3 TIPS MEMILIH SKINCARE ALA KLIKHUKUM.ID

Ternyata gak cuma matematika atau fisika yang perlu dipelajari, untuk menjadi glowing juga butuh belajar dan proses yang panjang. Sampai dengan umurku 36 tahun, aku gak pernah pake skinker. Untuk pemula, gimana ya tips oke untuk memilih skinker?

Dunia perskinkeran baru aku pelajari sebulan belakangan, karena kulitku kering kerontang. Flashback, dulu di tahun 2012 an, ceritanya aku pengen glowing secara instan. So, cuzz lah aku pergi ke salah satu klinik kulit ternama di kota Jogja.

Mejik sih, 2 minggu aja auto glowing. Waktu itu banyak temen yang ngasih tau bahwa produk yang aku pake bakal bikin ketergantungan. Tapi aku mah cuek aja, karena hasilnya bagus sih.

Setelah 4 tahun pake, jadi agak worry liat kulit muka yang makin tipis, kering dan mulai hiperpigmentasi. Guglinglah sana sini, jadi makin takut pake produk itu.

Akhirnya aku bertekad bulat untuk berhenti pake produk itu. Sesuai dengan tips dari para ladies di gugel, aku off olesin produk apapun ke muka.

Seminggu kemudian muka udah kusam, jerawat gede-gede, plus banyak milia di sekitar hidung dan bawah mata. Kulit jadi kering, merah dan mengelupas. Sakitnya ya ampun.

BACA JUGA: NO BRA, SEMANGAT PERLAWANAN YANG KAMU HARUS TAHU

Seorang dokter kulit kesayangan aku dengan sigap mengirimkan obat dan krim untuk pertolongan pertama. Doi juga ngasih rekomendasi aku untuk pake moisturizer keluaran Clinique yang marlela itu. Untuk ngademin, aku juga pake gel Aloe Vera Nature Republic.  Intinya aku tetap bertahan dari serangan jerawat dan purging.

Setelah tiga bulanan, alhamdulilah kulitku dah lumayan baikan. Gak muncul jerawat gede-gede lagi. Cuma milianya, masyaallah bertaburan. Milia itu semacam jerawat batu, bintik-bintik kecil gemes gitu loh.

Dengan bantuan gugel, aku tetap berusaha mencari solusi untuk menghilangkan milia tanpa laser. Akhirnya ketemulah dengan zat bernama retinoid acid di Vitacid. Dua minggu pake, milia hilang semua. Ahh, senang bukan kepalang.

Perjuangan buat punya kulit glowing ternyata susah ya gengs. Berdasarkan pengalaman aku yang gak seberapa ini, aku mau share tips memilih skinker ala aku.

Pertama, kenali jenis kulit kamu.

Setidaknya ada 5 jenis kulit manusia, yaitu normal, berminyak, kering, kombinasi dan sensitif. Setiap jenis kulit ini punya karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Meskipun kulit kamu normal, bukan berarti kulitmu gak perlu dirawat ya gengs.

Tips biar skinker pilihan kamu tepat sasaran, maka kamu harus memilih skinkare sesuai jenis kulit kamu. Sekarang ini udah banyak produk skinker yang dikeluarkan sesuai jenis kulit.

Kedua, kenali kebutuhan kulit kamu.

Setiap orang pasti punya masalah kulit masing-masing. Ada yang gampang jerawatan, ada flek hitam, kulit kusam, gampang minyakan, banyak milia, juga kerutan dan garis halus.

Nah, biar skinker kamu bener-bener bermanfaat, maka kamu harus memilih skinkare sesuai dengan permasalahan kulit yang kamu alami. Lagi, lagi, sudah banyak perusahaan kosmetik yang mengeluarkan produk sesuai kebutuhan kulit konsumennya.

Ketiga, pilih produk yang sudah punya izin edar dan BPOM.

Ternyata oh ternyata, aku baru tau dong, rupanya skinker itu termasuk jenis kosmetika. Jadi, ketentuan Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Kesehatan No. 1175/Menkes/Per/VII/2010 Tentang Izin Produksi Kosmetika, menjelaskan bahwa kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Jadi, kosmetik bukan sekedar perlengkapan make-up gengs. Segala itu sabun, handbody, parfum, sampo, pewarna rambut, serum, essence, toner dan lain-lain itu termasuk jenis kosmetika.

Dalam rangka menjamin mutu, keamanan dan kemanfaatan kosmetika, maka setiap produk kosmetika, termasuk skinker yang beredar di Indonesia ini harus punya izin, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 1175/Menkes/Per/VIII/2010 Tentang Izin Produksi Kosmetika.

Selain membeli produk yang emang sudah berizin, pastikan juga kamu membeli produk skinker yang udah ada BPOMnya. Jangan auto percaya dengan semua produk yang adanya label BPOMnya. Mungkin banget loh, label tersebut palsu dan sengaja dipasangkan biar konsumen merasa aman.

BACA JUGA: #SUPPORTLOCALMAKER

Untuk mengecek sebuah produk apakah benar udah terdaftar dan mendapat izin edar dari BPOM, kamu bisa ngecek langsung di situs BPOM.

Nah, berhubung sekarang lagi hype juga produk kosmetika luar negeri, aku saranin sebelum kamu membeli, cek dulu deh keaslian produk di UPCitemDB. Pokoknya kita tetep kudu waspada dengan kosmetika palsu yang mengatasnamakan brand luar yang dijual dengan harga yang sangat murah. Cara ngeceknya gampang gengs, langsung aja dah klik situs upcitemdb.com.

Oh iya, sekarang juga udah banyak produk kosmetika yang pake QR Code di kemasannya. Tinggal scan QR Code-nya, maka kamu bisa mendapatkan informasi tentang keaslian produk.

Berdasarkan pengalaman buruk aku pake krim dan skinker dari klinik kulit dan kecantikan, kosmetika berizin dan udah BOPM juga gak mesti cocok sama kulit kita, ada aja efek sampingnya kalo kita gak teliti dengan kandungan produknya.

Setidaknya tiga hal yang aku jelasin di atas itu adalah tips basic untuk kamu yang baru mau pake skinker. Ketiga tips itu penting banget untuk dikuasai. Ada baiknya sebelum memutuskan untuk membeli produk tertentu, kamu liat review dan juga testimoni dari orang yang udah pernah pake produk yang mau kamu beli. Setidaknya kamu jadi tau apa aja kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut.

Segitu dulu ya, pembahasan soal kosmetika kali ini. Buat kamu para pejuang kulit glowing. Yukssss, semangadnya jangan kendor. Nabung yang banyak, karena skinker itu mahal, hiks, hiks, hiks.

Klik Hukum
error: Maaf, tapi ga ada copas-copas!