3 ALASAN KENAPA MENGADOPSI SPIRIT DOLLS

Well, minggu ini lini medsosku isinya berita tentang trend memelihara sprit dolls alias boneka arwah. Awalnya aku emang sempet baca kalo si Ivan Gunawan (Igun) baru aja mengadopsi bayi (padahal sebuah boneka). 

Aku sih, gak terlalu ngikuti kelanjutannya. Eeh, ternyata gak sampe seminggu, banyak artis dan seleb lain yang ikutan mengadopsi boneka bayi-bayian itu. Aku pikir ini cuma trend lucu-lucuan doang, gak taunya ini jadi trend serem-sereman.  

Gimanalah, aku gak bilang serem. Entah gimana awal mulanya, tetiba boneka bayi adopsian para artis ini disebut dengan boneka arwah alias spirit dolls. Banyak pro dan kontra terkait trend adopsi si spirit dolls ini. Kalo kata Pundi (IT Man Klikhukum), spirit dolls ini cuma rebranding dari jenglot. Hahahaha.

BACA JUGA: EKSPLOITASI ANAK ATAU MEMBANTU ORANG TUA?

Ngomongin soal mengadopsi boneka bayi-bayian ini, kupikir ada beberapa alasan kenapa orang tertarik untuk mengadopsinya. Gass, mari kita bahas.

Gak Ribet Secara Hukum

Kalo aku baca, alasan si Igun mengadopsi boneka yang bernama Miracle Putra Gunawan dan Marvelous Putra Gunawan adalah karena ia bisa memperlakukan kedua boneka ini seperti anak kandungnya sendiri.

Oke, oke, aku bisa banget maklumin alasan Igun. Ia ingin merasakan keseruan mengurus anak, tanpa repot ngurusin anak beneran. Sebagai mamak beranak dua, aku tau banget rempongnya ngurus seorang anak dari bayi oek sampe beranjak gede. 

Oh ya, kalo anaknya hasil adopsi. Bah, gak cuma repot fisik, mental dan spiritual, kita juga bakal repot dengan urusan legal. Tau sendirikan, mengadopsi anak di Indonesia ini bukanlah perkara mudah.

Aturan dan prosedur adopsi anak diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak. Banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum melakukan adopsi anak, misalnya pasangan harus sudah menikah minimal 5 (lima) tahun. 

Ada laporan sosial dari sosial setempat, sudah mengasuh calon anak angkat minimal 6(enam) bulan sejak pemberian izin pengasuhan, mendapatkan izin dari menteri atau dinas sosial dan terakhir harus mengajukan permohonan penetapan melalui pengadilan. 

Nah, kebayang lah ribetnya cem mana gengs. 

Gak Repot dan Gak Ada Tanggung Jawab

Jadi orang tua itu berat men. Banyak biaya yang harus dikeluarin buat ngopenin anak. Mulai dari diapers, susu, makan, baju, juga pendidikannya. 

Ketentuan Pasal 26 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sudah jelas mengatur bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:

  • mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak;
  • menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya;
  • mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak; serta
  • memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.

Artinya banyak hal yang harus kita lakukan buat ngurus anak beneran. Gak cuma biaya, kita perlu meluangkan banyak waktu, tenaga dan efort buat ngidupin seorang anak manusia. Setidaknya mengasuh benda mati pasti lebih mudah daripada mengasuh anak. Gak perlu repot dan gak ada tanggung jawab yang harus dipenuhi.

Kalo dah bosen dan males ngurusin si boneka bayi, orang tua angkatnya tinggal beberes dan masukin si bayi ke kotak, terus disimpen. Hahaha. Nah, kalo anak manusia?

BACA JUGA: ATURAN HUKUM TENTANG EDUKASI SEKSUAL ANAK

Ngikuti Trend aja

Last one, salah satu alasan kenapa orang-orang berminat untuk mengadopsi boneka bayi adalah ngikuti trend biar kekinian.  Dahlahh, kalo alasannya cuma ngikuti trend, jujur aja aku sama sekali gak bisa memahami. 

Gimana ya, aku liatnya aja aneh. Tapi kayanya bukan cuma aku yang bilang aneh, banyak juga netizen yang membully para seleb yang mengadopsi boneka bayi ini.

Bukan cuma aneh, banyak juga loh yang resah dengan trend adopsi boneka ini. Aku sempet liat Tiktoknya psikolog terkenal Dr. Lita Gading, beliau meminta agar orang-orang terdekat Igun mengingatkan kalo kebiasaannya ini bisa berdampak buruk dan berpotensi membuat trend buruk yang akan diikuti oleh para fansnya. Yaa, kurang lebih gitulah statementnya.

Cuma aku liat di medsos, kayaknya Igun gak mau menanggapi dan ngakunya gak peduli sama cibiran netizen. Jadi, yasudahlahhhh biar aja. 

Nah, kira-kira itulah tiga alasan kenapa para seleb lagi pada keranjingan memelihara boneka bayi-bayian ini. 

Kalo menurutmu, apa lagi alasannya gengs? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum.id