MENJADI MAHASISWA HUKUM ADALAH JALAN NINJAKU

3 menit

Sebagai seorang lulusan Fakultas Hukum, ketika di semester awal bertemu dengan kawan SMA atau sekedar ditanyai oleh penjual nasgor di komplek rumah, waktu tau saya kuliah di Fakultas Hukum, tebakan mereka tak jauh dari, “Mau jadi Notaris ya, Mau jadi Hakim ya, Mau jadi Pengacara ya ?”

Waduh, tidak sesempit itu kawan? Kamu kira lulusan dari Fakultas Hukum hanya seputar di profesi itu-itu saja, ya gak juga lah!

Buktinya sekarang saya menjadi Pimpinan Redaksi Klikhukum.id, ya walaupun ketika kalian tahu tata cara pemilihannya rada unik sih. Eist, tapi ingat saya menjadi Pimred bukan lahir dari calon tunggal ataupun aklamasi ya.

Selain jadi pimpinan redaksi, tetep profesi Advokat sampai sekarang masih saya jalani. Walaupun terkadang saya juga menjadi seorang Kolekdol (koleksi dan didol) barang antik. Maklum kawan, barang antik sekarang harganya mendunia.

Tapi perlu saya kasih tau nih, sejak tahun 2013 saya juga menjadi anggota SAR DIY dan pernah dapet tugas yang cukup heroik. Tapi gak perlu diceritakan ya, hehehe.

Jadi prinsipnya, ada ribuan jalan untuk menjadi sukses, apalagi ketika kamu kuliah di Fakultas Hukum. Salah satu jalannya adalah sering-sering membaca artikel menarik dari Klikhukum.id ini.

BACA JUGA: SEBERAPA GREGET JADI MAHASISWA HUKUM

Mengapa Fakultas Hukum menjadi jalan ninja buat saya? Karena ketika basic kuliahmu adalah Fakultas Hukum, saya yakin kamu dapat diterima di golongan pergaulan manapun. Dan tak jarang di situ kamu akan menjadi pusat perhatian untuk sekedar menceritakan kasus-kasus yang sedang hangat di negeri ini.

Mahasiswa hukum dapat diterima di kalangan pergaulan manapun, ketika kamu mendalami dunia relasi perkawanan tersebut, secara langsung idiom lulusan mahasiswa hukum hanya dapat menjadi Advokat, Hakim, Jaksa, dan Notaris, akan sirna dan runtuh dengan sendirinya.

Kok bisa? Ya bisalah adek abang, memang sih profesi resmi yang bisa saya sematkan adalah Lawyer yang juga merangkap menjadi Pimpinan Redaksi Klikhukum.id.

Namun 2 ruang profesi tersebut tidak serta merta membuat saya kehilangan arah untuk bergaul dan mencari relasi baru, kunci utama yang mesti adek-adek abang semangatkan ketika menjadi mahasiswa hukum dan syukur-syukur lulus mendapat gelar S.H., yaitu “Bermanfaat bagi orang lain.”

Puncak kesuksesan sesungguhnya di sini loh! Bermanfaat dalam arti kalian bakal sering dimintai tolong sama kawan untuk sekedar membuat surat perjanjian utang atau surat pernyataan pembayaran hutang. Ya kalo sudah naik level, kalian bakal diminta membuat legal opinion tentang suatu masalah hukum. Keren kan, menolong melalui disiplin ilmu yang kamu juangkan.

Perkara dapat duit apa engga, jangan disoalkan dulu deh. Kalian perlu banyak belajar memberikan manfaat bagi orang lain. Dari manfaat dan orang yang kamu tolong, yang merasa terbantu pasti akan terucap doa. Nah, di situlah saya yakin arus rejeki bakalan datang entah kapan waktunya.

Saya bercerita tentang bab manfaat sedekahnya orang lulusan hukum ini bukan tanpa sebab ya kawan, tapi hal ini perlu saya utarakan untuk membiasakan kesan kepada mereka yang menganggap mahasiswa hukum itu eksklusif. Jujur sebenarnya mereka gak ada eksklusifnya blass kok, begitu juga para senior kami, mereka tetap manusia sama seperti kalian.

Dari ruang pergaulan yang luas, kalian dapat belajar segala hal, misal tentang hal bisnis, kesenian, maupun hal-hal dalam disiplin ilmu lainnya. Ketika relasi pergaulan sudah kamu bangun sejak dini, saya yakin ketika kamu lulus dan mengambil profesi Advokat, mereka pasti akan bercerita masalahnya ke kamu, percaya deh.

BACA JUGA: KISAH DARI MAHASISWA FH UGM

Ngomong-ngomong, dulu saya kuliah di Fakultas Hukum UII. Pasti uda pada ga asing kan? Iyah deh iya, saya akui UII merupakan kampus swasta bukan negeri, tapi kan UII bayar semesterannya mahal loh, kurang hebat apa coba.

Kalo kalian sudah ambil jalan ninja dengan masuk ke Fakultas Hukum, UII misalnya hehehe, selanjutnya jalan yang kalian tempuh selain perbanyak baca berita, maka kalian wajib perluas jangkauan circle pergaulan kalian.

Saya sarankan kalian gak usah terlalu banyak mengoleksi temen-temen sesama Fakultas Hukum, bukan apa-apa sih! Hal tersebut bisa jadi rawan konflik, soalnya kalian bakal debat mulu.

Tapi kalo kawan kalian banyak, entah dari anak sastra, ekonomi, kedokteran, politik, sipil, dan lain sebagainya, pikiran kalian tambah terbuka dan relasi kalian akan menjadi melimpah.

Ya memang hasil membangun relasi tidak dapat kalian nikmati dalam waktu singkat, namun setidaknya 7 sampai 10 tahun kemudian, pasti kawan-kawan pergaulanmu yang gak menguasasi ilmu hukum akan mencari kamu ketika mereka butuh informasi seputar info hukum. Kalo ini saya sangat menyakini dan sudah merasakannya.

Jadi, bagi kalian yang sudah berniat masuk ke Fakultas Hukum dan kuliah di FH UII misalnya, mulai sekarang cobalah kalian bikin manajemen pertemanan dan jangan berkutat di teman itu-itu saja, serta banyakin ruang pergaulan tanpa memandang golongan. Ingat, jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang)

  • 224
    Shares
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!