PMA, MENGUNTUNGKAN SIAPA?

4 menit

Hai gaes, kali ini aku mau melanjutkan artikel si “Natuna yang seksi”, yang menjadi rebutan negara-negara tetangga. Buat yang belum baca, cuzzz otw lah kepoin artikel “Natuna yang Seksi”, ibarat kembang desa idaman para lelaki.

Artikel tersebut, sedikit membahas tentang Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign Direct Investment (FDI). Mengingat, era pemerintahan saat ini cukup bersahabat dengan yang namanya investasi asing, maka hayuk lah kita bahas soal PMA lebih dalam lagi.

PMA sendiri merupakan senjata utama untuk melakukan aksi perbaikan defisit neraca perdagangan, sehingga negara kita mampu memiliki daya saing yang kuat, untuk mempertahankan nilai tukar rupiah. Biasanya nih gaes, para investor menanamkan modalnya bukan hanya berupa uang, melainkan ada juga yang berupa barang, dan jasa serta tenaga kerja.

Menarik perhatian para investor asing, ga segampang membalikkan telapak tangan. Ibaratkan gadis cantik, Indonesia berusaha terus memantaskan diri, untuk bersolek agar terlihat mempesona. Yaa, biar Indonesia bisa jadi tujuan investasi asing dari berbagai negara. Upaya ekstra terus dilakukan, termasuk membenahi iklim usaha yang ada, bahkan sampe ditambah bumbu-bumbu pemanis agar investor asing terpikat.

Tak ada hasil yang menghianati sebuah proses. Bangsa ini patut bersyukur masih tetap menjadi salah satu negara tujuan investasi. Menurut laporan Asian Development Bank (ADB), Indonesia menempati peringkat ke-4 se-Asia sebagai negara tujuan investasi. Kalo, dilihat dalam empat tahun belakangan atau selama kurun waktu 2015 hingga 2018, investasi di Indonesia mengalami peningkatan.

Di Indonesia, wewenang PMA ada di bawah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dengan mengacu UU Penanaman Modal Asing (UU Nomor 1 tahun 1967). Dari data di BKPM nih ya gaes, investasi di Indonesia mengalami peningkatan, meskipun di tahun 2018 sempat terjadi perlambatan. Ya wajar aja, itu semua juga gak terlepas dari perkembangan investasi global yang menurun.

BACA JUGA: KEDAULATAN NEGARA ATAS ZEE

Btw, meskipun di tahun 2018 investasi mengalami penurunan, tapi masih tetap melampaui target kok. Derasnya aliran PMA yang masuk ke Indonesia lebih banyak bersifat jangka panjang ya gaes, banyak membantu dalam alih teknologi, alih keterampilan manajemen, dan membuka lapangan kerja baru.
Kira-kira apa lagi ya, keuntungan dari adanya investor asing saat ini?

Hmmmmmm, ada beberapa poin nih gaes keuntungan PMA terhadap pembangunan, yaitu:

    Modal investor asing itu berdampak penting bagi sumber dana ekster yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi;
    Pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti dengan perpindahan struktur produksi dan perdagangan;
    Modal investor asing berperan penting dalam mobilisasi dana maupun perubahan struktural;
    Bagi negara yang belum mampu untuk memulai membangun industri berat dan industri strategis, di sini modal asing akan sangat membantu untuk bisa mewujudkannya dengan membantu mendirikan pabrik-pabrik, membeli mesin pabrik, dan sebagainya.

Biasanya nih ya, investor domestik di Indonesia jarang untuk melakukan usaha yang beresiko tinggi, seperti halnya melakukan eksploitasi sumber daya alam yang belum diolah dan dimanfaatkan secara maksimal. Hadirnya PMA saat ini sangat membantu dalam merintis usaha di bidang tersebut.

Selain itu, ada keuntungan sosial yang diperoleh dengan adanya transfer teknologi bagi tenaga kerja, yaitu melatih keterampilan yang diharapkan mampu untuk meningkatkan produktifitas, sehingga dapat meningkatkan keseluruhan upah rill.

So, kehadiran PMA di Indonesia sangat diperlukan untuk pembangunan ekonomi, membantu dalam industrialisasi, pembangunan modal dan menciptakan kesempatan kerja, serta keterampilan lebih di bidang teknologi.

Keterikatan pertumbuhan ekonomi dengan PMA ialah semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka semakin tinggi pula tingkat penanaman modal asing langsung. Sebagaimana dalam sebuah teori pertumbuhan endogenous (New Theory of Economic Growth), PMA mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Di rumah kita sendiri nih ya gaes, paling ga, ada lima negara yang menjadi investor asing terbesar yaitu Singapura, Belanda, Tiongkok, Jepang dan Hongkong. Dilihat dari minatnya, paling banyak para investor asing melirik bidang usaha telekomunikasi (PT. Indosat Tbk) dan gas (PT. Shell), selain itu juga di bidang makanan (PT. Unilever), kimia dan farmasi (PT. Bayer), mesin dan elektronik (PT. Toyota).

BACA JUGA: NATUNA YANG SEKSI

Sebagai bumbu pemanis untuk memikat hati PMA, yang tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk memajukan perekomonian dan memberikan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat. Pada tahun 2018 yang lalu, pemerintah telah meluncurkan kebijakan tentang tax holiday.

Kebijakan itu merupakan kebijakan progresif. Pasalnya, kebijakan itu keluar setelah adanya Peraturan Menteri Keuangan No.150/PMK.010/2018 tentang Fasilitas Pengurangan Penghasilan Badan.
Tax holiday itu sendiri, ditujukan bagi industri pionir yang menanamkan modalnya minimal 100 miliar, mereka berhak memperoleh pengurangan pajak penghasilan badan atas penghasilan yang diterima. Sedangkan untuk investor penanam modal baru, minimal 500 miliar berhak memperoleh pengurangan pajak penghasilan badan sebesar 100% dari jumlah pajak penghasilan badan terutang.

Jangka waktu yang diberikan tersebut, minimal 5 tahun hingga 20 tahun. Ya, namanya juga holiday, bisnis sambil liburan gitu gaes.

Tak dapat dipungkiri, tak ada gading yang retak. Tentu masih banyak kekurangan yang harus terus diperbaiki, terutama terkait dengan regulasi dan kepastian hukum. Saat ini, pemerintah tengah gencar-gencarnya memperbaiki regulasi yang ada, dengan merencanakan adanya konsep omnibus law, harapannya sih, agar mampu memangkas regulasi-regulasi yang dianggap memperlambat proses perizinan investasi di Indonesia. Gimana, kalian setuju ga dengan investasi aseng??

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!