HKI ITU PENTING UNTUK START UP

Aku tuh paling males nonton drakor yang lagi on going, karena aku takut gak bisa nahan rasa penasaran. Aku gak sabar nunggu episode selanjutnya yang tayang seminggu dua kali. Yaah, akhirnya yang aku khawatirkan terjadi juga, setidaknya untuk beberapa minggu ke depan, aku harus menahan rasa penasaran akut, karena dua minggu yang lalu aku gak sengaja nonton drakor Start-Up. Drakor yang lagi happening banget, nget-nget-nget.

Drakor Start-Up tayang perdana pada Sabtu 17 Oktober 2020 di TVN dan Netflix. Drama ini dibintangi oleh Nam Joo Hyuk dan Bae Suzy. Sumpeee deh, ini drakor keren banget. Haissssss, seperti biasa, dari episode pertama sudah menguras emosi penontonnya. Ada unsur sedih, lucu, dan mengharukan, komplit deh.

Drama ini menceritakan tentang perjalanan kisah beberapa anak muda yang punya mimpi mendirikan perusahaan rintisan (Start-up). Suzy memerankan karakter Seo Dal Mi. Seo Dal Mi adalah gadis putus kuliah yang bermimpi menjadi Steve Jobs-nya Korea. Sementara itu, Nam Joo Hyuk berperan sebagai Nam Do San, pendiri Samsan Tech. Dia suka coding dan merajut. Meskipun setelah lulus kuliah nasibnya terlihat menyedihkan, namun sewaktu kecil Nam Do San pernah menjadi orang termuda yang memenangkan Olimpiade Matematika.

Selain Suzy dan Nam Joo Hyuk, drakor in juga diramaikan oleh Kim Seon Ho sebagai Han Ji Pyeong dan Kang Hana sebagai Won In Jae. Menurut aku drama ini bertabur aktor cakep. Aktor second lead-nya uwu banget, apalagi yang memerankan Han Ji Pyeong muda.

Di episode pertama penonton sudah disuguhkan cerita unik dan manis. Seperti biasa, drakor selalu membuat penontonnya penasaran dan menebak-nebak misteri di setiap episodenya. Kualitas akting para pemainnya sih, gak usah diragukan lagi.

BACA JUGA: 5 TIPS MAKNYUS KULINER WARALABA

Sinematografi drakor ini luar biasa. Penonton disuguhkan pemandangan yang romantis banget. Kita bisa melihat indahnya bunga sakura berguguran. Ahhh, pengambilan gambarnya bagus banget.

Oke, bukan drakor namanya kalo ceritanya dan latar belakangnya gak detail. Drama ini menyuguhkan cerita menarik di balik perjuangan perusahaan rintisan di dunia Information Technology (IT). Kalo dulu perusahaan-perusahaan membutuhkan anak IT sebagai IT Suport, jaman sekarang dunia sudah berubah, karena IT menjadi hal yang utama, seluruh aspek kehidupan manusia membutuhkan IT.

Drakor Start-Up secara nyata menggambarkan bagaimana beratnya mengembangkan aplikasi dan membuat perusahaan rintisan/perusahaan Start-Up. Episode pertama menceritakan bagaimana perjuangan ayah Dal Mi untuk mengembangkan aplikasi yang ia temukan, bahkan hingga akhirnya ayah Dal Mi meninggal dunia (eh, tapi ini ntah sih, beneran meninggal apa ngga ya).

Gak jauh-jauh dari dunia IT dan pengembangan aplikasi, ternyata Dal Mi dewasa bertemu dengan Nam Do San yang sedang terseok-seok mempertahankan perusahaan startup-nya dengan membuat aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Inteligence).

Mendirikan sebuah perusahaan rintisan (start-up) membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Digambarkan meskipun aplikasi ciptaan Nam Do San dan teman-temannya diminati banyak investor karena berhasil menang kompetisi CODA, namun tidak ada satupun investor yang bersedia mendanai perusahaan mereka. Calon investor batal berinvestasi karena aplikasi yang dibuat oleh Nam Do San tidak menarik dari segi pemasaran.

Dari drakor ini, kita bisa belajar bahwa bukan hanya kemampuan untuk menciptakan produk dan aplikasi. Mendirikan sebuah perusahaan rintisan membutuhkan kemampuan manajemen, marketing dan juga pengetahuan hukum yang mumpuni.

BACA JUGA: MACAM MACAM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Masih di episode yang sama, bukan hanya gagal mendapatkan investor, teknologi kecerdasan buatan yang diciptakan oleh Nam Do San dan teman-temannya di Samsan Tech hampir saja dicuri oleh satu perusahaan pengembang. Untung aja aksi tersebut berhasil digagalkan oleh Ji Pyeong.

Karena kepolosannya, Nam Do San dan teman-temannya tidak menyadari bahwa penemuan dan teknologinya memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Mungkin di luar sana banyak Nam Do San, Nam Do San lain yang gak menyadari arti penting dari sebuah Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sebuah aplikasi di handphone atau game, umumnya terdiri dari banyak komponen. Nah, bisa jadi ada beberapa hak kekayaan intelektual yang terkandung dalam aplikasi tersebut. Ada hak cipta yang melekat pada penciptanya, ada merek yang melekat pada brandnya atau ada hak paten yang melekat karena penemuan teknologinya.

Dulu sekira tahun 2009, aku pernah mendampingi seorang pencipta aplikasi belajar yang justru dilaporkan ke polisi karena dituduh menggunakan aplikasi belajar tersebut tanpa izin. Ehh, padahal yang dilaporkan adalah pencipta aplikasi yang sebenarnya, sedangkan yang melaporkan adalah orang yang mendaftarkan hak ciptanya. Hayooo, bingung tooo.

Itulah alasannya kenapa sebuah perusahaan rintisan alias start-up harus melek HKI, karena selain rawan pembajakan, dunia teknologi informasi juga rawan konflik atas perebutan hak cipta.

So, dengan nonton drakor Start-Up kita bisa dapet banyak pelajaran, pelajaran buat gak polos-polos amad kalo mau masuk dalam dunia bisnis. Hati-hati dengan Angel Investor. Hahahaha, jangan-jangan mereka cuma berkamuflase untuk mencuri ide dan hak kekayaan intelektual kamu yang punya nilai ekonomi fantastis. Yaa kan?

Uhuk, uhuk, jadi gak sabar nungguin episode selanjutnya. Btw, kira-kira ayahnya Seo Dal Mi masih hidup gak sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik Hukum
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!