PERGURUAN TINGGI NEGERI, I’M COMING

Ga kerasa bentar lagi dah mau masuk tahun ajaran baru. Buat adek-adek kelas XII, selain sibuk mempersiapkan ujian akhir, tentunya kalian juga akan disibukkan dengan kegiatan daftar mendaftar untuk tes masuk perguruan tinggi.

Ngomongin soal ritual tes masuk perguruan tinggi, jaman saya mau kuliah dulu, sistem UMPTN baru aja diganti dengan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Dalam sistem SPMB inilah muncul metode ujian baru, yaitu ujian mandiri. Saya bisa bilang sebenernya ujian mandiri ini semacam jalur tambahan gitu.

Jadi gaes, SPMB diselenggarakan di kota-kota tempat PTN berada, dan juga di kota-kota terdekat dengan PTN yang dianggap strategis oleh panitia. Gak jauh beda dengan UMPTN, ujian SPMB diselenggarakan secara serentak dengan soal yang bobotnya setara.

Setelah hampir tujuh tahun, akhirnya pada tahun 2008 SPMB diganti dengan sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Oh ya, SNMPTN ini selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun, misalnya aja pendaftaran SNMPTN yang tadinya masih pake kertas, diubahlah pake sistem online biar mudah registrasinya.

Di tahun 2011, SNMPTN memberlakukan dua jalur seleksi masuk, yakni Jalur Undangan, dan Jalur Ujian Tertulis. Jalur Undangan adalah jalur yang memberikan kesempatan untuk para siswa yang berprestasi untuk masuk PTN tanpa diuji (jadi seleksinya pake nilai rapor gitu), nanti ketersediaan kursi diberikan berdasarkan akreditasi sekolah dan prestasi siswa. Intinya semakin bagus sekolah kita, maka makin banyak kuota siswa yang akan diterima melalui jalur undangan.

Selanjutnya, pada tahun 2013, SNMPTN lewat jalur Ujian Tertulis dihapuskan, jadi SNMPTN cuma bisa via Jalur Undangan. Dengan dihapuskannya jalur Ujian Tertulis, lalu muncullah sistem baru yang disebut dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sejak 2013, kuota di PTN dibagi lewat tiga tipe ujian, yaitu SNMPTN, SBMPTN dan ujian mandiri PTN. Kuota penerimaan mahasiswa baru berdasarkan jenis jalur masuk adalah 30 persen dari peringkat hasil ujian SNMPTN, 30 persen dari SBMPTN, dan 30 persen dari ujian mandiri.

BACA JUGA: PANDUAN SUKSES JADI MAHASISWA FAKULTAS HUKUM

Ujian mandiri merupakan seleksi ujian masuk yang diadakan setiap PTN, seperti contohnya adalah SIMAK (Seleksi Masuk) UI yang diselenggarakan oleh UI dan UTUL (Ujian Tulis) UGM.

Mengikuti perkembangan jaman yang uda serba komputerisasi, maka pada tahun 2018, SBMPTN dibagi menjadi dua metode ujian yakni UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) dan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

Nah, itulah sejarah perjalanan sistem tes masuk perguruan tinggi di Indonesia yang saya amati sejak jaman saya lulus SMA. Ribet?? Emang?? Hehehehehe.

Dari tahun ke tahun ada aja yang baru, nih buktinya, sejak tahun 2019 ada lagi perubahan  dalam sistem SBMPTN. SBMPTN tahun 2019 diselenggarakan oleh LTMPT (Lembaga Masuk Tes Perguruan Tinggi) dan hanya memiliki satu metode tes yaitu UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Jadi kamu ga boleh gaptek. Masa depan ada di ujung mouse yang kamu pegang.

Dalam UTBK ada dua materi tes, yaitu tes Potensi Skolatik dan Tes Kompetensi Akademik. Hasil UTBK akan digunakan sebagai syarat utama untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Btw, sejak tahun 2019 mekanisme SBMPTN mengalami banyak perubahan loh. Kalo dulu sistemnya cuma daftar, ujian, terus menentukan kelulusan, maka SBMPTN kali ini kamu harus sedikit lebih bersabar. Mekanisme SBMPTN kali ini adalah mendaftar, mengikuti UTBK, mengetahui nilai UTBK, mendaftar SBMPTN, baru menentukan kelulusan.

UTBK akan dilaksanakan beberapa kali dalam setahun, lalu nilainya bisa dipake untuk seleksi masuk PTN seperti SBMPTN, Seleksi Mandiri PTN atau bahkan untuk seleksi masuk PTS juga. Kamu cuma boleh ikut UTBK maksimal 2 kali ya gaes. Kalo kamu ikut UTBK 2 kali, maka kamu bisa pake nilai tertinggi antara 2 nilai UTBK yang kamu ikuti.

Kalo kamu uda punya nilai UTBK, kamu baru bisa daftar SBMPTN. Jadi SBMPTN kali ini uda ga pake tes lagi kaya tahun-tahun sebelumnya.Oh ya sedikit tips dari saya, biar kamu bisa lolos SBMPT. Kamu harus bisa ngira-ngira apakah nilai UTBK kamu cukup untuk masuk di jurusan dan PTN yang kamu tuju. Nah, biar bisa mengira-ngira, kamu kudu banget pantengin statistik penerimaan SMBPTN tahun 2019 kemarin. Nanti bisa dikira-kira apakah nilai UTBK kamu mencukupi apa ngga buat daftar di PTN yang kamu pengenin.

Oh ya, peserta ujian yang uda dinyatakan lulus SNMPTN, gak boleh lagi ikut SBMPTN ya. Kasihlah kesempatan untuk teman lain yang belum lolos ke PTN.

Untuk kamu-kamu yang gak lolos SNMPTN, gak usah khawatir ya, karena kuota masih cukup banyak kok. Berdasarkan Peraturan Menteri  Riset  Teknologi  dan  Pendidikan  Tinggi (Permenristekdikti)   Nomor   60   Tahun  2018 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri, kuota untuk SNMPTN minimal 20 persen, kuota untuk SBMPTN minimal 40 persen, sedangkan kuota untuk Seleksi Mandiri maksimal 30 persen dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

BACA JUGA: TIPS LULUS KULIAH FAKULTAS HUKUM DENGAN CEPAT

Oh ya gaes, uda pada tau belum untuk tahun 2020 ini pendaftaran SBMPTN berlangsung pada 2 Juni – 13 Juni 2020, tepatnya setelah hasil UTBK keluar. Berdasarkan hasil stalking saya dari web ltmpt.ac.id, infonya UTBK 2020 dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2018, 2019, dan 2020 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2018, 2019, dan 2020.

Nih sekalian saya kasih tau gimana alur registrasi UTBK 2020. Cekidot ya.

  • Pertama-tama, kalian harus registrasi akun LTMPT dulu gaes. Registrasi akun Siswa LTMPT untuk UTBK SBMPTN pake NISN, NPSN, dan Tanggal Lahir. Nah, registrasi dilaksanakan mulai tanggal 07 Februari 2020 dan berakhir pada 05 April 2020. Registrasi dilakukan di laman https://portal.ltmpt.ac.id.
  • Kedua, kalo udah registrasi, maka kamu bisa login pake username/email dan password ke laman https://portal. ltmpt.ac.id.
  • Ketiga, kamu harus verifikasi dan validasi data. Pilih menu Verifikasi dan Validasi Data Siswa untuk mengisi biodata, mengunggah pas foto berwarna terbaru, dan verifikasi biodata.
  • Keempat, kamu harus melakukan pendaftaran UTBK. Lanjutkan dengan memilih menu Pendaftaran UTBK. Memilih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.
  • Kelima, selanjutnya kamu membayar UTBK. Jadi gaes pembayaran UTBK dilakukan langsung di Bank Mandiri, BNI, atau BTN dengan menggunakan slip pembayaran, kecuali bagi pendaftar beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Pembayaran harus dilakukan paling lambat 1 x 24 jam.
  • Keenam, nah kalo udah bayar, selanjutnya kalian login kembali ke laman https://portal.ltmpt.ac.id, lalu pilih menu “Pendaftaran UTBK” untuk mencetak kartu peserta UTBK.
  • Ketujuh, jangan lupa catat jadwal ujiannya gaes. Nah, setelah kartu dicetak, simpan kartu dan gunakan untuk mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

Selanjutnya tips yang paling penting dan maha penting, pas hari ujian tiba, kalian jangan sampe kesiangan apalagi ketiduran ya gaes. Hahahaha bisa ambyarr ujianmu gaes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum.id
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!