkan hadiah uang sebesar 45,6 miliar won (sekitar Rp550 miliar). 

Serial ini menampilkan banyak sekali adegan-adegan kekerasan dan kekejaman. Ya, walaupun banyak yang bilang Squid Game gak seserem dan sekejam film Jepang yang katanya diplagiat sama Squid Game. Di Squid Game nyawa manusia gak ada harganya, walaupun di setiap kematian pesertanya, uang hadiah bertambah.

Di Squid Game banyak pelanggaran hukum yang bisa kita temukan. Seandainya aku seorang dosen di fakultas hukum, serial Squid Game ini bakal aku jadikan bahan ujian semester. Hahahaha. Mahasiswa hukum bisa belajar mengidentifikasi kasus melalui serial ini. 

BACA JUGA: CURKUM #64 PERBEDAAN PEMBUNUHAN DAN PEMBUNUHAN BERENCANA

Selama nonton Squid Game, setidak-tidaknya aku menemukan lima kejahatan yang bisa dijerat dengan hukum. Ini dia 5(lima) perbuatan tersebut.Cekidot nggih.

1. Judi

Judi di Squid Game ada beberapa versi, mulai dari judi pacuan kuda, judi tabok-tabokan dengan Gong Yo dan judi para VIP menebak pemain yang bertahan di sebuah game. Lalu judi yang paling sadis di Squid Game adalah judi para peserta yang bermain game dengan mempertaruhkan nyawanya. 

Seluruh dunia pasti mengenal judi. Judi merupakan perbuatan melawan hukum, meskipun ada beberapa negara yang melegalkan judi, seperti Italia, Spanyol dan Macau. 

Walaupun di beberapa negara judi dianggap legal, tapi aku tetap yakin kalo judinya dengan mempertaruhkan nyawa segitu banyak orang kayak di Squid Game, yaaa pasti bakal dianggap melanggar hukum sih. 

Ngomongin soal judi, di Indonesia semua tindak pidana perjudian dinyatakan sebagai kejahatan. Hal itu diatur dalam Pasal 1 UU No. 7 Tahun 1974 Tentang Penertiban Perjudian. Jadi jelas, pelakunya pasti bakal dihukum ya. 

2. Penipuan

Sadar gak ada adegan penipuan di Squid Game. Adegan tipu menipu bisa ditemukan di game kelereng. Game kelereng melambangkan kepalsuan dan integritas manusia. Jadi di game ini setiap peserta diharuskan untuk menguasai kelereng milik lawannya tanpa kekerasan. Nah, selain dengan bermain fair, beberapa pemain menggunakan intrik untuk menguasai kelereng lawan, salah satunya dengan menipu. 

Nampak sederhana, menipu cuma untuk menguasai kelereng lawan. Tapi jangan salah, kalo sampe ketipu dan kalah dalam game ini, maka orang yang kalah akan didor dan matek (kecuali si kakek).  

3. Penganiayaan dan Pembunuhan

Penganiayaan juga mewarnai serial Squid Game. Aku rasa kita semua sepakat bahwa penganiayaan dalam bentuk apapun, termasuk perbuatan jahat dan melawan hukum. 

Gak cuma dianiaya, peserta Squid Game yang kalah juga harus siap didor sampe mati. Bayangkan nyawa 455 peserta Squid Game ini cuma dijadikan mainan. 

Seandainya ada permainan gila kaya gini di muka bumi, waahh penyelenggaranya pasti kena hukuman sih. Meskipun penyelenggara Squid Game berkali-kali bilang, mereka tidak pernah memaksa peserta untuk ikut game ini, namun karena game ini berakhir dengan pembunuhan massal, si penyelenggara bisa dihukum karena telah melakukan pelanggaran HAM berat. 

BACA JUGA: MEMAHAMI PERCOBAAN PERKOSAAN DAN PERKOSAAN

4. Pemerkosaan

Buat penonton yang jeli, pasti akan menemukan satu fakta dalam Squid Game, bahwa peserta perempuan yang telah ditembak, sekarat, sebelum diambil organ tubuhnya, mereka diperkosa terlebih dahulu secara bergiliran oleh penjaga Squid Game. Jahat banget yak, uda sekarat masih juga diperkosa. Orang-orang kaya gitu harus dihukum mati oii. Ahhh, gilaaa pokoknya. 

5. Penjualan Organ Manusia

Last one, kejahatan gila lainnya yang aku temukan di Squid Game adalah penjualan organ manusia. Dalam serial Squid Game kita bisa melihat bahwa penjaga-penjaga Squid Game ikut mencari keuntungan dengan cara mengambil organ tubuh peserta yang sekarat, untuk dijual di pasar gelap.

Kalo di Indonesia jelas, organ tubuh manusia dilarang untuk dikomersialisasikan. Ketentuan Pasal 64 Ayat 3 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan tegas melarang diperjualbelikan organ dan/atau jaringan tubuh dengan dalih apapun.

Itulah beberapa kejahatan yang aku temukan selama menonton serial Squid Game. Mungkin banyak kejahatan lain yang luput dari pantauanku. Tapi yang jelasss, serial ini memang penuh kejahatan dan kekerasan. Buat yang gak tegaan, gak berani liat darah atau jantungan, aku ga rekomendasikan buat nonton Squid Game. Hihihi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum.id
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!