PERLUNYA NETIKET ATAU NETTIQUETTE DALAM BERJEJARING

Masih inget lah ya, musibah yang menimpa keluarga Kang Emil kemarin? Dimana anandanya, A’ Eril hanyut di sungai Aare. Duh, sungguh menyesakkan sekali memang. Alhamdulillah setelah dua pekan berlalu, A’ Eril ditemukan di bendungan dengan jasad yang masih utuh. Al Fatihah untuk A’ Eril.

Di sini saya bukan membahas tentang musibahnya ya, tapi ingin mencoba menelisik attitude netizen Indo yang didominasi Millennial dan Gen Z. Ya, walau ada juga gen bocil-bocil epep yang kemeplak. 

Oke, kita mulai dari sini. Netizen Indo punya kultur keroyokan. Nah, ini bisa banget diliat dari ulasan gmaps yang ngebom bintang satu dan ngasih ulasan buruk tentang sungai Aare. Padahal gak yakin juga, mereka sudah berkunjung ke sana atau belum. Nih, tak spill sedikit aja di sini. 

Al*** Dharma**

Bintang satu

Ga asik! Sungainya suka makan tumbal. Dah gitu, ga ada ikan sapu-sapu sama mujair. Ga seru.” 

Hey, hey, itu sungai emang minim fauna. Lagian apa serunya ikan sapu-sapu yang suka nempel di kaca aquarium sama ikan mujair?  

Dick* Fauz**

Bintang satu 

Sungai tidak ramah , masih kalah jauh sama lokalan yg airnya coklat. Korban hilang aja, bisa ketemu lagi.”

Ini sungai Aare emang harus kuliah hospitality biar ramah? Anjer lah, mana dibandingin ama sungai lokalan di sini yang jadi jalur mas kumambang. Sungguh komen yang memancingku ingin berkata kasar. 

BACA JUGA: KETIKA HUKUM TUMPUL KE ATAS DAN TAJAM KE BAWAH

R*ju Rahm*n Sy**

Bintang satu

Sungainya sih, bening. Sayang susah buat ngejala ikan.”

Hey, masnya. Kamu kalau doyan ikan tuh, banyakin belajar ilmu pengetahuan biar protein ikannya berguna untuk perkembangan otakmu. 

Tris**** Alwi*****

Bintang satu 

Jangan berenang di sini, bahaya bisa hilang. Arus kayak air terjun Niagara. Mending sungai Nil😄”

Wuaaasyu, Niagara ndasmu! Malah suruh renang di sungai Nil, di sana banyak buaya. Kalau hanyut jasadnya, ketemu-ketemu udah jadi tokaynya buaya cok!

Her*** sampur**

Bintang satu

“Sangat berbahaya. Very very dengerous. Dont tray too swim here”

Ini maksudnya gak boleh berenang di atas baki kali ya? Ya, emang sih, berbahaya karena bakal ditolol-tololin sama orang. 

Dah, ah, capek emosi. Cek ulasannya sendiri aja di sini. 

Itu sedikit dari banyak bukti bahwa warganet di Indo masih banyak yang minim literasi dan emang bodohnya organik seperti belum pernah kejedot meja pendidikan.

Gini kawan, pas kita berselencar di internet itu ada etikanya. Namanya tuh, Netiket.

Apa itu Netiket? 

Netiket itu adalah etika dalam menggunakan internet. Nah, di ekosistem internet itu ada banyak kumpulan komunitas atau domain-domain dari berbagai lini. Maka dari itu diperlukan aturan-aturan yang menjadi acuan penggunaan dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas internet. 

Ya, mudahnya samain aja netiket kayak aturan di keseharian biasa. Kayak tata krama yang sama dengan aturan di dunia biasa. 

Beberapa pedoman sederhana netiket yang kamu harus tau. 

  1. Gunakan huruf kapital dengan bijaksana. Huruf kapital secara keseluruhan dan diakhiri tanda seru bisa berarti berteriak. Hal ini bisa melukai perasaan seseorang, makanya lebih bijak dalam menggunakan kata yang bersifat kasar. Dan paling penting jangan ngepost hal-hal yang sebenarnya tidak ingin kamu ucapkan atau ungkapkan. 
  1. Jaga keetisan dalam memberikan postingan, jangan melawan hukum!
  1. Perhatikan domain yang kamu masuki. Baca rules dan jaga perilaku post di sana. Misal kamu masuk ke domain komunitas lawak, maka kamu boleh pots hal yang lucu-lucu. Sebaliknya kalau kamu masuk ke domain komunitas yang serius seperti forum diskusi bersama dosen kampusmu, ya jangan rese ngelawak, kecuali emang dipersilakan oleh yang menyelenggarakan komunitas. 

BACA JUGA: BERAPA LAMA SIH, OPERASI SAR DILAKUKAN?

  1. Jangan menganggap apa yang kamu pikirkan sama dengan yang orang lain pikirkan. Tetaplah pada topik yang sesuai domain, jangan menanyakan hal di luar topik yang membuat kamu akan tampak bodoh. 
  1. Cek ulang hal yang akan kamu post, tulis dan ejalah dengan benar. Intinya ketika kita berinteraksi di internet, sesungguhnya kita sedang berinteraksi dengan manusia. 
  1. Cek ulang info yang kamu dapatkan di media yang terpercaya. Jangan sampai termakan hoax atau kamu yang malah ikut menyebarkan hoax tersebut. Hati-hati, nanti bisa jadi kamu dijemput oleh aparat. Udah banyak kasusnya. 

Itu sedikit bahasan tentang netiket dan beberapa paduan sederhana yang kamu harus tau. Jadi seharusnya orang-orang yang doyan post komen gak pakai otak itu dibikinin komunitas sendiri, biar mereka leluasa buat berdebat kosong dan komen seenak udelnya sendiri.

Gimana kalo nama komunitasnya kita kasih nama “Komunitas Orang Tolol” disingkat KONTO jangan pakai L nanti kesannya buruk. Ya kan, daripada merugikan orang lain dengan memberi post ulasan yang buruk. Hadehh.

Gak suka dikit serang, viral dikit serang. Huft!

Dan untuk masyarakat yang udah melek literasi, yang paham netiket dan beretika baik di internet, boleh juga lah bikin komunitas dengan nama MEKI. Itu tuh, kepanjangan dari Masyarakat Melek Literasi. Ya, biar mental healthnya terjaga gitu. Syukur-syukur bisa membantu mengedukasi si KONTO satu per satu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Klikhukum.id