ALL OF US ARE DEAD KARENA GAK DIKARANTINA

Kebayang gak, misal semua orang yang kita kenal tiba-tiba jadi zombie. Orang-orang pada lari ke sana-kemari menyelamatkan diri. Mayat dan darah di mana-mana. Ah, gitulah kira-kira gambaran drama Korea (drakor) All of Us Are Dead. Menyeramkan!!!

Sebagai penggemar drakor, tentu algoritma medsosku isinya mengarah ke semua info tentang drakor. Dalam dua hari belakangan ini, berbagai inpoh tentang drama All of Us Are Dead berseliweran di FYP tiktok dan beranda fesbukku.

Penasaran dong, drakor apakah ini? Meskipun aku gak terlalu suka felem atau drama yang sadis dan ada darah-darahnya. Karena infonya begitu masif dan menggemparkan. Hahahhaa, penasaranlah, lanjut kepo. Setidaknya nonton episode pertamanya.

All of Us Are Dead adalah drama 12 episode yang mengambil latar di sebuah sekolah. Berawal dari seorang anak yang masuk ke ruangan sains milik Byeong-chan, lalu digigit oleh hamster yang berisikan formula rahasia. Formula lalu mengubah siswi tersebut menjadi zombie.

Awalnya si siswi tersebut disekap oleh Pak Byeong-chan di ruang sains untuk diobati agar tidak menjadi zombie. Namun, akhirnya siswi tersebut berhasil melepaskan ikatan dan melarikan diri dan masuk ke ruang kelasnya.

BACA JUGA: 5 KEJAHATAN DALAM SQUID GAME

Karena guru dan teman-temannya panik, siswi ini langsung deh, dibawa ke UKS. Sialnya, pas di UKS siswi ini mulai berubah jadi zombie, menggigit seorang perawat di sekolah. Abis tuh, rangkaian kejadian wabah mulai menyerang seluruh kota.

Yappp, abis itu survival dimulai. Setiap orang ingin menyelamatkan diri dari kejaran zombie. Dari awalnya cuma seorang yang kena virus zombie, jadilah virus itu menyebar ke seluruh kota.Eeeh, bener virus gak sih, kkkkwkwkwkw. Entah, jugalah apanya. Soalnya yang aku tangkep dari subtitelnya, yang membuat mereka jadi zombie itu adalah virus.

Dalam sebuah scene di episode pertama, Pak Byeong-chan menyampaikan bahwa seharusnya siswi yang terkena gigitan tikus itu dikarantina. Nah loh, pas scene ini, aku tuh langsung keinget sama awal penyebaran virus korona di awal tahun 2020.

Dari pengalaman kita menghadapi pandemi korona dulu, kita seharusnya sadar betul arti penting ‘karantina.’ Dua tahun sebelum pandemi korona masuk, Indonesia tuh, udah punya UU No. 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam UU Kekarantinaan Kesehatan dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan karantina adalah pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan meskipun belum menunjukkan gejala apapun atau sedang berada dalam masa inkubasi, dan/atau pemisahan peti kemas, alat angkut atau barang apapun yang diduga terkontaminasi dari orang dan/atau barang yang mengandung penyebab penyakit atau sumber bahan kontaminasi lain untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke orang dan/atau barang di sekitarnya.

Kekarantinaan kesehatan diterapkan sebagai upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA: KOMITMEN KAMI RASA TAK PERNAH BOHONG

Harusnya sih, kalo mau selamat, semua masyarakat dan rakyat ikuti aturan tentang kekarantinaan kesehatan ini. Karena menyangkut kesehatan seluruh rakyat Indonesia, ketika ada wabah penyakit atau pandemi kaya sekarang ini, pemerintah juga menerapkan aturan kekerantinaan kesehatan ini gak pilah-pilih. Gasslah, lakukan yang terbaik buat rakyat sesuai rulenya.

Xixixi, malah jadi melenceng ke pandemi covid. Mon maaf ya, karena memang gitulah yang terlintas di pikiran aku pas nonton drama All of Us Are Dead. Kenapa gitu, gini soalnya.

Maaf yaa sedikit spoiler, di episode terakhir tuh, si Nam Ra yang berstatus sebagai senbie dilepas dan gak dikarantina dong.

Jadi, senbie adalah sebutan manusia setengah zombie (terkena gigitan namun mereka tidak menjadi zombie seutuhnya). Jadi ceritanya, virus yang disebarkan lewat gigitan zombie bisa bermutasi dan ketika mereka mampu memahami sistem kerja tubuh korban, maka yang terkena gigitan tidak akan berubah menjadi Zombie.

Btw, karena sifat asli Zombie yang ingin memakan manusia akan muncul sewaktu-waktu dan itu akan membahayakan orang lain, maka seorang senbie tetap aja dianggap berbahaya. Jadi kan tetep perlu karantina dong. Ya gak sih.

Setiap orang yang berpotensi menyebarkan virus, tetap aja harus diamankan dulu. Jangan kayak Rachel Venya kabur dari kewajiban karantina di Wisma Atlet dong. Pissss

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.