5 ALASAN MAHASISWA FAKULTAS HUKUM HARUS BISA MENULIS

Dulu banget, sekira tahun 2009, aku pernah punya blog pribadi yang isinya artikel-artikel hukum. Waktu itu masih ngehits ngeblog di Bloger, WordPress dan Multiply. Tulisanku pernah beberapa kali jadi referensi untuk skripsi dan tesis mahasiswa lainnya. Bangga dong ah.

Kadang kalo lagi males nulis, tugas kuliah-pun aku post di sana. Pokoknya seneng banget deh, karena blogku banyak visitornya. Di jaman itu aku sudah punya fans-fans yang menganggap aku pinter (padahal B aja), hahahaha. Yupe, sesenang itu rasanya punya blog, semacam hidupku bermanfaat. Apalagi kalo ada yang komen, makasih kakak, artikel ini yang aku cari-cari, hahahhaa.

Dari blog aku juga bisa dapetin uang, pake adsense itu loh. Semasa kuliah aku juga sering mengirimkan tulisanku di media cetak. Mayan dapet fee dobel, karena kalo mencantumkan nama dan asal universitas, maka aku dapet fee dari media cetak terus dapet fee juga dari kampus. Beberapa teman aku juga ada loh, yang menggantungkan hidupnya dari fee menulis di media cetak. Iya media cetak, karena jaman itu belum hits media online kayak sekarang.

Banyak hal yang aku dapatkan karena menulis. Skill menulis itu harus selalu diasah, makanya sampai sekarang aku masih terus belajar dan berlatih untuk menulis. Skill menulis itu harus diasah sejak dini. Memang sih, gak ada kata terlambat buat belajar. Tapi kalo lebih awal kita belajar, maka hasilnya juga pasti lebih baik. Menurut aku, fase terbaik seseorang mulai aktif menulis itu pada saat jadi mahasiswa.

Menurut pengalaman aku, mahasiswa fakultas hukum malah wajib banget punya skill menulis. Aku punya 5 (lima) alasan kenapa mahasiswa, terutama mahasiswa fakultas hukum harus bisa menulis.

BACA JUGA: TIPS SUKSES MENULIS SKRIPSI

Pertama, melatih berpikir sistematis. Berpikir sistematis ini wajib banget dikuasai agar kita dapat menganalisis setiap masalah secara ilmiah, efektif dan efisien. Dengan berpikir sistematis, kita mampu melihat dan menemukan akar masalah secara objektif dan akurat.

Ketika kita membuat sebuah tulisan, kita harus membuatnya secara sistematis. Alurnya harus runtut dan gak lompat-lompat. Melalui sebuah tulisan kita berusaha untuk menyampaikan sebuah informasi kepada pembaca. Semakin baik kualitas seorang penulis, maka semakin mudah tulisannya dipahami. Ya kan?

Kedua, bekal untuk bekerja. Minggu lalu aku pernah bahas dalam artikel tentang “KELAS MENULIS ALA KLIKHUKUM.ID“, bahwa skill menulis itu penting banget buat bekal sarjana hukum memasuki dunia kerja.

Setiap profesi hukum itu menghasilkan karya tulis loh. Hakim dengan putusannya, notaris dengan perjanjian dan aktanya, jaksa dengan dakwaan dan tuntutannya, pengacara dengan gugatan dan pledoinya. Itu artinya setiap profesi hukum wajib punya skill menulis.

Selain untuk melatih berpikir sistematis, menulis juga bisa melatih logika hukum kita. Dengan menulis kita bisa menyajikan hasil analisa hukum kita melalui sebuah tulisan. Kalo skill menulis kita ambyar, berarti berkas dan dokumen perkara kita juga ambyar. Gimana orang bisa mengerti maksud dan tujuan kita, jika kita tidak bisa menyajikannya dalam sebuah tulisan.

Ketiga, sarana untuk personal branding. Yupe, ini juga dah pernah aku singgung dalam artikel aku sebelumnya. Menulis itu bisa menjadi sarana untuk personal branding. Melalui personal branding kita bisa memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat tulisan di media sosial, blog, atau situs web pribadi.

Misalnya kamu seorang advokat, maka kamu harus membangun citra diri sebagai seorang advokat yang profesional. Sederhananya kamu bisa membangun brand dan citra diri melalui tulisan di media sosial, misalnya. Orang-orang akan mengenal kamu sebagai seorang advokat, sehingga ketika mereka ada masalah hukum, maka orang pertama yang diingat tentu saja kamu.

Trust me, it works. Aku sudah membutikannya, aku sering dapet klien dari gugel dan media sosial.

Keempat, jadi orang yang bermanfaat. Sebagai seorang intelektual, mahasiswa punya tanggung jawab untuk belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Mahasiswa wajib menyebarkan ilmu pengetahuan yang dikuasai terutama kepada masyarakat awam. Dengan menulis tentu saja kita menjadi mudah untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, gagasan, ide, informasi dan kritikan pada khalayak.

Jangan diem-diem bae, sebarkan semua pengetahuan yang kita punya, biar jadi ladang pahala. Bukankah salah satu pahala yang tidak akan putus adalah ilmu yang bermanfaat.

Kelima, bisa menghasilkan uang. Pengalamanku jelas membutikan bahwa menulis bisa menghasilkan uang. Banyak sedikit itu relatif, tapi ketika aku masih kuliah, fee dari tulisanku itu bisa dipake buat hidup sebulan. Hahahaha.

BACA JUGA: KELAS MENULIS ALA KLIKHUKUM.ID

Jaman sekarang selain media cetak, banyak banget media online yang memberikan fee untuk setiap tulisan yang diterima. Tapi tentu saja, tulisanmu harus bagus dan memang bernilai jual. Kalo masih belajar, dapet benefit seperti di poin 1 sampe 4 aja dah bagus banget. Namanya juga proses, ya kan??

Begitu pentingnya skill menulis untuk mahasiswa, sampai Pramoedya Ananta Toer pernah bilang, “Jika engkau ingin mengenal dunia, maka membacalah. Namun, jika engkau ingin dikenal oleh dunia, maka menulislah.”

So, mumpung masih pada kuliah online, gabut karena kegiatan offline di kampus berkurang, yukslah kita belajar untuk meningkatkan skill menulis melalui kelas menulis ala klikhukum.id.

Acaranya hari Sabtu, tanggal 19 Desember 2020. Ada mas Iqbal Aji Daryono yang akan memberikan materi seputar cara menulis artikel populer. Beliau adalah penulis ngehits yang tulisannya bisa kamu baca di detik.com, mojok.co dan berbagai media online lainnya.

Kamu juga bisa dapatkan benefit bimbingan menulis bersama redaktur klikhukum.id via telegram. Yang terpenting, jika tulisan kamu menarik, maka tulisan kamu juga berpeluang untuk ditayangkan di klikhukum.id.

Gimana, seru kan. Yukss, gabung sama redaktur klikhukum.id di kelas menulis ala klikhukum.id. Ditunggu yaaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Klikhukum
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!