CERITA DARI LAWYER JAKARTA SELATAN PART TIME

Menjadi lawyer berkantor di Jakarta Selatan, adalah dambaan setiap mahasiswa fakultas hukum ketika lulus. Tapi untuk merealisasikannya bukan perkara mudah, alias sulit. Untuk itu saya akan berbagi cerita tentang rasanya jadi lawyer ibu kota.

Jujurly, saya pernah beberapa kali mengurusi perkara hukum klien saya di bilangan wilayah Jakarta Selatan. Walaupun sifatnya part time.

Kenapa demikian?

Karena untuk saat ini saya masih memilih hidup di antara Tegal dan Jogja. Dua kota ini masih menjadi magnet living life yang excited. Namun bukan berarti selama ini saya hanya menjadi lawyer yang jago kandang.

Buktinya saya sudah sering menangani perkara di Jakarta. Dan beberapa tawaran untuk berkantor di sana, sejauh ini belum saya aminin. Which is di sini saya lebih memilih menjaga mental health  daripada nanti bertemu dengan job yang bikin burnout. 

BACA JUGA: CURKUM #125 DI GHOSTING ADVOKAT

Teruntuk kalian calon sarjana hukum, yang akan mengadu nasib di Jakarta khususnya Jaksel. Ada sedikit cerita yang akan dibagikan. Harapannya semoga saran ini bisa bermanfaat.

Langkah Menjadi Lawyer di Jakarta Selatan

Langkah yang dapat kalian lakukan, jika niat sudah bulat dan tekat sudah kuat untuk menjadi lawyer top di bilangan Senopati ini, simak ulasan berikut ini.

Pertama, jadilah lawyer yang selalu konsen dengan mental health.

Yup, bagaimanapun Jakarta Selatan memiliki culture sendiri dalam menghargai kesehatan mental dan jiwa seseorang. Issue ini dapat kalian praktekkan, misalnya dengan sesering mungkin update instastory tentang keintrovertan kamu.

Selain itu cobalah bahas tentang beban hidup yang menyebabkan mental illness, dengan quote-quote healing yang mengena hati.

Pokoknya storymu harus bercerita tentang healing dan mental health

Ini penting dilakukan supaya kelak kamu gak shock culture ketika sudah menetap dan tinggal serta sering nongkrong di sekitar Senopati atau bilangan Kemang.

Kedua, usahakan kamu hobi meminum kopi estetik, bobavagansa dan churros sebagai cemilannya. Basically mereka kaum Jaksel lebih prefer dengan minuman dan makan yang saya sebutkan tadi.

Jadi ketika kamu ngantor di SCBD dan circle kantormu saat jam istirahat memesan makan tadi, kamu sudah tahu dan tidak kaget. Untuk itu bisa dicoba dari sekarang.

Ketiga, kuasailah aneka ragam kasus-kasus corporate, kalo ini memang harus dan wajib kamu pelajari. Which is, selayaknya kota maju lainnya, sengketa corporate akan banyak membayangi pekerjaanmu. Jika kamu tidak menguasainya, dipastikan Jakarta Selatan gak mau menerima lawyer seperti kamu.

Contoh sederhana dari penanganan kasus corporate, secara basically kamu harus paham tentang membuat legal opinion, legal review dan legal drafting. Minimal tiga jenis layanan hukum tadi kamu mengerti dan paham. Jadi ketika disuruh membuatnya bisa selesai dengan cepat dan hasil yang pasti untuk kepentingan hukum klien.

Keempat, baik-baiklah sama seniormu. Jadi mahasiswa hukum jika tidak punya senior yang punya akses menjadi advokat di Jakarta, dapat menjadi suatu kepastian langkahmu ke sana akan berdarah-darah.

Hal ini akan sedikit lebih ringan, jika sewaktu kuliah kamu dikenal baik dan akrab sama abang-abangan di kampus. Kelak jika mereka ke Jakarta, dipastikan kamu sebagai adeknya dapat memanfaatkan akses ini.

Tentang kedekatan dengan senior inilah, yang membawa saya bisa menceritakan pengalaman ini untuk kalian.

Selain itu literally saya memang suka akan sengketa bisnis, setidaknya membuat legal opini, legal drafting dan legal review sudah sering saya lakukan bersama kantor di Jogja. Jadi tahu sendiri kan? Gimana kualitas Rumah Hukum yang menaungi klikhukum.id ini.

Walaupun singgah di Jogja, namun perkara yang sering digarap tidak kalah dengan Lawyer Jaksel.

BACA JUGA: 5 ALASAN KENAPA JASA ADVOKAT MAHAL

Menikmati Senja Jakarta Selatan

Sudah barang lumrah, ketika kamu berkantor di Jaksel akan banyak menemui sistem kerja yang overworking. Tapi selayaknya hukum alam, ‚ÄúDi mana ada kesengsaraan di situ ada kesenangan.‚ÄĚ

Pasalnya tempat kopi estetik sangat menjamur di sini. Selepas kerja kamu bisa menghabiskan waktu sejenak untuk deep talk bersama support system sembari menikmati kopi estetik senja ala Jaksel. Atau bisa juga ngomongin agenda weekend siapa tahu mau memilih tempat untuk healing.

Ngomongin soal healing untuk membahas overworking yang berimbas pada mental illness mu, Jaksel banyak menawarkan obatnya.

Mulai dari nongkrong di Kemang, sembari menikmati gigs di Lawless Burger. Atau jika ingin lebih super sonic sedikit, kamu bisa ke Senopati sembari mutualan dengan stranger yang match di tinder atau bumble bagi para kaum self love yang belum menemui pasangan.

Jadi gimana? Sudah yakin kah, Jaksel adalah kantor untuk kamu bekerja dan menghabiskan masa muda. Atau kamu mundur memilih kota asal sebagai rumah yang juga asyik untuk bekerja.

Pilihan itu, semua tergantung pada gaya hidup kamu.

Mohsen Klasik
Mohsen Klasik
El Presidente

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

1 Comment

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id