Banyak loh, fresh graduate hukum yang tidak kurang kemampuannya, tidak kurang prestasinya, tidak kurang pemahaman hukumnya tapi gagal saat interview kerja.
Bukan karena mereka tidak cukup pintar atau kurang cukup mampu menjawab pertanyaan interviewer tapi most of them seringkali melupakan satu tips penting ini saat interview kerja. Entah itu di law firm, legal perusahaan ataupun di kantor notaris.
Apakah itu? Kuy, Baca tulisan ini sampek kelar yak!
Jangan diskip ntar kurang nyampe ilmunya, okay?
Hal yang Bakal Digali Interviewer
Btw, sedikit disclaimer bahwa ilmu ini aku dapetin dari ngobrol sama temenku yang kerjanya ngurusin SDM di Jakarta yah. Menurutku hal ini juga bukan sesuatu yang tabu di dunia HRD dan sebenarnya sebagian dari temen-temen mungkin sudah nggak asing lagi sama tips ini tapi belum sempat atau lupa mengaplikasikannya. So, aku mencoba meremind yah, semoga temen-temen inget lagi.
Tipsnya adalah temen-temen harus memahami indikator penilaian yang digunakan oleh HRD saat ini. Which is dalam dunia perSDM-an, sering disebut ASK.
Apakah itu?
BACA JUGA: DEMI WORK LIFE BALANCE! CEK DULU 5 HAL INI SEBELUM TTD KONTRAK KERJA!
Attitude
Attitude berkaitan dengan bagaimana interviewer melihat sikap dan perilaku saat sebelum, selama dan setelah interview.
Attitude adalah nilai paling penting untuk menentukan apakah seseorang layak diterima kerja atau enggak. Karena buat HRD atau user, skill dan knowledge memang penting, tapi attitude adalah fondasi apakah orang itu bisa teamwork atau enggak.
Contoh kecil perilaku yang dianggap sepele tapi ngaruh banget adalah:
- Datang tepat waktu
- Cara menjawab pertanyaan
- Ekspresi wajah dan kontak mata
- Cara duduk
- Cara mendengarkan interviewer
- Cara berpakaian
- Sampai cara temen-temen menutup interview
Nah, banyak anak hukum yang terlalu fokus nyiapin jawaban teknis sampai lupa kalau selama interview itu dirinya sedang dinilai secara keseluruhan. Bahkan dari awal masuk ruangan pun sebenarnya penilaian sudah dimulai.
Jadi gimana cara nunjukkin attitude yang baik?
Caranya:
- Jangan memotong pembicaraan interviewer
- Kalau belum paham pertanyaannya, minta izin untuk mengulang
- Jawab dengan tenang, jangan defensif
- Tunjukkan antusiasme dan
- Yang paling penting adalah humble
Ingat yah, humble itu beda sama minder. Temen-temen tetap boleh menunjukkan kemampuan, tapi dengan cara yang elegan yah.
BACA JUGA: GEN Z NGANGGUR, ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN DI DUNIA KERJA DARI POV BUSINESS OWNER
Skill
Kalau attitude bikin interviewer nyaman, skill bikin mereka yakin kalo temen-temen bisa kerja.
Tapi gini, skill anak hukum itu nggak melulu soal bagaimana temen-temen menyusun pemberkasan pidana dan perdata buat sidang di pengadilan yah.
Banyak interviewer sekarang justru lebih tertarik sama skill yang aplikatif dan relate sama dunia kerja.
Misalnya:
- Legal research
- Public speaking
- Legal drafting
- Negosiasi
- Problem solving
- Critical thinking
- Bahkan skill menggunakan tools digital
Makanya saat interview, please kurangi jawaban saya orang yang teliti dan pekerja keras. Karena semua orang juga ngomong begitu. Coba kasih contoh nyata.
Misalnya
“Waktu magang saya pernah diminta revisi draft perjanjian dalam waktu singkat dan saya belajar bagaimana memastikan klausul tetap aman secara hukum meskipun deadline mepet.”
Knowledge
Terakhir adalah knowledge atau pengetahuan. Nah, ini bagian yang biasanya paling dipersiapkan sama anak hukum.
Padahal lucunya, justru banyak yang over prepare di bagian ini sampai-sampai lupa dua aspek penting sebelumnya.
Knowledge tetap penting tentunya. Apalagi kalau temen-temen melakukan interview di law firm atau posisi legal perusahaan yang memang menuntut pemahaman hukum tertentu. Minimal temen-temen ngerti basic terkait posisi yang temen-temen lamar yah.
BACA JUGA: 3 ALASAN KENAPA BANYAK LULUSAN FAKULTAS HUKUM YANG JADI PENGANGGURAN!
Kalau melamar di law firm yang fokusnya di bidang litigasi, temen-temen mesti paham soal hukum acara. Misal, berapa lama jangka waktu mengajukan memori banding atau kasasi dan lain sebagainya.
Kalau di legal perusahaan, temen-temen harus mengerti dasar kontrak dan hukum perusahaan. Kalau melamar di kantor notaris, pahami alur administrasi dan dokumen hukum dasar.
Tapi ingat yah, interviewer biasanya nggak pengen kandidat yang over percaya diri dengan pengetahuannya. Mereka lebih suka kandidat yang mau belajar dibanding kandidat yang ‘sok tau,’
Jadi kalau memang belum tahu jawaban dari suatu pertanyaan, jangan asal jawab ya, gengs. Be kind buat jujur tapi tetap menunjukkan willingness to learn.
Contohnya:
“Sejujurnya saya belum terlalu mendalami isu itu, tapi saya tertarik belajar lebih lanjut karena…”
Percaya deh, jawaban kayak gitu jauh lebih aman dibanding asal jawab tapi salah.
So, sebenarnya interview kerja itu bukan ajang menunjukkan siapa yang paling pintar yah, gengs. Tapi siapa yang paling siap bekerja secara profesional.
Karena pada akhirnya HRD dan user bukan cuma mencari kandidat yang mengerti hukum, tapi juga orang yang bisa team work jangka panjang.
Kalo kata bos saya sih, nyari karyawan itu kayak nyari jodoh. Setidaknya bisa klik, gitu loh.
So, sedikit reminder kalo temen-temen mau interview kerja, jangan cuma belajar pertanyaan hukum yah, gengs. Tapi latihan juga cara berkomunikasi, cara membawa diri dan cara menunjukkan value diri secara utuh.
Nah, gitu dulu gengs. Semoga next interview bisa lebih baik yah. Aamiin ✨


