TIPS AMAN BERDONASI ONLINE

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga kita semua senantiasa sehat jiwa dan raganya, serta senantiasa baik adab dan akhlaknya. Aamiin ya Rabbal Alamin. 

Sekitar tahun 2018 saat terjadi bencana gempa di Lombok, banyak teman-teman aku yang ikut berdonasi secara online. Emang deh ya, untuk urusan tolong-menolong, masyarakat Indonesia memang paling juara. Gak heran kalau di tahun 2021, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia menurut Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021. Wih, bangga!

Tapi eh, tapi, sebagai negara dengan masyarakat yang majemuk, selain gemar tolong-menolong, ada juga masyarakat Indonesia yang gemar colong-mencolong. Gak tanggung-tanggung, dana donasi pun juga dicolong. Teman-teman masih inget gak, pada tahun 2017 ada kasus dana donasi yang disalahgunakan untuk membeli iPhone 7 dan mobil Toyota Fortuner. Itu loh, kasusnya Cak Budi alias Budi Utomo. Eh, ngapain bahas kasus yang lalu-lalu ya, baru-baru ini juga ada dugaan kasus penyelewengan dana donasi yang dihimpun secara online oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Udah sampe mana ya, itu kasusnya?

Banyaknya kasus penipuan yang berkedok donasi online dan penyelewengan dana donasi yang dihimpun secara online, membuat kita harus berhati-hati banget sebelum berdonasi. Dana donasi yang tidak diberikan kepada orang yang berhak dapat disalahgunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan kejahatan dan/atau dipergunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Yuk, disimak tips aman berdonasi secara online dari aku berikut ini.

BACA JUGA: BANTUAN SOSIAL UNTUK KORBAN BENCANA, INDONESIA BERDUKA

  1. Utamakan berdonasi kepada keluarga, orang terdekat atau orang yang dikenal.
  2. Jika keluarga dan orang terdekat yang teman-teman kenal sudah sejahtera, maka jika mau berdonasi secara online kepada orang lain, hal pertama yang harus dilakukan adalah cermati dan cari informasi pihak penyelenggara donasi online sebanyak-banyaknya. Cek deh, apakah pihak penyelenggara berbadan hukum atau perorangan, tujuan donasinya untuk apa, apakah pihak penyelenggara memiliki kantor dan nomor telepon yang bisa dihubungi, apakah pernah ada kasus penipuan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara serta informasi-informasi lainnya.
  3. Cek apakah pihak penyelenggara donasi online memiliki izin atau tidak, jika pihak penyelenggara donasi online tidak memiliki izin, pastikan kegiatannya sebagaimana yang tercantum pada Peraturan Menteri Sosial No.8 Tahun 2014 Pasal 4, yaitu sebagai berikut.
    Penyelenggaraan pengumpulan uang atau barang yang tidak memerlukan izin terdiri atas:
    • zakat;
    • pengumpulan di dalam tempat peribadatan;
    • keadaan darurat di lingkungan terbatas;
    • gotong royong di lingkungan terbatas di sekolah, kantor, RT/RW, kelurahan atau desa atau nama lain; dan/atau
    • dalam pertemuan terbatas yang bersifat spontan.
  4. Pastikan nomor rekeningnya sesuai dengan nama pihak penyelenggara dan hindari berdonasi online ke nomor rekening atas nama perorangan, kecuali teman-teman mengenal baik si pemilik rekening.
  5. Pastikan pihak penyelenggara transparan dalam pengumpulan donasi, di antaranya ada informasi mengenai nama dan nominal donatur yang bisa diakses dan diketahui oleh masyarakat umum.
  6. Awasi pihak penyelenggara, jika pihak penyelenggara tidak mencantumkan foto atau video bukti penyerahan donasi, maka teman-teman jangan ragu untuk meminta dan menanyakan bukti penyerahan donasi kepada pihak penyelenggara ya.
  7. Follow media sosial cerdas berdonasi, karena di sana banyak informasi dan tips mengenai cara berdonasi yang aman dan tepat sasaran.  

Akhir kata mengutip slogan Cerdas Berdonasi ”Ayo teliti, awas manipulasi.” 

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id