5 MANFAAT MAGANG DI KANTOR ADVOKAT

Dulu, jamannya aku baru meniti karir untuk jadi seorang advokat, mau nyari tempat magang susahnya minta ampun. Di tahun 2006-an, kantor advokat di Jogja belum sebanyak sekarang. Alhamdulilah banget, dengan bantuan omnya si Yola (sohib tercintah), akhirnya aku bisa dapet referensi dan diterima magang di kantor advokat. 

Selama tiga tahun magang di kantor advokat, banyak banget manfaat yang aku dapetin. Apa aja ya? Yuks, kita bahas.

  1. Memenuhi Persyaratan Menjadi Advokat

Untuk menjadi seorang advokat, selain harus ikut Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA), kamu juga harus magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus di kantor advokat. Untuk syarat detail lainnya, kamu bisa baca ketentuan Pasal 3 Ayat (1) UU No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

Penjelasan Pasal 3 Ayat (1) huruf g UU Advokat menjelaskan bahwa tujuan dari magang advokat adalah agar calon advokat dapat memiliki pengalaman praktis guna mendukung kemampuan, keterampilan dan etika dalam menjalankan profesinya. 

Dalam penjelasan pasal tersebut, dijelaskan juga bahwa magang dilakukan di kantor advokat. Jadi kalo kamu kerja di bagian hukum pada suatu perusahaan, itu gak termasuk dalam kategori magang advokat ya. 

Oh ya, gak semua kantor advokat itu bisa nerima anak magang. Hanya kantor advokat yang memenuhi syarat aja yang bisa nerima anak magang dan mengeluarkan surat keterangan magang. 

Ketentuan Pasal 1 Peraturan Peradi No. 1 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Magang Untuk Calon Advokat, menjelaskan bahwa kantor advokat yang dapat menerima anak magang adalah kantor advokat yang telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. didirikan oleh seorang atau lebih advokat yang terdaftar dalam buku daftar anggota Peradi;
  2. tersedia advokat pendamping untuk calon advokat yang magang;
  3. kantor tersebut bersedia mengeluarkan surat keterangan magang; 
  4. bersedia juga memberikan bukti-bukti bahwa calon advokat telah melaksanakan magang apabila diperlukan. 

Untuk jadi advokat pendamping juga ada syaratnya, yaitu minimal sudah 7 (tujuh) tahun menjadi advokat dan tidak sedang cuti sebagai advokat, juga tidak sedang menjalani sanksi pemberhentian sementara dari Dewan Kehormatan Peradi dan sanksi pidana. 

Jadi, jangan salah pilih tempat magang ya man teman. Pastikan kamu mendaftar di kantor advokat yang memenuhi syarat, biar gak sia-sia waktu magangmu. Pastikan bahwa advokat pendamping kamu memang sudah senior, bukan advokat yang baru setahun dua tahun diangkat sumpah.

Oh ya, sekarang sih banyak ya organisasi advokat selain Peradi, cuma kurang lebih sih ketentuannya hampir sama. Tapi, pastikan kamu magang di kantor advokat yang satu server alias satu organisasi, karena kalo nggak satu server, ntar waktu magang kamu jadi sia-sia.

Kebetulan aku juga pengurus organisasi Peradi. Kalo di organisasiku sih, surat keterangan magang bener-bener harus dikeluarkan oleh advokat yang tercatat dalam organisasi Peradi, itu pun harus Peradi yang satu server. Hahahhahaha, tau sendirikan Peradi pun udah ada banyak. 

2. Pengalaman 

Manfaat lain yang aku dapatkan selama magang di kantor advokat adalah pengalaman kerja. Dari magang inilah aku dapat pengalaman untuk membuat berkas, bertemu klien, mendampingi klien, ikut sidang, ikut dampingi BAP di kantor polisi. Ah, banyak bangetlah pengalaman yang aku dapatkan. 

Oh ya, selama magang juga kamu bisa dapet pengalaman jalan-jalan ke luar kota, kalo kebetulan advokat pendamping kamu dapet job di luar kota. Seru loh, jalan-jalan sambil kerja. 

Pengalaman gak harus selalu baik ya, pengalaman buruk mungkin juga menghampiri kamu. Tapi gapapa sih, pengalaman buruk bisa dipake buat menempa mental kita. Bukankah ada kalimat bijak yang bilang bahwa,“Pengalaman adalah guru yang terbaik.”

3. Dapet Ilmu

Banyak hal yang bisa aku pelajari selama aku magang di kantor advokat. Gimana cara membuat berkas, gimana cara bernegosiasi, gimana cara memberikan konseling dan banyak hal lain yang bisa aku pelajari. 

Bener sih, semua teori bisa kita baca di buku, tapi ciyus dah, banyak hal yang ternyata beda antara teori dan praktiknya. Banyak juga hal-hal teknis yang gak pernah aku dapatkan selama kuliah ataupun PKPA.  

4. Memperluas Jaringan dan Relasi 

Di artikel 3 Tips Survive jadi Advokat, aku pernah ngasih tau bahwa salah satu tips survive jadi advokat adalah menciptakan networking. Nah, selama magang di kantor advokat inilah kamu punya kesempatan untuk menciptakan networking. 

Pas kamu ikut sidang, maka kamu bisa berkenalan dan memulai relasi dengan orang-orang yang kamu temui di pengadilan. Pas kamu ikut dampingi BAP di kantor polisi, kamu juga bisa kenalan dengan Pak Polisi yang mengurus perkara tersebut. Begitu juga ketika kamu bertemu klien, maka kamu akan mendapat kenalan baru dan relasi baru. 

Intinya jadilah orang yang sopan, baik dan menyenangkan, karena pinter doang gak cukup buat membangun networking. Jaga attitude, karena kalo kamu menyebalkan, siapa juga yang mau deket sama kamu, plus ngereferensiin klien buat kamu.

5. Belajar Manajemen Kantor Advokat

Kalo udah jadi advokat, kamu pasti punya cita-cita untuk bikin kantor advokat sendiri. Nah, pada saat magang inilah kamu bisa belajar bagaimana cara mengelola kantor advokat yang baik. 

Kalo kebetulan kamu dapatnya magang di kantor advokat yang manajemen kantornya amburadul, yaa jangan ditiru juga sih. Ambil yang baik, buang yang buruk. Yoi kan? 

Ini sih, baru sebagaian kecil manfaat magang di kantor advokat yang bisa aku share. Gimana, tertarik mau magang di kantor advokat? 

Kalo kamu males buat menjalani proses magang di kantor advokat, aku punya tips untuk menghindari proses magang di kantor advokat. Caranya adalah dengan menjadi mahasiswa Program Profesi Advokat. Tapi, kamu gak bakal dapet manfaat yang aku sebutkan di atas tadi ya. Pilih mana hayooooo?   

One thought on “5 MANFAAT MAGANG DI KANTOR ADVOKAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum.id
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!