APRILIA MANGANANG, ALAMI HIPOSPADIA HINGGA STATUS HUKUM

Seperti biasa Foxtrot yang bukan apa-apa ini kehabisan ide buat bikin tulisan untuk dimuat di klikhukum.id. Kalo jadi orang serba nanggung kui susah ndes, pengacara kok ya gak terkenal, nulis pun gak ada yang mau baca, kecuali orang-orang kurang gawean. 

Tetiba Foxtrot dapet ide setelah baca berita selebaran soal atlet voli wanita yang berganti kelamin jadi laki-laki. Yawislah, daripada kena omel El Presidente yang baru galau, mari kita simak khayalan Foxtrot dan Gombloh kali ini.

Sek-sek, udah pada ngerti belom sama yang namanya hipospadia?

“Mbloh, ngerti hipospadia ora koe Mbloh?” Tanya Foxtrot di tengah-tengah kerja bakti bikin jalan di kampungnya. Biasa ndes, kalo kerja bakti gini Foxtrot sama Gombloh paling rajin. Lumayan sarapan gratis pake jajanan pasar sumbangan ibu-ibu kampung.

“Lagune Gita Gutawa Trot, Pergi kau ke luar angkasa, hipospadia di kutub utara,
hilang di samudra antartika dan jangan kembali. Sik kui to?” Jawab Gombloh malah karo nyanyi ora cetho.

“Kui hipotermia, Mas Gombloh!!” Jawab Mbak Ika sambil lewat.

“Nah, bener kui Mbak, kui hipotermia Mbloh. Jian bocah ora dong-an!” Ketus Foxtrot sambil nyemil arem-arem berbalut kulit dari adonan telur dadar.

BACA JUGA: PAWN, MENGENAL HAK PERORANGAN

“Jadi ngene Mbloh, hipospadia adalah suatu kondisi kelainan bawaan yang terjadi ketika letak lubang kencing pada kelamin bayi laki-laki yang tidak normal, tidak selayaknya kelamin bayi laki-laki pada umumnya. 

Nek dilihat sekilas, kelamin bayi laki-laki yang termasuk dalam kondisi ini lebih mirip kelamin bayi wanita Mbloh. Nah, kalo kondisi hipospadia ini telat diketahui bisa menyebabkan ambiguinitas jenis kelamin pada si bayi ketika beranjak dewasa.” Kata Foxtrot macak dokter Sp.OG yang bukan spesialis kandungan, tapi spesialis organ genital.

“Ya kayak Mas Gombloh itu, mukanya ambigu. Absurd!” Kata Mbak Ika sekenanya sambil ngaduk semen buat ngecor jalan.

Ho oh, raiku obscuurlible og Mbak!” Ketus Gombloh.

“Ooooo, kayak yang dialami Mbak Mas Aprilia Manganang itu ya Trot?” Lanjut Gombloh.

“Yoi Mbloh, Serda Aprilia Manganang mantan atlet voli yang telah berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di per-voli-an duniawi itu. Menurut CDC hipospadia terjadi pada 1 dari 200 bayi di Amerika Serikat sana. Dan di Indonesia sebenere ada beberapa kasus hipospadia Mbloh, gak cuman Mas April ini.” Kata Foxtrot.

“Sedangkan miturut jurnal yang dikutip sama kumparan.com dengan judul jurnal Common Practice of Hypospadias Management by Pediatric Urologists in Indonesia: A Multi-center Descriptive Study from Referral Hospitals’ (2019), ada 591 kasus hipospadia yang tercatat sepanjang Juni-September 2018 Mbloh. Jadi kamu gak sendirian Mas Serda April.” Sambung Foxtrot kemudian.

“Trus gimana status hukumnya Trot? Kan Serda April berubah status dan jenis kelaminnya, apa semua data kependudukannya ikutan berubah Trot?” Tanya Gombloh.

Ha jelas melu berubah to Mbloh, negara gak boleh menghalangi perubahan status seperti yang dialami Serda April ini. Negara justru harus mengakomodir, serta melindungi hak asasi yang bersangkutan sebagai natuurlijk persoon yang punya kedudukan yang sama di mata hukum.” Jawab Foxtrot.

“O ya ya … trus caranya gimana Trot? Apa langsung aja ke Disdukcapil setempat buat ngerubah akte kelahiran dan identitas kependudukan yang lainnya?” Lanjut Gombloh.

Yo ora ngono juga Mbloh, gak serta merta capil bisa ngerubah data-data yang udah tercatat donk. Yang bersangkutan perlu ngajuin permohonan penetapan ganti kelamin ke pengadilan negeri setempat, dilengkapi sama bukti dan saksi yang mendukung permohonannya. Misalnya rekam medis yang menunjukkan kalo seseorang mengalami kelainan atau gangguan kesehatan tertentu yang menyebabkan jenis kelaminnya yang terdahulu diragukan Mbloh.”

BACA JUGA: AKIBAT CINTA KELEWAT BATAS

“Setelah permohonan perubahan jenis kelamin tersebut dikabulkan, baru yang bersangkutan mengurus administrasi lebih lanjut ke dinas kependudukan dan catatan sipil tempat dia tercatat data-datanya Mbloh.” Sambung Foxtrot.

“Oiya Trot, keknya pernah denger juga ada mantan hakim yang ngajuin permohonan perubahan jenis kelamin di PN Bantul tahun 2016 kemarin Trot.” Kata Gombloh.

“Nah, bener kui Mbloh. Yang bersangkutan sekarang sukses secara sah dan meyakinkan berubah status jadi laki-laki. Permohonannya di PN Bantul tahun 2016 dikabulkan Majelis Hakim, tentu aja didukung sama fakta-fakta persidangan dan diperkuat dengan pertimbangan Majelis Hakim.” Jawab Foxtrot.

“He eh Trot, mirip kek kasusnya Lucinta Luna yang dulu bikin bingung Pak Polisi itu ya?”

Yo rodo-rodo bedho sih Mbloh. Kalo Lucinta Luna kan memang operasi ganti kelamin alias transgender, baru buat permohonan perubahan jenis kelamin. Sedangkan Serda April dan mantan hakim tadi itu kan karena keadaan genetik bawaan yang mengharuskan adanya perubahan soal status jenis kelamin di identitasnya.”

“Tapikan intinya sama Trot, perubahan jenis kelamin di data kependudukan. Ya toh?” Jawab Gombloh gak mau kalah.

“Sak karepmu lah Mbloh!” Ketus Foxtrot.

AUTHOR NOTE:
Selamat menikah buat Mas Dicky Parmudiawan ya, sakinah mawadah warahmah banyak anak banyak rejeki awet tekan tuwek Mbis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klik Hukum
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!