PANDUAN SUKSES JADI MAHASISWA FAKULTAS HUKUM

  • 311
    Shares

Bentar lagi perkuliahan dah mulai nih gaes. Buat klean-klean yang baru jadi Maba alias mahasiswa baru, selamat menempuh hidup baru ya. Gimana, amunisi buat pengenalan kampus alias ospek sudah ready kan? tenang gaes, ospek itu gak serem kok, banyak kakak-kakak yang tampangnya sangar, tapi kalo dibaikin malah jadi bae banget. Jadi gaes, sebenernya sangarnya dunia kampus baru akan dimulai sejak hari pertama kuliah. Nah untuk itu, kamu harus siap-siap ya, coz dunia kampus beda jauh dengan dunia putih abu-abu.

Ngomongin soal dunia perkuliahan, masih aja ada mahasiswa baru yang bingung sama jurusan yang dia pilih, selain itu banyak juga streotipe yang salah tentang jurusan yang kita pilih. Iya kan? Misalnya nih, mahasiswa yang milih masuk fakultas filsafat, pasti dikira cuma belajar simbol-simbol agama atau patungnya Socrates lagi menopang dagu. Banyak juga orang yang berfikir kalo anak jurusan IT, pasti jago coding dan bisa nge-hack media sosial temennya. Katanya juga ni, mahasiswa hukum itu sakti mandraguna kalo pas lagi di tilang Polantas.

Sedikit cerita, dulu jaman saya jadi mahasiswa Fakultas Hukum. Saya pernah ketilang polisi. Ya saya nurut-lah, karena emang saya salah sudah nerobos lampu merah. Apesnya nih gaes, saya itu ketilang pas boncengan sama anak Fakultas Geografi. Yahh jadi malu deh.

Banyak orang ngira semua mahasiswa Fakultas Hukum pasti pinter-pinter, gak sedikit lho yang nyoba ngetes anak hukum pake pertanyaan-pertanyaan hasil copas dari Pak Karni Ilyas, sang Presiden Indonesia Lawyer Club. Kalo ga bisa jawab, ya langsung deh keliatan oon, tapi kalo gak mau kehilangan muka, pertanyaan itu mesti segera klean-klean jawab dengan lugas dan berwibawa##Ehemm. Jangan lupa biar keliatan keren dan berwawasan, bumbuilah jawaban dengan sedikit asas-asas hukum berbahasa Belanda. Uuuhhhhh.

BACA JUGA: STRATEGI AGAR PERJANJIANMU SAH

Sebagai alumni mahasiswa Fakultas Hukum, saya bakal kasih tips nih buat klean-klean para Maba biar lancar berdiskusi dengan lawan bicara, sukses menjalani kerasnya dunia kuliah, tepat waktu diwisuda, dan gampang mengaplikasikan ilmu hukumnya baik di dunia kerja atau di dunia profesi serta di dunia maya.

Sebelum kita melangkah ke pembahasan, pastilah klean-klean sudah mencermati asumsi masyarakat tentang mahasiswa Fakultas Hukum. Berdasar surveynya Kang Yono, asumsi masyarakat tentang mahasiswa Fakultas Hukum itu adalah:

  • Sudah pasti hapal semua undang-undang.
  • Sudah pasti mengerti semua tentang hukum, termasuk hukum rimba dan hukum karma.
  • Sudah pasti pinter ngomong dan cerdas.
  • Sudah pasti bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait dengan hukum.

Gaes, ada yang bilang, “Jangan kamu remehkan semut, karena semut bisa membunuh gajah”. Jadi, jika kamu sudah siap menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum, jangan sekali-kali anggap kuliah di Fakultas Hukum itu mudah. Apalagi label itu diberikan karena kuliah di Fakultas Hukum itu gak ada praktikumnya, ga perlu ngitung-ngitung angka, tugasnya nggak banyak, dan lain sebagainya.

Oke baiklah! daripada kepanjangan intro, kita langsung aja bedah tips sukses biar lancar kuliah di Fakultas Hukum. Nah kalo tips ini kamu jalankan In Shaa Allah kuliahmu bakal lancar jaya dan cepat diwisuda.

Tanamkan rasa penasaran dan cinta dengan ilmu hukum.
Ini penting gaes, karena bahan ajar atau buku-buku perkuliahan di Fakultas Hukum agak susah difahami. Umumnya materi perkuliahan di Fakultas Hukum pake bahasa-bahasa formal yang kadang agak aneh kalo dibaca. Perlu dipahami kata perkata, kalimat perkalimat, pastinya beda banget sama artikelnya Klikhukum.Id atau buku-bukunya Mas Puthut EA (kepala suku Mojok .Co beliau dulunya anak Filsafat UGM) yang kalimat-kalimatnya gampang banget dimengerti. Intinya gaes, kalo kamu gak cinta, kamu gak mungkin bisa mengerti dan memahaminya. Eaaaa.

Rajin-rajinlah membaca buku-buku hukum
Karena kamu sudah merasa cinta dan udah nemu feelnya, kamu harus rajin membaca segala hal yang berbau tentang hukum, bisa buku, artikel, koran, opini, skripsi, tesis atau desertasi. Hal ini penting lho, karena selain bisa mengupgrade ram yang ada dalam kepala, juga vitamin buat mencerna materi perkuliahan yang disampaikan oleh bapak dan ibu dosen.

Diskusi
Menjadi mahasiswa Fakultas Hukum itu gak boleh saklek. Berbeda dengan hukum-hukum yang berlaku di eksakta semisal hukum Phitagoras, hukum Archimedes, hukum Newton, hukum Gratifikasi ups maksud saya Gravitasi yang merupakan ilmu pasti, sehingga cenderung kaku dan statis. Ilmu Hukum itu sifatnya dinamis sekali. Misalnya aja nih UU No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Bayangin, hanya dalam kurun waktu 10 tahun, pengaturan tentang TPPU sudah berganti sebanyak 3 kali. Pertama UU No. 15/2002 yang diperbaiki dengan munculnya UU No. 25/2003 dan terakhir diupdate lagi dengan UU No. 08/2010.

So, buat anak Fakultas Hukum, diskusi itu dah kayak Arruz atau makanan pokok. Diskusi itu nambah wawasan, ngelatih analisa berfikir yang logis dan runut, memecahkan suatu permasalahan hukum dengan tetap berpedoman pada tujuan hukum (kepastian, keadilan, dan kemanfaatan), serta sarana untuk menggali dan menemukan sumber-sumber hukum baik itu asas, norma dan aturan-aturan yang berlaku.

Menulis
Jualannya anak hukum ketika dia telah diwisuda adalah tulisan. Mau jadi apa aja nantinya, semuanya kerjaan kita akan dinilai dan dilihat dari caranya merangkai serta menerangkan permasalahannya dalam sebuah draft tulisan. Jadi mulailah mencintai dunia tulis menulis.

Hampir 99 % pengampu mata kuliah di Fakultas Hukum akan memberi tugas kepada mahasiswa untuk membuat paper dan makalah. Nantinya mahasiswa tersebut akan mempresentasikan dan wajib mempertahankan isi tulisannya dari bantahan dosen atau rekan sesama mahasiswa.

Biar tulisan kamu gak gampang disanggah, saya sarankan agar makalah yang kamu tulis dibuat fokus pada pokok permasalahan, sertai dasar hukumnya, berikan footnote atau catatan kaki, buat dengan kalimat-kalimat yang jelas, mudah difahami dan mudah dimengerti.

Banyak gaul dengan ahli hukum
Nah, ini juga penting gaes. Pernah denger kalimat, “Kalo bergaul dengan tukang minyak wangi nanti dapet aroma wanginya”. Begitupun kalo kamu bergaul sama ahli hukum, kamu juga bakal dapet banyak ilmu yang gak kamu dapetin di dunia perkuliahan. Dari hasil pergaulanmu itu, kamu bisa aplikasikan dan sinkronkan dengan materi-materi yang diberikan selama sesi perkuliahan. Semisal, kenapa seorang koruptor bisa dipidana lebih ringan daripada pencuri sapi, atau kenapa ada anak yang melakukan tindak pidana tapi tidak dihukum penjara.

BACA JUGA: CARA MUDAH ATASI MASALAH HUKUM

Jadi gaes, kalo 5 hal di atas kamu aplikasikan selama perkuliahan, saya yakin banget kamu bakalan sukses menjalani dunia perkuliahan di Fakultas Hukum dengan lancar dan tanpa ada hambatan. Kamu juga punya kesempatan besar untuk mewujudkan cita-cita kamu menjadi seorang ahli hukum seperti yang udah kita bahas sebelumnya di artikel klikhukum.id yang judulnya Fakultas Hukum Naik Kasta.

Oliver Wendell mengatakan bahwa “The law is the calling of the thinkers” yang bisa kita simpulkan bahwa Fakultas Hukum adalah panggilan untuk para pemikir. Bahkan di benua Eropa dan Amerika, hukum mendapatkan passing grade tertinggi.

Okidiii, semoga tips ini bermanfaat ya buat klean-klean yang mulai duduk di bangku perkuliahan. Semoga sukses yeee. Semangad gaes, ingat jangan cuma jadi mahasiswa KuPu-KuPu “Kuliah, pulang, kuliah, pulang” dilanjutkan dengan pacaran. Eaaaaaa.


  • 311
    Shares