MENGENAL HUKUM, SEBELUM MENJADI MAHASISWA

Ternyata banyak juga hukum di Indonesia, hampir sama seperti matematika gaes. Bercabang-cabang, wkwkw.

Ga cuman itu aja, di sini gua juga mau cerita tentang seberapa gak nyambung kehidupan gua. Lah, kok bisa!

Yupss! Di sini gua masih berstatus pelajar SMK. Nah, rencananya abis lulus SMK, gua mau lanjut masuk ke fakultas hukum. Ntah, kenapa gua niat banget untuk masuk kuliah hukum. 

Sampai tetangga, temen, tuh bilang “Kok, anak SMK masuknya hukum? Lah, emang salah? Sebenarnya gak salah sih. Kalo kita dah niat pengen ngambil hukum, ya gapapa. Keluarga gua sih, mendukung. Oke, oke, aja. Selagi gua niatnya ke sana, ya selalu doain aja.

Jadi, ada beberapa hal yang gua pelajari tentang hukum. Ini gua belajar sebelum menjadi mahasiswa ya. Gua banyak bertanya tentang apa itu hukum ke kating yang sudah menjalani kuliah hukum semester empat. 

Bagi kalian yang mau ngambil hukum, pasti kalian mikirnya, “Haduhh! Banyak nih, hafalan pasal-pasal atau harus pinter debat.”

No, it’s just for understanding. Hal itu digunakan agar kita bisa merumuskan suatu permasalahan hukum dan mencari jalan keluar yang berkaitan dengan undang-undang.

Bisa kalian lihat, sekarang ini kebanyakan orang ‘memahami’ daripada ‘menghafal.’ Menghafal seluruh kitab pasal-pasal? Ya, gak harus gitu lah. Kita cuman diminta untuk memahami saja.

BACA JUGA: 5 ALASAN MAHASISWA FAKULTAS HUKUM HARUS BISA MENULIS

Perlu diketahui, bahwa ketika menjadi seorang mahasiswa hukum, kita dituntut melatih diri agar memiliki wawasan yang luas, berpikir kritis, serta bisa memecahkan masalah sendiri.

Gak perlu khawatir selagi ada niat dalam diri sendiri, InsyaAllah kita bisa menghadapinya. Jangan pernah patah karena omongan seseorang. Jadikan saja hal itu sebagai motivasi, karena semua tergantung rejeki masing-masing.

Gua awalnya berpikir “Ah, hukum pasti gak ada hitungan.” Ehh, tapi salah besar! Ternyata di hukum itu juga ada hitungannya gaess. Seperti hukum waris, hukum dagang, hukum agraria dan lain sebagainya.

Ohh, iya. Gua juga sempet mikir “Emang, jurusan hukum bisa keterima kerja di mana?

So! Setelah gue kepoin, ternyata banyak tempat yang potensial bisa menerima lulusan sarjana hukum. Ga perlu khawatir gaess. Sarjana hukum tuh, banyak sekali lowongan pekerjaannya. Contohnya jaksa, hakim, notaris, pengacara, staff legal officer dan lain-lain.

Kalo mau masuk hukum, yang harus dilakukan adalah aktif, berbaur dengan teman seangkatan, termasuk dosen dan kating.

Intinya, jangan mudah menyerah! Tunjukkan bahwa kalian itu punya skil yang aduhai. 😁

Kalo gak berguna bagi orang lain, ya setidaknya bisa berguna bagi diri sendiri untuk bekal ke depannya.

So! Harus ada semangat dan inisiatif dari diri sendiri. Karena kita bukan adonan yang didiamkan terus berkembang sendiri. 

BACA JUGA: 7 ALASAN MENGAPA MAHASISWA HUKUM ADALAH PACAR IDAMAN

Tegakkan hukum yang ada, karena di zaman milenial ini banyak sekali keluhan tentang penegakan hukum di Indonesia. 

Karena pada dasarnya, hukum ada untuk perlindungan kepentingan manusia. Artinya hukum adalah untuk manusia.

So! Jangan pernah menyerah, tetap semangat, gapai mimpi sama-sama tuk membangun negeri.

Kadang gua suka mikir. Ya, ntar pasti mudah lah. Apapun itu gaess, jangan pernah diremehkan semua. Karena ke depannya akan berguna bagi kita.

Kita juga sebagai generasi bangsa harus berfikir secara kritis dan rasional di dalam mengahadapi masalah hukum. Selagi kita ada niat dan usaha doa, insya allah kun fayakun.

Kita juga bisa buktiin sebagai generasi bangsa, bisa menegakkan hukum yang ada. Yok, bisa Yok, tegakkan hukum. Soal ayang, urusan belakang. Hahaha.

Sekian artikel hukum dari saya, semoga kalian suka.👍

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum.id