PERINGATAN PEMBERONTAKAN G30S/PKI DAN ORGANISASI TERLARANG

 Hello, precious people! 

Udah akhir September nih, udah berasakan vibes-vibes peringatan 30 September. Pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) 57 tahun yang lalu tentu masih menyisakan kenangan pahit bagi warga negara Indonesia.  Beberapa orang mencoba untuk ‘memaafkan,’ namun untuk melupakan tragedi berdarah ini adalah hal yang mustahil, khususnya bagi keluarga korban.

Luka lama ini tidak akan dilupakan oleh bangsa Indonesia, oleh karenanya satu tahun sekali diperingati hari Pemberontakan Gerakan 30 September/PKI atau yang lebih akrab disebut Gestapu/G30S/PKI. 

Tidak tercatat dalam sejarah perang dunia manapun, ada enam perwira tinggi dan satu perwira pertama gugur dalam satu malam. Ini hanya ada di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah secara resmi melarang aktivitas apapun terkait komunisme melalui Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966/tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia. 

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus mengetahui apa itu komunisme, lalu mengapa tidak diperbolehkan di Indonesia. Harapannya sih, generasi penerus bangsa ‘paham,’ jadi nggak bakal terulang lagi peristiwa kelam semacam ini. 

Jasmerah! – Ir. Soekarno

Jangan sesekali melupakan sejarah! Presiden Soekarno telah memperingatkan kepada penerus bangsanya, bahwa jangan sesekali melupakan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.  

Komunis adalah paham ideologi yang pada mulanya dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels pada 21 Februari 1848, yang menghasilkan buku ‘manifesto politik.’ Pada intinya, ideologi ini meyakini bahwa dari sisi ideologi, politik, sosial dan ekonomi didasarkan atas sama rata, sama rasa, sehingga akumulasi modal individu dan seluruh alat-alat produksi dikuasai oleh negara.  

Terlihat baik, ya? Namun, jangan salah! Aktivitas dari ideologi komunisme ternyata dilarang di Indonesia, ini sebabnya:

BACA JUGA: HARUSKAH KITA BOIKOT WIKIPEDIA KARENA PKI?

  1. Bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Pada sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” menunjukkan adanya nilai spiritual yang bernaung di dalam jiwa masyarakat. Namun, kaum komunisme melandaskan keyakinannya pada historical materialis. Persoalan spiritual dipandang oleh Karl Marx sebagai candu yang akan memicu perbedaan kelas sosial. Dengan kata lain agama hanya akan jadi penghalang bagi terwujudnya masyarakat komunis.

  1. Pemberontakan yang berkelanjutan.

    Pemberontakan yang dilakukan PKI sudah terjadi sebanyak dua kali pasca negara Indonesia diproklamirkan merdeka.
    • Pemberontakan PKI Madiun 1948

      Pemberontakan pertama dijumpai dalam kudeta Madiun tahun 1948. Setidaknya ada 60 korban tewas. Latar belakang terjadinya pemberontakan PKI Madiun 1948 karena rasa kecewa Amir Sjarifuddin  terhadap perjanjian Renville 17 Januari 1948.

      Amir Sjarifuddin yang pada saat itu menjabat sebagai perdana menteri, membentuk Front Demokrasi Rakyat yang bekerjasama dengan golongan sayap kiri seperti, Partai Komunis Indonesia dan lain-lain. Ringkasnya, Amir Sjarifuddin yang bekerjasama dengan Muso ingin mendirikan Republik Indonesia Soviet yang berhaluan komunis dengan cara mengganti dasar negara Pancasila dengan komunisme. 

      Akhirnya, pemberontakan ini berhasil dipadamkan. Dalam operasi bersenjata Musso tewas, sedangkan Amir Sjarifuddin diadili dan dijatuhi hukuman mati. 
    • Pemberontakan G30S/PKI

      17 tahun berlalu, pemberontakan yang didalangi oleh PKI kembali terjadi. Perlu diketahui, tidak seluruh ‘kepala pecong’ PKI tertangkap dan diadili pada tahun 1948, beberapa di antaranya melarikan diri. D.N. Aidit adalah salah satunya, beliau lah yang menjadi pengatur orkestra malam berdarah itu.

      Ketegangan yang terasa antara Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang berhaluan nasionalis–pancasilais dengan partai komunis semakin menjadi-jadi. Usulan pembentukan angkatan ke-5 yang menginginkan kaum buruh petani dipersenjatai ditentang keras oleh petinggi angkatan darat.

      Hal ini memicu upaya cout de etat  yang menewaskan enam perwira tinggi dan satu perwira pertama gugur. PKI menculik mereka karena ingin memfitnah bahwa angkatan darat lah yang berusaha menggulingkan rezim Soekarno.

      Tujuan dari kudeta ini adalah mengganti ideologi Pancasila dengan komunis. Banyak pengamat melihat upaya kudeta ini sebagai kudeta gagal terkeji. “Tidak ada di sejarah manapun, baik pada perang dunia pertama maupun kedua, tujuh perwira dihabisi dalam satu malam.”

      Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan operasi bersenjata yang dikomandoi Mayor Jenderal Soeharto, dengan cara penyergapan taktis yang dipimpin oleh Kolonel Sarwo Edhie ke Stasiun RRI yang telah dikuasai PKI pada saat itu. Akhirnya D.N. Aidit dieksekusi mati dan pemberontakan pun berhasil padam.

      Hal inilah yang melatarbelakangi pemerintah mengeluarkan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966/tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia. Pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran komunis/marxisme-leninisme.

Nah, bagaimana teman-taman? Sudah tahu kan, kenapa Partai Komunis Indonesia ditetapkan sebagai organisasi terlarang di tanah air kita? Sebagai generasi penerus, kita mempunyai kewajiban untuk menjaga negara ini agar tidak melenceng dari Pancasila dan peristiwa kelam ini tidak terjadi lagi.

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id