PERMISI, VISI MISI PASLON 1 MAU LEWAT!

Halo, basudara semua, sudahkah kalian nonton debat kemarin? 

Sedikit sharing kakak-kakak sekalian, jadi pas banget kemarin si aji mumpung, pelaksanaan debat capres bertepatan dengan flash sale Promo 12.12 di toko-toko online. Sa merasa ada sedikit kesangsian dengan hari debat yang bertepatan dengan flash sale. 

Sa rasa seperti ada yang aneh dan kurang dari itu debat, tapi Sa tidak tahu apa itu. Setelah ke sana-kemari berpikir akhirnya muncul sebuah asumsi, apakah KPU tidak berpikir apabila melaksanakan debat pertama di hari flash sale, konsentrasi masyarakat jadi terbagi? 

Di hari itu, banyak kaum milenial dan gen-z tengah disibukkan dengan dilema antara mantengin barang promo atau mantengin debat. Nah, gen-z maupun kaum milenial jelas merasa bingung kayak Aldi Taher. Ingak, hal itu bisa menyebabkan stres bahkan mental illness. 

BACA JUGA: APA AJA SIH KEGIATAN KAMPANYE YANG DIATUR DI DALAM UU PEMILU?

Sa sadar kalau kondisi dompet nggak pantas untuk cek out. Akhirnya sa putuskan untuk fokus nonton debat saja. Ternyata kakak-kakakku sekalian, banyak hal yang unik dari debat capres part satu. Mulai dari sistem debatnya yang outdoor, hingga pemaparan visi misi dan program kerja yang setelah didengar rasa-rasanya terdapat kengawuran dan pesimisme yang cukup besar khususnya di Sa pung mata sebagai mahasiswa. 

Sa bahkan merasa ada beberapa capres yang menjawab pertanyaan tidak sesuai konteks bahkan malah blunder ke sana-kemari. Misalnya, ada paslon ketika diberi kesempatan memaparkan visi misi dan program kerjanya, tapi beliau malah menjelaskan esensi dari negara hukum, kekuasaan dan sindiran-sindiran tipis kepada pasangan calon lain (padahal tema pembahasan tersebut bukan hanya tentang hukum). 

Aduh Bapa e kalau masih bingung mending bapa berguru sama Aldi Taher saja dulu, soalnya dia punya cukup ilmu buat menjelaskan kenapa manusia di dunia masih bingung dan kapan tidak bingung lagi. Atau  sepertinya Sa curiga kalau bapa mungkin masih kepikiran lupa check out barang yo?  

By the way, Sa cukup mengapresiasi proker salah satu capres yang menurut Sa cukup mind blowing. Salah satunya menyediakan aplikasi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak memperoleh bantuan hukum secara gratis. Menurut Sa itu sangat mulia. 

BACA JUGA: ADA WACANA PEMILU ONLINE, EMANGNYA KITA UDAH SIAP YA?

Namun, Sa mau kasih pesan saja sebagai calon praktisi hukum nanti. Gini, kalau bapa buat aplikasi yang kasih bantuan hukum gratis, tolong buat dengan jumlah klien terbatas ew.  Bukan kenapa-kenapa, Sa kasian sama LBH. Takutnya karena aplikasi itu malah bisa menyaingi LBH dan nantinya akan timbul persaingan usaha yang tidak sehat.

Selain itu juga dari sekian banyak hal yang Sa coba sampaikan terkait pemaparan visi misi dan proker capres di atas, Sa sebagai mahasiswa hukum cukup mengapresiasi visi misi dari bapak capres yang mau menegakkan hukum, sehingga hukum bukan hanya milik penguasa namun juga dapat memberikan kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan sebagaimana tujuan hukum yang dikemukakan Gustav Radbruch. 

Tapi bapa yakin to, kalau ini program tidak dipakai buat sindir bapak gemoy? Soalnya agak cukup relate sedikit.

Yang terakhir dari Sa pung tulisan adalah untuk semua paslon siapapun itu, rekam jejak dan apa yang disampaikan di hadapan publik didengar semua masyarakat. Jadi tolong disimpan rekaman debat kalian yang jumlahnya ada lima itu, supaya nanti setelah terpilih jadi presiden jang lupa visi misi dan janji-janji manis hari ini. 

Karena walaupun nanti ke depan semua yang terjadi hari ini adalah masa lalu, namun ingat selain kenangan yang tersisa juga ada rekam digital, ups. 

MEDSOS

ARTIKEL TERKAIT

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

DARI KATEGORI

Klikhukum.id