misi penyelamatan pengantin pesanan

MISI PENYELAMATAN PENGANTIN PESANAN

  • 88
    Shares

Semalem pas lagi asik buka yutub, ehh ga sengaja liat video Kak Baim Wong yang lagi ngebahas tentang kasus perdagangan orang dengan modus “Pengantin Pesanan”.  Jadi gaes, dalam videonya, Kak Baim menjelaskan kronologi aksi penyelamatan kasus perdagangan orang yang menimpa kakak beradik berinisial PD (32) dan IF (24) warga kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Kedua korban berhasil diselamatkan setelah sebelumnya mereka sukses menghubungi Kak Baim melalui aplikasi WhatsApp. Kak Baim lalu meminta bantuan temannya, lalu kemudian sang teman menghubungi pengurus Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang selama ini konsen untuk menangani pemulangan korban ‘pengantin pesanan’ dari China.

Nah gaes, ternyata kasus pengantin pesanan merupakan kasus yang cukup marak terjadi akhir-akhir ini. Saya kutip dari Liputan6.com, diketahui paling gak sebanyak 29 perempuan Indonesia menjadi korban pengantin pesanan di China. Diduga nih mereka terperangkap dalam modus kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 13 perempuan korban TPPO ini berasal dari kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sementara 16 perempuan korban lainnya berasal dari Jawa Barat. Aii dah, kesian banget kan gaes.

Walaupun marak terjadi, tapi kayanya ga semua orang paham dan ngerti apa itu Tindak Pidana Perdagangan Orang alias TPPO, padahal modus TPPO itu banyak banget, dan ga menutup kemungkinan terjadi di sekitar kita. Gak percaya?? Nih saya jelasin deh.

Jadi gaes, dalam Pasal 1 Ayat 1 UU Tindak Pidana Perdagangan Orang, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘perdagangan orang’ adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.

Yihaaaa, jadi bingung kan?? iya, panjang banget yak pengertiannya. Jadi intinya, tujuan dari perdagangan orang ini adalah untuk mengeksploitasi seseorang. TPPO itu dalam bahasa kerennya disebut dengan human trafficking. TPPO adalah bentuk perbudakan modern.

Modus TPPO ini bisa macem-macem ya gaes, antara lain: eksploitasi seksual, eksploitasi tenaga kerja (gak digaji, jam kerja gila-gilaan, plus kerja dengan paksaan dan kekerasan), kawin kontrak/pengantin pesanan, pemanfaatan pornografi dan pornoaksi, pengedaran narkoba, perekrutan anak-anak jalanan, proses adopsi yang gak sesuai aturan atau bisa juga penjualan organ tubuh.    

Oh ya, sebenernya moment saya nulis artikel ini pas banget loh, karena kurang lebih dua minggu yang lalu saya berkesempatan untuk ikut Bimbingan Teknis/Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum Dalam Penanganan Korban KDRT&TPPO yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk D.I. Yogyakarta. Ya idep idep sekalian saya ngeshare hasil bimtek kemaren ya kan.

Jadi TPPO ini ada skema unsur-unsurnya gitu, dimulai dari ‘proses’, ‘cara’ dan ‘tujuan’. Apa sih maksudnya? Gini nih maksudnya gaes.

TPPO ini pasti melewati skema proses. Proses yang dimaksud dimulai dari perekrutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, serta penerimaan seseorang. Umumnya perekrutan pasti diawali dengan iming-iming manis kepada korbannya. Contohnya nih gaes, untuk kasus pengantin pesanan, korban dibujuk rayu akan dijodohkan dengan WNA China dengan janji-janji manis seperti dibuatkan rumah, mendapatkan banyak uang, serta kehidupan makmur untuk keluarga korban. Siapa coba yang ga tergiur dengan janji-janji manis gitu.

Skema kedua adalah cara, maksudnya gini ya gaes, TPPO ini pasti menggunakan cara-cara antara lain, “Ancaman, kekerasan, penculikan, penyekapan, penyalahgunaan kekuasaan, atau penjeratan utang”.

Skema ketiga adalah tujuan, nah TPPO ini pasti ada tujuannya. Umumnya  tujuan TPPO antara lain adalah eksploitasi tenaga kerja, perdagangan organ tubuh, pornografi, pedofil, adopsi ilegal, anak jalanan (pengemis), atau pengedar narkoba. Behh, buat saya sih yang paling horor adalah perdagangan organ tubuh. Bayangin aja gaes ginjal klean dijual. Duuuhhh ngiluu##

Emang apa sih penyebab terjadinya TPPO, kenapa masih banyak orang yang jadi korbannya??

Jawabannya TPPO bisa disebabkan oleh banyak faktor. Ada bermacam-macam penyebab terjadi TPPO. Apa aja?? Nihhh dieee.

Dari sisi korban nih, penyebab utama terjadi TPPO adalah tingkat pendidikan yang rendah, kemampuan ekonomi yang terbatas alias kemiskinan, kurangnya kesempatan kerja atau bisa juga akibat perkawinan usia dini. Selain itu, saya yakin masih banyak alasan lain yang bikin orang jadi korban TPPO.

Selanjutnya gaes, keluarga juga bisa menjadi faktor pendukung dan penyebab terjadinya TPPO. Dari sisi keluarga, TPPO bisa terjadi jika ada disintegrasi keluarga, terjadi kekerasan dalam rumah tangga, serta ketidaksetaraan gender dalam keluarga.

Nah TPPO ini terkadang juga melibatkan oknum aparat pemerintah, sehingga gak menutup kemungkinan oknum aparat pemerintah menjadi salah satu penyebab terjadinya TPPO. Contohnya begini gaes. Seperti kasus pengantin pesanan dari Kalbar, diketahui bahwa ternyata korbannya adalah anak berusia 14 tahun, namun agar korban bisa lolos untuk dikirimkan ke China, maka terjadi pemalsuan data dan identitas korban yang dibantu oleh oknum aparat pemerintah. Penyebabnya jelas karena ada oknum aparat pemerintah yang bisa dengan mudah ‘disogok’ alias disuap untuk pengurusan dokumen-dokumen kependudukan, kayak akta kelahiran, KK, KTP, Surat Nikah, Paspor dan lain-lain.

Lalu kalo sisi pelaku, jelaslah ya kalau penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah untuk mendapatkan keuntungan. Pelaku ingin mencari tenaga kerja yang dapat digaji murah bahkan gratis, mendapatkan istri atau pasangan melalui kawin pesanan atau kawin kontrak, atau untuk mendapatkan ‘organ manusia’ dengan harga murah. So sad kan gaess##

Duh ngeri ya gaes, TPPO ini sebenarnya bisa saja terjadi di sekitar kita, kita cuma perlu lebih memahami apa modus-modus yang sering digunakan oleh pelaku TPPO agar kita ga kena jebakan betmen dan jadi korban TPPO. Intinya jaga diri dan keluarga, serta orang-orang di sekeliling kita, ingat jangan mudah terbujuk rayu janji-janji manis ya gaes, nanti kena diabetes.


  • 88
    Shares