BUCIN HINGGA BUAT JALANAN MACET, SANKSINYA?

Halloo, halloo, temen-temen klikhukum.id. Btw, kalian pada suka mantengin sosmed nggak sih? Ada liat gak, videl yang lagi viral di instagram dan tiktok. Tepatnya kemaren nih, hari Minggu di kawasan jalan raya Plaosan-Sarangan, kota Magetan ada drama percintaan yang menimbulkan kemacetan parah di sepanjang jalan Sarangan menuju Plaosan.

Jadi ceritanya ada sepasang sejoli yang sedang berboncengan, ntah karena berantem atau kenapa tiba-tiba si cewek minta diturunin di tengah jalan. Akhirnya si cowoknya minggir di pinggiran jalan buat nurunin ceweknya. Nah, si cewek misterius yang menggunakan cadar warna hitam itu, tiba-tiba berpindah dan berjalan di tengah-tengah jalan raya. Kelakuan cewek ini tentu saja membuat jalanan menjadi macet parah.

Nggak tanggung-tanggung, macetnya bukan sekedar 1-2 meter, tapi hampir 3 kilometeran. Wah, parah. Sebenernya si ceweknya tadi udah diklakson-klakson sama pengendara di belakangnya.  Bahkan beberapa emak-emak strong yang memakai motor, nyamperin si cewe dan meneriaki, tapi tetep aja tuh cewek jalan di tengah-tengah sambil ngomelin cowoknya.

Adduhhhh, mana si cowoknya bucin tak berdaya buat negor ceweknya. Padahal itukan berbahaya. Cowoknya juga pake drama, memohon- mohon maaf ke si cewek di jalanan. Duhh, repot deh, repot kalo pasangan udah bucin.

Selain berbahaya, bisa bikin kemacetan yang tak terkendali, trus memalukan dirinya sendiri dan viral di mana-mana. Si cewek tadi bisa aja loh, kena sanksi hukum akibat melanggar UU Lalu Lintas. 

Eh yuk, kita ulas kira-kira sanksi apa yang akan dikenakan kepada si cewek akibat ngambek di jalanan.

UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ menjelaskan bahwa pejalan kaki adalah setiap orang yang berjalan di ruang lalu lintas jalan. Sedangkan pengguna jalan adalah orang yang menggunakan jalan untuk berlalu lintas. 

Selanjutnya juga dijelaskan bahwa, kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan adalah suatu keadaan berlalu lintas dan penggunaan angkutan yang bebas dari hambatan dan kemacetan di jalan.

Nah, dalam ketentuan Pasal 108 UU LLAJ diatur sebagai berikut.

 1. Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri. 

2. Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika: 

a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau

 b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri. 

3. Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.

4. Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain. 

Lebih lanjut, Pasal 28 Ayat 1 UU LLAJ juga menjelaskan tentang larangan yaitu, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan. 

Kalo meruntut aturannya, jelas dong pejalan kaki itu harus berjalan di pinggir bukan di tengah-tengah jalan, apalagi sampai bikin macet. 

Nah, kalo ketentuan tersebut dilanggar, maka bisa mendapat sanksi pidana. Pasal 274 UU LLAJ mengatur tentang sanksinya. Disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Nah loh, lumayan juga sanksinya kan. Jadi jangan ditiru ya gaes. Kalo mau ngambek sama pacar, ya di rumah aja. Jangan membuat sesuatu yang berbahaya. 

Btw, jadi penasaran nih, kira-kira cewek yang bikin macet itu kena sanksi gak ya? Apa malah dijadikan duta pejalan kaki? Xixixi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum