homeJokpusDARI MIPA KE FAKULTAS HUKUM: SALAH JURUSAN ATAU MALAH...

DARI MIPA KE FAKULTAS HUKUM: SALAH JURUSAN ATAU MALAH JADI KEUNGGULAN?

Kemampuan hitungan dan logika sistematis MIPA justru jadi modal penting menguasai hukum waris hingga perancangan kontrak.

Masuk ke dunia Hukum dengan latar belakang MIPA itu kata orang-orang seperti masuk  ke dalam universe yang berbeda. Anak Mipa yang awalnya hanya identik dengan angka, rumus, dan eksperimen, tiba tiba berbicara tentang  aturan, argumentasi, dan keadilan. 

Nah, lewat tulisan ini aku mau kasih pelipur lara buat teman-teman jurusan MIPA yang mungkin merasa bimbang sama keputusan masuk fakultas hukum. 

Baca sampe kelar yah! 

Hukum Masih ada Hitung-Hitungannya Kok!

Masih banyak yang memilih masuk fakultas hukum itu untuk menghindar dari hitung-hitungan. Wah, jangan salah ya, guys. Hukum itu banyak cabangnya loh, mulai dari pidana, perdata, agraria, dan lain-lain. Nah, kelebihan anak MIPA sendiri ada pada penghitungan pembagian warisan. Yah, emang sih, nggak otomatis langsung jago hukum waris, tapi punya kemampuan berhitung bisa jadi nilai plus tahu. Apalagi anak MIPA sudah terbiasa dengan perkalian 6, hitungan pohon faktor, dan lain-lain. Karena yang namanya warisan bakal banyak berjibaku dengan pecahan, perkalian dan hitung-hitungan lainnya. 

Buat teman-teman maba hukum yang saat ini masih bimbang dengan keputusan yang diambil, aku ada satu pesan nih, dari kanda senior aristoteles kalau, “Courage is the primary human quality because it guarantees other qualities” yang artinya keberanian adalah kualitas manusia yang utama, karena itulah yang menjamin kualitas yang lain. So,  be brave guys, kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai dan konsekuensi dari pilihan yang diambil. 

BACA JUGA: MAU JADI MABA FH BERKELAS? INI DIA 5 SKILL YANG WAJIB DIKUASAI MAHASISWA BARU FAKULTAS HUKUM

Keuntungan Lainnya Apa Sih?

Dalam dunia hukum, saat kita bikin draft kontrak logika anak MIPA yang sudah terbiasa diasah di bangku SMA itu bakal ngebantu banget loh, buat bikin argumen yang watertight alias nggak berlubang, jadi nggak gampang terkecoh sama logical fallacy.

Kebiasaan berpikir runtut, mencari pola, menguji kemungkinan, dan memastikan tidak ada bagian yang saling bertentangan, ini bisa menjadi modal ketika belajar menyusun argumentasi hukum maupun kontrak. 

Jadi keputusan kalian untuk masuk ke dunia hukum itu keputusan yang sangat berani loh, guys. Memilih sesuatu yang berbeda memang tidak mudah bagi kita, tetapi di balik keputusan itu kita dapat menemukan pengalaman, pengetahuan dan potensi baru yang ada dalam diri kita.

BACA JUGA: 5 PEKERJAAN IDAMAN UNTUK MAHASISWA HUKUM INTROVERT & ANSOS

Berarti Salah Jurusan Dong?

Pada akhirnya, memilih jurusan hukum setelah dari MIPA bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kemampuan yang sudah dimilikinya. Kemampuan berhitung yang biasanya dipelajari di Sekolah Menengah Atas, masih tetap kepake kok. 

Kemampuan berpikir sistematis itu akan kita pakai untuk menganalisis suatu kasus, seperti saat kita menganalisis kandungan kimia. Salah sedikit bisa meledak tuh, campuran zat kimia.

Jadi, kalian yang berasal dari anak MIPA masuk jurusan hukum, tidak perlu menganggap sedang salah jurusan ya, karena bisa jadi jalan yang berbeda akan membawamu pada sudut pandang yang lebih luas. 

Mungkin pertanyannya bukan lagi seperti kemarin, “ Apakah anak MIPA cocok masuk fakultas hukum?” tetapi kita ubah sekarang menjadi “ Apa yang bisa kita bawa dari perjalanan ini untuk membuat hukum menjadi pelindung bagi orang-orang yang tertindas.” Kalau kata Marcus Aurelius, “Dig, within. There lies the well-spiring of good : ever dig, and it will ever flow” yang artinya “Gali ke dalam dirimu. Di sanalah terdapat sumber kebaikan; teruslah menggali, dan sumber itu akan terus mengalir.”

So, anak jurusan MIPA yang masuk Hukum itu apakah tepat? Kalau kataku sih, oke-oke aja, karena ilmu dari jurusan MIPA tetap kepake kok. Yang paling penting adalah ketika sudah mengambil keputusan masuk hukum, kita harus tetap sadar bahwa bakal lebih banyak tulisan dibandingkan angka. Tapi yang namanya belajar kan, sepanjang hayat yah. Apapun jurusan yang dipilih tetap saja selalu ada hal baru yang harus didalami. 

Sekian 
Bye!

Dari Penulis

Terkaitrekomendasi
Artikel yang mirip-mirip

5 2 votes
Article Rating
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Dari Kategori