5 PERBUATAN JAHAT YANG TIDAK DAPAT DIPIDANA

Sebagai negara hukum, semua tata kehidupan masyarakat Indonesia diatur oleh hukum. Ada banyak peraturan yang bersifat memaksa dan punya sanksi yang tegas. Tapi gak semua perbuatan yang dianggap jahat atau melanggar hukum itu bisa dipidana loh, aku punya beberapa contohnya. 

1. Menghamili Perempuan Dewasa

Salah satu perbuatan yang jahat, tapi gak bisa dipidana adalah perbuatan laki-laki yang gak mau bertanggung jawab atas kehamilan pacarnya. Sebelumnya aku juga dah pernah bahas ya, di artikel “Sanksi Hukum Untuk Pacar Yang Gak Bertanggung Jawab.

Jadi gini, gak ada sanksi pidana untuk laki-laki yang gak mau bertanggung jawab atas kehamilan perempuan dewasa yang sudah ditidurinya, jika perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka, maupun tanpa adanya paksaan atau unsur perkosaan. Meskipun perbuatan lelaki itu jahat dan merugikan pihak perempuan, tapi sayang sekali gak ada perlindungan hukum dan keadilan buat si perempuan.

Kenapa ya begitu? Ya, karena memang gak ada aturan yang mengatur tentang sanksi pidana atas perbuatan tersebut. Hmm, itulah penyebab buaya darat yang gak punya rasa tanggung jawab bisa melenggang bebas dan berkeliaran mencari mangsa. 

2. Menelantarkan Istri Siri

Perbuatan jahat lainnya yang masuk nominasi kali ini adalah menelantarkan istri siri. Rugi banget deh, jadi istri siri. Perkawinan siri memang sah secara agama, tapi sayangnya gak diakui secara negara. Kalo udah gitu, suami bisa berlaku seenak-enaknya. Doi bisa kawin lagi kapan aja, tanpa perlu minta izin ke istrinya. Anak hasil perkawinan siri juga gak punya hubungan hukum dengan bapaknya. Hartanya yang diperoleh selama perkawinan, gak bisa jadi harta bersama. 

Udah gitu, kalo suami gak menafkahi, gak tanggung jawab dan menelantarkan anak dan istri siri, ya wassalam, hukum gak bisa membantu serta memberikan keadilan untuk anak dan istri siri. UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga tidak mengakomodir sanksi pidana terhadap penelantaran anak dan istri perkawinan siri. 

Bener sih, UU PKDRT itu ruang lingkupnya luas, karena yang penting masuk dalam ruang lingkup rumah tangga dan hidup dalam satu rumah, tapi prakteknya istri siri sulit untuk melaporkan suami sirinya ke polisi apabila suaminya melakukan penelantaran. Lah, wong kawinnya gak diakui negara, ya gimana negara mau maksain suaminya untuk bertanggung jawab terhadap anak dan istri siri.  So, buat cewe-cewe, say no to nikah siri ya.  

3. Gak Mampu Membayar Hutang

Paling sebel kan kalo kita nagih hutang, lalu yang ngutang jawabnya ngegas dan bertingkah lebih galak. Dulu aku juga pernah bikin artikel, Cara Menagih Hutang Yang Baik dan BenarKalo yang diutangi emang gak niat bayar hutang, ya setidaknya ada beberapa cara untuk menagihnya dengan cara yang legal. Bahkan bisa juga nih, kita laporin secara pidana, misalnya kita laporkan penipuan dan penggelapan (asal unsurnya terpenuhi ya).

Masalahnya, kalo pas banget nih, yang diutangi memang kere hore. Gak mampu bayar hutang, yaa wes, apapun upaya kita bakal mentok. Orang terbukti gak mampu bayar hutang, gak bisa dipidana gengs. UU menjaminnya. Pada prinsipnya ketentuan Pasal 19 Ayat (2) UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa, “Tidak ada seorang pun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang.”

Jadi, meskipun perbuatan gak bisa mengembalikan hutang itu jahat, apalagi kalo yang dipinjemin uang juga orang yang lagi kesulitan keuangan, tapi kita gak bisa mempidanakan orang yang gak mampu bayar hutang.

4. Percobaan Penganiayaan

Perbuatan jahara lainnya yang gak bisa dipidana adalah percobaan penganiayaan. Kalo ada orang yang niat mukul kamu, tapi kamu bisa mengelak dan pukulan tersebut gak kena, maka kamu gak bisa melaporkan perbuatan tersebut ke polisi. 

Polisi pasti akan menolak laporan kamu, karena ketentuan Pasal 351 Ayat 5 KUHP mengatur bahwa percobaan penganiayaan tidak dipidana. Walaupun ada niat dan sudah ada percobaan untuk melakukan penganiayaan, tapi karena aturannya tegas mengatur demikian, yaudin lah, perbuatan jahat tersebut gak bisa dipidana. Maafin aja udah.

5. Ngomong Anjay

Nominasi terakhir, perbuatan jahat yang gak bisa dipidana adalah ngomong anjay. Di tahun 2020 sempet heboh tentang surat edaran dari Komisi Nasional Perlindungan Anak yang menyatakan ngomong anjay bisa dipidana, karena termasuk dalam kategori kekerasan verbal. 

Lalu, pro kontra bermunculan atas munculnya surat edaran tersebut. Lucunya, banyak netizen yang beralih memilih kata anjir untuk menggantikan kata anjay. Nah, meskipun menurut KN Perlindungan Anak, kata anjay merupakan kejahatan verbal, tapi menurut aku pribadi, orang yang ngomong kata anjay gak bisa dipidana. 

Mau pake pasal apa kak? Mau pake pasal perbuatan tidak menyenangkan di KUHP, frase “perbuatan tidak menyenangkan” sudah dihapus Mahkamah Konstitusi. Mau pake UU Perlindungan Anak, yaa kali kalo yang kita katain orang udah dewasa, gak mungkin juga menjerat pake UU Perlindungan Anak. 

Lagian kalo gara-gara ngomong anjay seseorang bisa dipidana, wah bakal penuh semua penjara yang ada di Indonesia. Ya gak. 

Nah, itulah 5 nominasi perbuatan jahat yang gak bisa dipidana versi aku. Mungkin masih ada yang kelewat atau gimana. Yuukks lah,kalian bisa tambahin atau komen di kolom komentar. Gak usah terlalu serius atau baper, ini artikel cuma sekedar buat bahan diskusi santuy.

2 thoughts on “5 PERBUATAN JAHAT YANG TIDAK DAPAT DIPIDANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum