MIDNIGHT RUNNERS, AKSI DUA COGAN MENGUNGKAP SINDIKAT PERDAGANGAN ORANG

4 menit

Kalo lagi suntuk, nonton sinetron ala Korea (drakor) adalah obat mujarab. Cuma jeleknya kalo saya nonton drakor, susah buat berhenti. Niatnya sih nonton 1 atau 2 episode aja, eh ujung-ujungnya malah nonton marathon 16 episode. Lah, daripada kerjaan dan waktu tidur keganggu, kalo belum ada waktu yang luang banget, yaudin mending nonton film Korea saja. Sama-sama Koreanya, sekali nonton, auto ilang penasarannya.

Beberapa minggu ini, penggemar drakor heboh ngebahas A World of Married. Walaupun katanya bagus, tapi saya nggak mau nonton, soalnya masih running, takut pusing karena penasaran. Bikin nggak enak makan dan tidur. Disaat lagi galau-gundah melanda, minggu lalu tanpa sengaja saya nemu film Korea yang bagus dan lucu. Bagi kalian pecinta drakor, keknya wajib banget nonton film ini. Film bergenre action comedy berjudul Midnight Runners.     

Film berdurasi 109 menit ini bercerita tentang dua pemuda yaitu Park Ki Joon (Park Seo Jun) dan Kang Hee Yeol (Kang Ha Neul) yang lagi menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian. Keduanya masuk di Akademi Polisi karena alasan yang berbeda. Park Ki Joon masuk Akademi Polisi demi mencari kampus yang gratisan, sedangkan Kang Hee Yeol masuk Akademi Polisi karena pengen cari pengalaman baru yang lebih seru.

Awalnya sih, mereka saling ngolok dan hina-hinaan. Eh, pada akhirnya mereka malah bersahabat setelah Ki Joon ngebantu Hee Yeol yang cedera saat tes akhir.

Serius ini film bagus. Walaupun jalan cerita yang rada serius, tapi dari awal sampe akhir ceritanya banyak unsur komedi yang renyah dan segar. Ekspresi dan juga dialog yang konyol bikin saya cekikikan. Menurut saya chemistry yang dibangun antara Ki Joon dan Hee Yeol dapet banget, akting mereka bener-bener keliatan natural. Cuma entah kenapa, saya ngerasa ada yang kurang dalam film ini, kayak kurang detail aja. Mungkin karena durasi kali ya. Jadi agak sedikit nanggung.

BACA JUGA: MISI PENYELAMATAN PENGANTIN PESANAN

Sesuai dengan judulnya, film ini lebih banyak memperlihatkan adegan Ki Joon dan Hee Yeol lari-lari di tengah malam demi menyelamatkan seorang gadis yang diculik di depan mata mereka. Mereka akhirnya harus melakukan investigasi sendiri, karena laporan mereka di kantor polisi terdekat nggak mendapat follow up.

Walaupun cara mereka melakukan investigasi menurut saya agak maksa gimana gitu, secara menumpas kejahatan nggak semudah itu mamen. Apalagi kalo berurusan dengan mafia dan premanisme. Ah, tapi mari abaikan saja, soalnya adegan dan dialog mereka di sepanjang film ini tetep lucu dan seru untuk ditonton. Kombinasi mahasiswa cerdas dan mahasiswa oon tapi punya tekat yang kuat, membuktikan kalo nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini, walaupun maksa. Hahahaha.

Saya bisa bilang maksa, karena setau saya tindak kejahatan human trafficking (perdagangan orang) merupakan tindak kejahatan yang ribet dan kompleks. Ya, seperti kalian tau bahwa tindak pidana perdagangan orang merupakan contoh tindak kejahatan internasional yang rumit dan biasanya dilakukan oleh sebuah sindikat.

Eh, tapi ada yang menarik dari film ini. Saya malah baru tau, kalo ternyata sel telur perempuan bisa diperjual-belikan. Infonya nih, sel telur berkualitas adalah sel telur gadis-gadis berusia 20 tahunan. Sel telur gadis-gadis ini nantinya akan dijual kembali kepada pasangan infertil yang menginginkan keturunan.

Perdagangan sel telur merupakan perbuatan dilarang dan sangat berisiko secara medis. Jadi mungkin banget perempuan-perempuan muda menjadi incaran sindikat perdagangan orang untuk diambil sel telurnya, lalu dijual di pasar gelap. Aduh, jadi ngilu.

Aku baca di laman fimela.com, seorang ahli kandungan Dr Suen Sik Hung mengatakan, “Setiap pengambilan sel telur dari tubuh seorang wanita membutuhkan dosis tinggi untuk suntikan stimulasi pada ovarium sebelum dilakukannya operasi. Dalam dunia medis, hal ini tentu sangat berisiko tinggi bahkan dikatakan mampu menyebabkan berbagai tingkat kerusakan pada indung telur.”

Nah, film Midnight Runners ini juga menggambarkan gimana sadisnya sindikat perdagangan orang mengambil sel telur gadis-gadis muda. Sindikat tersebut menjual sel telur gadis-gadis ini ke sebuah klinik kesuburan. Bahkan digambarkan, saking seringnya diambil sel telurnya, perut si korban sampe bernanah dan borokan.

BACA JUGA: EKSPLOITASI ANAK JAMAN NOW

Dari hasil saya gugling, ternyata di China lagi ada fenomena perdagangan sel telur. Saya baca di laman wartakota.tribunnews, sel telur dijual dengan harga yang cukup fantastis, yaitu senilai 100.000 yuan atau setara 200 juta rupiah. Kriteria yang diminta pasar adalah sel telur mahasiswi dengan peforma nilai yang baik, tinggi badan, dan wajah yang cantik. Jadi pantes aja di film Midnight Runners digambarkan bahwa identitas korban dipalsukan, mulai dari nama, umur dan juga status pendidikannya. Hiyaaa, saya baru ngeh.

Jadi rupanya, bentuk-bentuk tindak pidana perdagangan orang jaman sekarang makin sadis. Makanya kita semua kudu dan wajib banget berhati-hati. Apalagi buat kalian cewe-cewe, jangan mudah tergiur dengan bujuk rayu dan iming-iming apapun yang nggak masuk akal. Misalnya nih, kalian ditawarin kerja gampang dengan gaji tinggi.

Btw, beberapa waktu yang lalu saya pernah nulis artikel seputar tindak pidana perdagangan orang, kalian bisa baca aturan dan juga penjelasan tentang TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di sana ya gaes.

Tuh kan, ternyata nonton film juga ada faedahnya. Dikit-dikit bisa nambah pengetahuan kita. Coba deh kalian nonton film Midnight Runners, ciyus filmnya bagus dan lucu. Oh ya, film ini juga saya rekomendasiin buat temen-temen mahasiswa ataupun remaja-remaja galau yang lagi bingung untuk memilih jalan hidup. Gih cuzz nonton. ~~~~~    

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!