Buat anak hukum, mata kuliah praktik peradilan jadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Karena setelah berbanyak semester ketemu sama teori, pasal dan tugas yang nggak ada habisnya, akhirnya kita bisa ngerasain langsung gimana suasana persidangan. Walaupun ini cuma simulasi, tapi vibesnya tuh, berasa kayak lagi sidang beneran.
Nah, kalo ngomongin praktik peradilan pasti banyak yang langsung kepikiran pengen jadi hakim. Bisa duduk paling depan, pake toga hakim, ketuk palu, terus ngomong, ”Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum!” Beuh, rasanya kayak keren banget gitu! BTW, just information aja nih, kalau sidang di pengadilan itu ada dua jenis yah, ada sidang terbuka untuk umum dan ada juga sidang tertutup untuk umum.
Eits, tapi tunggu dulu, praktik peradilan tuh, nggak melulu soal jadi hakim loh. Masih ada banyak peran lain yang nggak kalah seru dan pastinya punya tantangan masing-masing. Daripada bingung mau ambil peran apa pas praktik peradilan nanti, mending simak dulu 7 peran yang bisa kamu coba. Siapa tahu, dari awalnya cuma iseng nyobain, eh, malah jadi gambaran profesi impian kamu setelah lulus nanti! Yuk, langsung kita bahas!
BACA JUGA: 4 PERAN PENTING JAKSA DALAM SISTEM PERADILAN
- Hakim
Siapa nih, yang pengen banget duduk di kursi hakim sambil ngetuk palu persidangan? Nah, peran hakim tuh, nggak cuma ketuk palu guys, hakim punya tanggung jawab besar untuk memimpin jalannya persidangan, memeriksa alat bukti, mendengarkan keterangan saksi, advokat dan penuntut umum, hingga menjatuhkan putusan. Kalo kalian tertarik sama peran ini, kalian harus siap bersikap tegas, objektif dan tidak memihak.
- Panitera
Peran kedua yaitu panitera, peran ini cocok banget buat kalian yang teliti dan suka mencatat. Panitera membantu hakim dalam administrasi persidangan, termasuk mencatat jalannya pemeriksaan dan menyusun berita acara pemeriksaan sidang. Meskipun nggak banyak tampil, panitera harus memastikan seluruh proses persidangan tercatat dengan baik.
- Penuntut Umum
Next, yaitu penuntut umum, kalo kalian punya kemampuan berbicara di depan umum dan suka adu argumen, boleh banget nyoba peran ini. Dalam persidangan pidana, penuntut umum merupakan jaksa yang bertugas melakukan penuntutan terhadap terdakwa. Tugasnya mulai dari menyusun dan membacakan surat dakwaan, mengajukan alat bukti, mengajukan pertanyaan kepada saksi dan ahli, hingga menyampaikan tuntutan pidana.
BACA JUGA: SISTEM PERADILAN DI INDONESIA
- Advokat/Penasihat Hukum
Ada yang bercita-cita jadi pengacara kondang? Nah, peran advokat/penasihat hukum bisa jadi kesempatan buat mengasah kemampuan advokasi kalian. Advokat/penasihat hukum ini bertugas memberikan bantuan hukum dan membela kepentingan terdakwa selama persidangan. Mulai dari mempelajari berkas perkara, menyusun strategi pembelaan, mengajukan pertanyaan kepada saksi dan ahli, hingga menyampaikan nota pembelaan atau pledoi. Di sini, kemampuan berpikir kritis dan menyusun argumentasi hukum bakal diuji. Tapi jangan salah, membela terdakwa bukan berarti membenarkan perbuatannya, melainkan memastikan hak-haknya tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
- Terdakwa
Siapa bilang jadi terdakwa dalam praktik peradilan nggak seru? Justru, peran yang satu ini bisa menguji kemampuan kamu dalam memahami kronologi perkara dan menjawab pertanyaan di persidangan. Selama persidangan, terdakwa berhak memberikan keterangan, memperoleh bantuan hukum, mengajukan bukti, dan menyampaikan pembelaan.
Kalo kalian kebagian peran ini, kalian harus benar-benar menguasai skenario perkara. Jangan sampai ketika ditanya hakim, jawabanmu malah nggak nyambung sama kronologi kasusnya.
BACA JUGA: 3 PERAN PENTING SEORANG HAKIM DALAM PERSIDANGAN
- Saksi
Selanjutnya ada saksi, buat kalian yang punya daya ingat kuat, coba ambil peran sebagai saksi. Saksi memberikan keterangan mengenai suatu peristiwa pidana untuk membantu proses pembuktian di persidangan. Keterangan tersebut nantinya dapat digunakan hakim untuk menilai fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara. Tapi jangan sampai kalian malah memberikan keterangan palsu, karena sebelum memberikan keterangan kita disumpah sesuai agama masing-masing saksi.
- Ahli
Yang terakhir yaitu ahli. Ahli ini bertugas memberikan penjelasan berdasarkan pengetahuan atau keahlian khusus yang dimilikinya. Misalnya, dalam perkara pembunuhan, dokter forensik dapat dihadirkan untuk menjelaskan penyebab kematian korban. Sementara dalam perkara kejahatan siber, ahli digital forensik bisa membantu menjelaskan hasil pemeriksaan bukti elektronik.
Jadi gimana nih? Kalian mau ambil peran yang mana? Dari ketujuh peran tadi, masing-masing punya tantangan dan keseruannya sendiri loh, guys. Praktik peradilan bukan cuma soal siapa yang paling jago berargumen, tapi juga kesempatan buat memahami bagaimana proses penegakan hukum berlangsung. So, peran yang keren di praktik peradilan semu nggak melulu soal hakim yah, peran lain juga keren kok.


